Kompas.com - 18/02/2013, 16:53 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo baru saja meninjau proses pengerukan di Sungai Pakin, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (18/2/2013). Ia mengatakan, pengerukan yang dimodali oleh bantuan swasta ini dilakukan untuk menjadi contoh sebelum semua sungai dikeruk menggunakan APBD yang akan segera dicairkan oleh Kementerian Dalam Negeri.

"Ini buat contoh dulu. Kan kita juga ngerti ini bantuan, ada yang batu, ada yang bantu alat berat. Kita minta secukupnya saja. Nanti APBD masuk langsung dialihkan. Kita kasih contoh, ini lho sungai yang benar dan bersih," kata Jokowi di Penjaringan, Jakarta Utara.

Mantan Wali Kota Surakarta ini menjelaskan, Sungai Pakin akan dikeruk sampai kedalamannya mencapai lima meter. Sedimentasi yang mengendap akan dibuang, atau diberikan pada pihak yang mau mengelolanya.

Pengerukan sungai ini menjadi momentum dimulainya program normalisasi sungai. Hal ini dilakukan supaya aliran air ke Waduk Pluit dapat lebih lancar.

"Karena sungai ini airnya berasal dari seluruh kota, masuk sini semua. Kalau enggak lancar nanti kejadian seperti kemarin (banjir). Sungainya sudah dalam posisi ideal, tapi enggak pernah ada pemeliharaan puluhan tahun enggak pernah diapa-apain," ujarnya.

Pengerukan sungai merupakan salah satu program unggulan Jokowi yang masuk dalam program normalisasi sungai. Di sejumlah titik, selain menambah kedalaman, sungai-sungai juga akan diperlebar sekitar 25-50 meter di kedua sisinya.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X