Kompas.com - 16/01/2013, 13:34 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Para buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) meminta Kapolda Metro Jaya Irjen Putut Eko Bayuseno untuk segera mencopot atau memutasi Kapolres Bekasi Kabupaten karena telah melakukan pembiaran aksi premanisme dan anarkisme terhadap buruh.

"Karena di Bekasi dimulai aksi premanisme dan adu domba antara buruh dan preman," kata Nurdin, pemimpin aksi saat melakukan orasinya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (16/1/2013).

Dalam orasinya, para buruh juga menceritakan kejadian yang mereka alami pasca-aksi unjuk rasa di sebuah perusahaan di Bekasi pada 29 Oktober 2012. Dalam kejadian itu, banyak buruh yang dianiaya oleh preman bersenjata.

"Dalam kejadian di Bekasi pada 29 Oktober, banyak rekan kami yang terluka akibat sabetan samurai dan pukulan balok yang dilakukan preman. Bahkan, rekan-rekan kami yang tidak tahu apa-apa (tidak ikut demo) juga jadi korban. Pulang kerja tiba-tiba dihadang preman yang bawa samurai dan balok. Polisi cuma diam," kata Nurdin.

Para buruh hadir di Mapolda Metro Jaya bersama sejumlah anggota LBH Bekasi, yang menjadi kuasa hukumnya. Para buruh juga menyatakan sejak kejadian pada 29 Oktober tahun lalu tersebut, beberapa aksi unjuk rasa yang dilakukan buruh di sejumlah tempat selalu disertai dengan kehadiran preman. Yang juga mereka sesalkan, polisi bertindak represif terhadap buruh, tetapi membiarkan preman yang bersenjata dan bertindak anarki terhadap buruh.

"Kami meminta polisi jangan menangkap buruh padahal buruh punya izin untuk menyampaikan dan menuntut hak-haknya. Tapi polisi membiarkan preman yang jelas-jelas membawa senjata dan bertindak sewenang-wenang terhadap buruh. Polisi jangan mengadu domba buruh dengan preman," kata Suparno, wakil dari LBH Bekasi, yang juga berkesempatan melakukan orasi.

Dalam aksi tersebut, para buruh diberi kesempatan untuk berdialog dengan Kapolda Metro Jaya. Sepuluh perwakilan buruh menemui Kapolda di ruang kerjanya.

Berita terkait, baca:

DEMO BURUH

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.