Kuasa Hukum Rasyid Tuding Andil Pihak Lain

Kompas.com - 18/02/2013, 16:26 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum Rasyid Rajasa, Ananta Budiartika, menyebut kecelakaan di Tol Jagorawi yang menewaskan dua orang, bukan hanya kesalahan kliennya saja. Dia menyimpulkan kelalaian dari pihak lain.

Menurutu Ananta, hal itu disimpulkannya dari berbagai keterangan saksi di sidang kedua. "Ini kelalaian, bukan kelalaian pribadi, termasuk pihak lain juga, ini kelalaian semua pihak," ujarnya seusai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (18/2/2013).

Kuasa hukum Rasyid lainnya, Riri Purbasari Dewi, dalam persidangan memang sempat menanyakan terkait latar belakang mobil Daihatsu Luxio milik Frans. Dia menanyakan soal izin trayek angkutan Daihatsu Luxio tersebut serta modifikasi posisi bangku tempat duduk yang dilakukan oleh Frans.

"Enggak ada (izin trayek dan izin memodifikasi bangku mobil)," jawab Frans sambil tertunduk.

Sementara humas Pengadilan Negri Jakarta Timur Janiko MH Girsang mengatakan, semua fakta yang hadir dalam persidangan akan menjadi fakta hukum yang akan dikaitkan dengan alat bukti lainnya hingga berujung pada penentuan hukuman.

"Bantahannya Rasyid (soal tidak mengantuk) juga fakta persidangan. Ini dijadikan hakim membuat keputusan," ujarnya.

Sebelumnya, dalam agenda mendengarkan keterangan saksi, empat saksi yakni, Frans Joner Sirait (sopir Daihatsu Luxio), Enung dan Eman (orangtua korban meninggal atas nama Raihan) serta Supriyanti (penumpang korban luka) menceritakan kesaksian versi masing-masing.

Fakta persidangan yang didapatkan oleh saksi Frans Joner, mobil Daihatsu Luxio F 1622 CY yang dikendarainya adalah mobil sewaan dengan tarif Rp 10.000 per penumpang. Frans biasa menempuh rute Jakarta ke Bogor, Jawa Barat.

Hari saat kejadian tersebut berlangsung, yakni 1 Januari 2013, tepatnya pukul 05.45 WIB, Frans mengaku mengangkut 10 penumpang yang terdiri dari satu orang di bangku depan, tiga orang di bangku tengah dan lima orang di bangku belakang dengan posisi duduk berhadap-hadap. Memasuki Tol Jagorawi, mobil Frans melaju dengan kecepatan sekitar 90 km/jam di lajur paling kanan.

Tiba-tiba, ia merasa mobilnya mengalami benturan dari arah belakang hingga oleng. Mobilnya pun berhenti di lajur paling kiri.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

    Sering Tawuran dan Membegal, Anggota Geng Motor 'Maju Kena Mundur Kena' Diciduk Polisi

    Megapolitan
    Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

    Wanita Tewas di Margonda Residence Depok, Polisi Temukan Palu

    Megapolitan
    Operasi Patuh Jaya, Pengedara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

    Operasi Patuh Jaya, Pengedara Motor Dominasi Pelanggaran di Jakarta Timur

    Megapolitan
    Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

    Tipu Pencari Kerja, ASN Kota Tangerang Beraksi Bersama Tiga Oknum Lain

    Megapolitan
    Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

    Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

    Megapolitan
    Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

    Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

    Megapolitan
    Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

    Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

    Megapolitan
    Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai  Ancaman

    Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai Ancaman

    Megapolitan
    Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

    Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

    Megapolitan
    Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

    Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

    Megapolitan
    PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

    PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

    Megapolitan
    Volume Penumpang KA Bandara Soekarno-Hatta Naik 93 persen

    Volume Penumpang KA Bandara Soekarno-Hatta Naik 93 persen

    Megapolitan
    Kekhawatiran Orangtua di Bekasi Saat Izinkan Anak Kembali Belajar di Sekolah

    Kekhawatiran Orangtua di Bekasi Saat Izinkan Anak Kembali Belajar di Sekolah

    Megapolitan
    Hati-hati Anggota Gadungan, Masyarakat Diminta Konfirmasi ke BNN jika Kerabatnya Ditangkap

    Hati-hati Anggota Gadungan, Masyarakat Diminta Konfirmasi ke BNN jika Kerabatnya Ditangkap

    Megapolitan
    Gugus Tugas Tangsel Pastikan Rumah Lawan Covid-19 Tak Ditutup Selama Pandemi Belum Berakhir

    Gugus Tugas Tangsel Pastikan Rumah Lawan Covid-19 Tak Ditutup Selama Pandemi Belum Berakhir

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X