Polisi Penyelam Masuk "Basement" Plaza UOB

Kompas.com - 17/01/2013, 21:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim penyelam dari Subdirektorat Sabhara Polda Metro Jaya diturunkan khusus untuk mencari dugaan korban tewas yang terjebak di basement Plaza UOB, Jalan MH Thamrin. Hingga kini, tim masih belum menemukan hasil. Direktur Sabhara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Priyo Mujihad belum bisa memastikan apakah benar ada korban jiwa di basement Plaza UOB.

"Kami sudah turunkan penyelam untuk menelusuri basement UOB, tapi belum menemukan apa pun. Kami dengar memang ada korban di sana, tapi hanya kabar dari masyarakat, belum bisa dipastikan kebenarannya," ucap Priyo, Kamis (17/1/2013) malam, di lokasi kejadian.

Priyo menuturkan, tim penyelam baru bisa masuk di bagian depan basement. Lantaran basement tidak memiliki ruang udara yang memadai, tim akhirnya ditarik kembali.

"Kami akan lanjutkan lagi kalau sudah surut," ucapnya.


Hingga kini, Priyo mengakui belum bisa mendapatkan informasi jelas dari pihak pengelola gedung ataupun petugas keamanan. Polisi masih berbekal informasi yang beredar di masyarakat yang perlu ditelusuri kebenarannya. Sementara itu, petugas tim penyelam yang turun ke lokasi mengatakan, pihaknya kesulitan mencari korban.

"Di dalam sudah gelap gulita, pintu basement pun sudah penuh air," katanya.

Petugas, kata Priyo, kesulitan menyelam karena ruang udara yang terbatas. Sambil menggerakkan tangan, ia menjelaskan bahwa ruang udara di dalam basement hanya sekitar 5 sentimeter. Kesulitan lainnya yang dialami petugas adalah tidak memadainya informasi soal peta ruang basement.

"Kami hanya dikasih tunjuk di dalam, tapi itu, kan, banyak sektornya dan terdiri dari tiga lantai. Kami baru lantai pertama saja, menunggu surut," katanya.

Berita terkait, baca:

BANJIR RENDAM JAKARTA



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorHertanto Soebijoto

    Terkini Lainnya

    Ini Rencana Pengaturan 'Contra Flow' dan 'One Way' di Jalan Tol pada Lebaran 2019

    Ini Rencana Pengaturan "Contra Flow" dan "One Way" di Jalan Tol pada Lebaran 2019

    Megapolitan
    Proyek di Tol Jakarta-Cikampek Dihentikan selama Arus Lebaran 2019

    Proyek di Tol Jakarta-Cikampek Dihentikan selama Arus Lebaran 2019

    Megapolitan
    PT KAI Berangkatkan Kereta Mudik Gratis di Stasiun Pasar Senen

    PT KAI Berangkatkan Kereta Mudik Gratis di Stasiun Pasar Senen

    Megapolitan
    Hari Pertama Penambahan Kereta Mudik, Stasiun Pasar Senen Banjir Penumpang

    Hari Pertama Penambahan Kereta Mudik, Stasiun Pasar Senen Banjir Penumpang

    Megapolitan
    Gerbang Tol Karang Tengah Barat 1 Direlokasi dan Tambah Gardu

    Gerbang Tol Karang Tengah Barat 1 Direlokasi dan Tambah Gardu

    Megapolitan
    Omzet Pedagang Tanah Abang Meroket Usai Aksi 22 Mei

    Omzet Pedagang Tanah Abang Meroket Usai Aksi 22 Mei

    Megapolitan
    Masyarakat Bagikan Bunga kepada TNI-Polri di Sudirman-Thamrin

    Masyarakat Bagikan Bunga kepada TNI-Polri di Sudirman-Thamrin

    Megapolitan
    Jalan Depan Gedung Bawaslu Masih Ditutup

    Jalan Depan Gedung Bawaslu Masih Ditutup

    Megapolitan
    Menkes Imbau Sopir Kendaraan Angkutan Lebaran Berisitirahat Tiap 4 Jam

    Menkes Imbau Sopir Kendaraan Angkutan Lebaran Berisitirahat Tiap 4 Jam

    Megapolitan
    150.000 Kendaraan Diprediksi Melintasi Tol Trans Jawa Setiap Hari Saat Musim Mudik

    150.000 Kendaraan Diprediksi Melintasi Tol Trans Jawa Setiap Hari Saat Musim Mudik

    Megapolitan
    Cerita Rajab Bisa Kembali Berjualan Setelah Bertemu Jokowi

    Cerita Rajab Bisa Kembali Berjualan Setelah Bertemu Jokowi

    Megapolitan
    Sandiaga Sebut Ada 50 Persen TPS yang Menyimpang Berdasarkan Laporan Masyarakat

    Sandiaga Sebut Ada 50 Persen TPS yang Menyimpang Berdasarkan Laporan Masyarakat

    Megapolitan
    Pemudik Menggunakan Kereta Api Diprediksi Meningkat 3,9 Persen

    Pemudik Menggunakan Kereta Api Diprediksi Meningkat 3,9 Persen

    Megapolitan
    Pria dalam Video Viral Dipukuli Polisi Bukan Harun Rasyid...

    Pria dalam Video Viral Dipukuli Polisi Bukan Harun Rasyid...

    Megapolitan
    Bambang Widjojanto Sebut soal Rezim Korup, Sandiaga: Ini Bentuk Kekhawatiran Masyarakat

    Bambang Widjojanto Sebut soal Rezim Korup, Sandiaga: Ini Bentuk Kekhawatiran Masyarakat

    Megapolitan

    Close Ads X