Pengacara Rasyid Punya Banyak Keberatan atas Dakwaan

Kompas.com - 14/02/2013, 12:44 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengacara Rasyid Amirullah Rajasa, terdakwa kasus kecelakaan maut di Tol Jagorawi Km 3+335, mengaku memiliki banyak keberatan terhadap dakwaan jaksa penuntut umum. Namun, tanggapan diungkapkan kuasa hukum pada agenda sidang selanjutnya.

"Kami memiliki begitu banyak keberatan material terhadap isi dakwaan jaksa," ujar Riri Purbasari Dewi, kuasa hukum Rasyid Rajasa, melalui siaran pers, Kamis (14/2/2013) siang.

Meski demikian, lanjut Riri, tanggapan terhadap dua dakwaan jaksa penuntut umum tersebut tidak akan diungkapkan dalam sidang perdana atau sidang kedua. Tanggapan akan dilakukan kuasa hukum pada sidang selanjutnya yang mengagendakan pleidoi atau pembelaan terdakwa.

Emilwan Ridwan, satu dari enam jaksa penuntut umum dalam sidang tersebut, mengatakan, akan ada 27 orang saksi yang akan hadir dalam sidang putra Menteri Koordinator Perekonomian RI Hatta Rajasa tersebut. Di antara 27 saksi itu, enam saksi yakni saksi ahli.

"Jumlah saksi seluruhnya ada 27 orang, di antaranya saksi fakta dan pidana dua orang, saksi teknis dua orang, dan dari RS Polri dua orang," ujarnya.

Dalam sidang perdana, JPU mencantumkan dua dari tiga dakwaan yang disangkakan polisi, yakni Pasal 310 Ayat 4 Subsider Pasal 310 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman pidana selama enam tahun penjara. Adapun dakwaan kedua yakni Pasal 310 Ayat 2 Undang-Undang Lalu Lintas Angkutan Jalan.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

    Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

    Megapolitan
    Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

    Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

    Megapolitan
    Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

    Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

    Megapolitan
    Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

    Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

    Megapolitan
    Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai  Ancaman

    Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai Ancaman

    Megapolitan
    Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

    Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

    Megapolitan
    Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

    Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

    Megapolitan
    PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

    PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

    Megapolitan
    Volume Penumpang KA Bandara Soekarno-Hatta Naik 93 persen

    Volume Penumpang KA Bandara Soekarno-Hatta Naik 93 persen

    Megapolitan
    Kekhawatiran Orangtua di Bekasi Saat Izinkan Anak Kembali Belajar di Sekolah

    Kekhawatiran Orangtua di Bekasi Saat Izinkan Anak Kembali Belajar di Sekolah

    Megapolitan
    Hati-hati Anggota Gadungan, Masyarakat Diminta Konfirmasi ke BNN jika Kerabatnya Ditangkap

    Hati-hati Anggota Gadungan, Masyarakat Diminta Konfirmasi ke BNN jika Kerabatnya Ditangkap

    Megapolitan
    Gugus Tugas Tangsel Pastikan Rumah Lawan Covid-19 Tak Ditutup Selama Pandemi Belum Berakhir

    Gugus Tugas Tangsel Pastikan Rumah Lawan Covid-19 Tak Ditutup Selama Pandemi Belum Berakhir

    Megapolitan
    Pulang dari Rumah Sakit, Pasien Sembuh Covid-19 Tidak Boleh Langsung Berkeliaran

    Pulang dari Rumah Sakit, Pasien Sembuh Covid-19 Tidak Boleh Langsung Berkeliaran

    Megapolitan
    Empat Anggota BNN Gadungan Sekap Remaja atas Tuduhan Narkoba, Orangtua Diperas Rp 20 Juta

    Empat Anggota BNN Gadungan Sekap Remaja atas Tuduhan Narkoba, Orangtua Diperas Rp 20 Juta

    Megapolitan
    Politisi Gerindra Nilai Ganjil Genap di Jakarta Kontra Produktif

    Politisi Gerindra Nilai Ganjil Genap di Jakarta Kontra Produktif

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X