Kompas.com - 04/11/2012, 13:26 WIB
|
EditorTri Wahono

MAKASSAR, KOMPAS.com - Gara-gara tabung gas meledak, sebuah warung coto "Pettarani" yang terletak di Jl Pettarani, Makassar terbakar, Minggu (4/11/2012) sekitar pukul 12.30 WITA.

Selain menghanguskan warung coto, ledakan tersebut juga melukai pemilik dan anaknya serta menghanguskan gerobak kaki lima, enam motor, dan dua buah kulkas di warung tersebut.

Warung coto "Pettarani' yang ramai dikunjungi orang setiap harinya, kini sisa puing-puing kebakaran dan enam motor yang hangus terbakar.

Sementara pemilik warung coto, H Sikki dan anaknya Ical dilarikan ke Rumah Sakit Islam Faisal untuk mendapatkan pertolongan akibat luka bakar yang serius. H Sikki menderita luka bakar pada punggung dan wajahnya, sedangkan anknya, Ical menderita luka bakar di punggungnya.

Menurut informasi yang diperoleh di lokasi kejadian, kebakaran ini disebabkan ledakan sebuah tabung gas berukuran 12 kilogram. Setelah ledakan itu, api berasal dari kompor yang memasak air kuah coto cepat membesar.

Akibatnya, dua tabung gas cadangan yang berada di area dapur ikut meledak dan dengan cepat membakar seluruh warung coto tersebut.

Setelah api menghanguskan warung coto, barulah enam unit armada pemadam kebakaran tiba. Keterlambatan armada pemadam kebakaran ini disebabkan, kemacetan arus lalu lintas yang ditimbulkan adanya median jalan di sepanjang Jl. AP Pettarani.

Salah seorang karyawan warung coto "Pettarani", Udin, yang ditemui di lokasi kebakaran mengatakan, kebocoran pada tabung gas sudah sering terjadi. Hanya saja, baru kali ini karyawan Ikbal dan Sibali yang sedang bertugas terlambat menekan regulator menggunakan batu.

"Kalau saya yang jaga, cepat saya tekan regulator dan menekannya dengan menggunakan batu. Saya tambahkan biasa pada lubang penyambung dan regulator dengan menggunakan kayu tusuk gigi supaya tidak terpental. Jadi kalau terjadi kebocoran, segera saya matikan kompor dan mematikan aliran listrik pada warung.

Aparat kepolisian dari Polsekta Panakukang yang datang langsung memasang garis police line dan menyita tiga buah tabung gas yang diduga kuat penyebab kebakaran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.