Banjir Tenggelamkan Tiga Lantai di UOB Plaza

Kompas.com - 17/01/2013, 14:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Genangan air di sekitar kawasan Bundaran Hotel Indonesia menyebabkan sejumlah kantor yang berada di gedung-gedung kawasan tersebut tergenang oleh air. Bahkan, ada beberapa kantor yang telah tenggelam akibat berada di basement gedung.

Salah satunya adalah Toko Buku Gunung Agung yang berada di lantai basement 1 Gedung UOB Plaza. Menurut salah satu karyawan, Herry, beberapa kantor lain yang satu lantai dengan tempat dia bekerja telah tenggelam oleh banjir.

"Kantor saya di Toko Gunung Agung di lantai B1 udah tenggelam. Di B1 itu selain kantor saya juga ada Asuransi Asoka, Gereja GBI, Klinik Brawijaya, dan ada beberapa restoran," kata Herry, Kamis (17/1/2013).

Menurut Herry, di gedung UOB Plaza terdapat tiga lantai basement yang saat ini seluruhnya telah tenggelam. Lantai basement 1 merupakan kompleks perkantoran dan restoran, basement 2 adalah tempat parkir serta kantin karyawan, dan basement 3 untuk parkir.


"Ada tiga lantai basement, B1, B2, B3, semuanya udah tenggelam. B1 itu kantor dan restoran, B2 kantin ama parkir, B3 parkir semuanya," ujar Herry.

Banjir yang menggenangi permukaan jalan di kawasan Bundaran HI mencapai ketinggian 1 meter atau sepinggang orang dewasa. Hal itu membuat lalu lintas kendaraan menuju Bundaran HI, baik dari arah utara maupun selatan, mengalami macet total.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorAna Shofiana Syatiri
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    Terkini Lainnya

    Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

    Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

    Megapolitan
    DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

    DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

    Megapolitan
    Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

    Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

    Megapolitan
    Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

    Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

    Megapolitan
    Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

    Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

    Megapolitan
    Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

    Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

    Megapolitan
    Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

    Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

    Megapolitan
    Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

    Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

    Megapolitan
    Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

    Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

    Megapolitan
    DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

    DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

    Megapolitan
    Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

    Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

    Megapolitan
    Dengan Kereta Cepat, Waktu Jakarta-Karawang Kurang dari 15 Menit

    Dengan Kereta Cepat, Waktu Jakarta-Karawang Kurang dari 15 Menit

    Megapolitan
    Mengapa Kopral Jaga Pelintasan Kereta Sambil Bergaya Silat?

    Mengapa Kopral Jaga Pelintasan Kereta Sambil Bergaya Silat?

    Megapolitan
    DKI Siapkan Insentif bagi Pusat Perbelanjaan yang Tak Sediakan Plastik Sekali Pakai

    DKI Siapkan Insentif bagi Pusat Perbelanjaan yang Tak Sediakan Plastik Sekali Pakai

    Megapolitan
    Tolak Ganti Rugi Korban Salah Tangkap, Kemenkeu Sebut Pengamen Dilarang di Jakarta

    Tolak Ganti Rugi Korban Salah Tangkap, Kemenkeu Sebut Pengamen Dilarang di Jakarta

    Megapolitan
    Close Ads X