Ungkap Kasus RI, Polisi Jangan Andalkan Saksi

Kompas.com - 07/01/2013, 17:58 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus dugaan kekerasan seksual yang menimpa RI (11), warga Rawa Bebek, Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, seakan menemui jalan buntu. Bocah malang itu meninggal sebelum aparat kepolisian sempat memberikan keterangan terkait kasus dugaan pemerkosaannya tersebut.

Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel mengungkapkan, dalam kondisi demikian, Polisi seharusnya tidak hanya mendandalkan informasi dari saksi atau barang bukti di lapangan. Polisi harus berangkat dari hasil visum, autopsi, bahkan dugaan atau spekulasi yang berkembang.

"Untuk kepentingan penyelidikan Polisi, seluruh spekulasi, dugaan, perkiraan, wajib dibangun. Asalkan disertai dengan pencarian barang bukti oleh Polisi," ujar Reza saat dihubungi Kompas.com, Selasa (7/1/2013) siang.

Menurut Reza, langkah tersebut harus dilakukan karena hasil informasi yang dihimpun kepolisian dari sejumlah kerabat atau pun tetangga korban, belum mengarah kepada pelaku. Hal tersebut pun dianggap wajar karena pada dasarnya manusia memiliki ingatan yang rentan akan distorsi.

Sementara terkait pencarian barang bukti, lanjut Reza, dilakukan kepolisian melalui tubuh korban. Namun, fakta yang didapat dari tubuh korban pun diyakininya tak menunjukkan hasil signifikan bagi titik terang kasus tersebut.

"Pasti kekerasan seksualnya sudah terjadi beberapa waktu silam, jadi tidak ada cairan, pakaian yang dipakai korban mungkin sudah dibuang, barang bukti tidak tersedia," lanjutnya.

Reza berharap, aparat kepolisian, dalam hal ini Kepolisian Resort Metro Jakarta Timur, dapat bertindak secara profesional sekaligus berhati-hati dalam menangani kasus tersebut.

Hingga kini, pihak kepolisian telah memeriksa 17 orang secara intensif, yakni orangtua, kakak serta para tetangga korban. Polisi meminta publik untuk bersabar karena tengah melakukan penyelidikan. Hingga saat ini pun belum ada informasi lebih lanjut terkait dugaan pelaku.

Berdasarkan informasi dari Tarya (20), seorang rekan kakak korban, beberapa hari terakhir, Polisi sempat mendatangi permukimannya dan mencari seorang nama berinisial RM alias B. Menurut Tarya, pria itu diduga kuat terkait meninggalnya RI, korban dugaan perkosaan.

Alasan yang paling dicurigai warga sekitar adalah pada saat RI jatuh sakit akibat luka di kemaluan, RM alias B yang berusia 40 tahun itu diketahui menghilang dari permukiman. Meskipun ia bukan pelaku, kehadiran RM sekiranya dapat memenuhi tanda tanya pada warga sekitarnya.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Di Jabodetabek, Tinggal Jakarta Utara dan Depok yang Masuk Zona Merah Covid-19

    Di Jabodetabek, Tinggal Jakarta Utara dan Depok yang Masuk Zona Merah Covid-19

    Megapolitan
    Hampir Jadi Korban Begal, Pesepeda Ini Putuskan Tak Lapor Polisi

    Hampir Jadi Korban Begal, Pesepeda Ini Putuskan Tak Lapor Polisi

    Megapolitan
    Bocah Hilang Saat Bermain di Sungai Inspeksi Kampung Pulo, Hanya Tersisa Bajunya di Tepi Kali

    Bocah Hilang Saat Bermain di Sungai Inspeksi Kampung Pulo, Hanya Tersisa Bajunya di Tepi Kali

    Megapolitan
    [POPULER JABODETABEK] PT Khong Guan Tawar Ganti Rugi kepada Warga | Tukang Gali Brebes Puluhan Tahun Menunggu Kerja di Lebak Bulus

    [POPULER JABODETABEK] PT Khong Guan Tawar Ganti Rugi kepada Warga | Tukang Gali Brebes Puluhan Tahun Menunggu Kerja di Lebak Bulus

    Megapolitan
    Bentrok 2 Kelompok Ormas di Ciledug Berakhir Damai

    Bentrok 2 Kelompok Ormas di Ciledug Berakhir Damai

    Megapolitan
    Terserempet Kereta di Cengkareng, Pengendara Ojol Selamat, Motornya Terseret ke Kali

    Terserempet Kereta di Cengkareng, Pengendara Ojol Selamat, Motornya Terseret ke Kali

    Megapolitan
    Lagi, Tanah Longsor Terjadi di Jagakarsa, Jakarta Selatan

    Lagi, Tanah Longsor Terjadi di Jagakarsa, Jakarta Selatan

    Megapolitan
    Kebakaran Hanguskan Sebuah Pabrik Busa di Tangerang

    Kebakaran Hanguskan Sebuah Pabrik Busa di Tangerang

    Megapolitan
    Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Hujan

    Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Hujan

    Megapolitan
    Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Capai 2.140, Paling Banyak di Kecamatan Periuk

    Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Capai 2.140, Paling Banyak di Kecamatan Periuk

    Megapolitan
    UPDATE 29 Oktober: Penambahan Kasus Covid-19 di Jakarta 379 Orang, Menurun dari Hari Sebelumnya

    UPDATE 29 Oktober: Penambahan Kasus Covid-19 di Jakarta 379 Orang, Menurun dari Hari Sebelumnya

    Megapolitan
    UPDATE 29 Oktober: Bertambah 11 Kasus Positif, 163 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

    UPDATE 29 Oktober: Bertambah 11 Kasus Positif, 163 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

    Megapolitan
    Tambah 7 Unit, 10 Mobil Damkar Dikerahkan untuk Padamkan Kebakaran Pabrik Busa Di Jatake Tangerang

    Tambah 7 Unit, 10 Mobil Damkar Dikerahkan untuk Padamkan Kebakaran Pabrik Busa Di Jatake Tangerang

    Megapolitan
    Bubarkan Tawuran Ormas di Tangerang, Kapolsek Ciledug Kena Sabetan Benda Tajam

    Bubarkan Tawuran Ormas di Tangerang, Kapolsek Ciledug Kena Sabetan Benda Tajam

    Megapolitan
    Pabrik Busa Terbakar di Kawasan Jatake Tangerang

    Pabrik Busa Terbakar di Kawasan Jatake Tangerang

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X