Kompas.com - 22/02/2013, 23:47 WIB
Penulis Imanuel More
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera menghentikan bantuan makanan untuk penghuni rumah susun sederhana Marunda. Penghentian suplai makanan dilakukan untuk memandirikan para penghuni sekaligus mendorong pemanfaatan perabot dapur yang sudah dibagikan pula.

"Hari ini kami sudah umumkan kepada warga rusun bahwa bantuan makanan akan dihentikan mulai tanggal 28 Februari nanti," kata Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Utara Ika Lestari Aji saat dihubungi Kompas.com, Jumat (22/2/2013) malam.

Ika menjelaskan, selama ini Sudin Sosial Jakarta Utara membuka dapur umum di Blok 7 Cluster B. Dapur umum tersebut menyediakan bantuan makanan harian untuk warga yang baru direlokasi dari sekitar Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Dalam sehari, makanan berupa nasi bungkus dan air mineral dibagikan secara gratis kepada 446 kepala keluarga (KK) sesuai jumlah anggota keluarga masing-masing.

"Tujuannya ialah untuk mengaktifkan bantuan lain berupa peralatan dapur yang sudah dibagikan juga kepada penghuni," kata Ika.

Bantuan berupa kompor gas dan aneka perlengkapan dapur dan rumah tangga, termasuk kulkas, telah dibagikan kepada tiap KK di Rusun Marunda. Supaya peralatan yang telah dibagikan dapat dimanfaatkan, terutama perlengkapan memasak dan makan, bantuan nasi bungkus dihentikan. Selain itu, penghentian bantuan makanan ini ditujukan agar para penghuni dapat mandiri.

"Tapi, itu tidak berarti kami menutup penuh dapur umum karena kami tahu ada beberapa KK yang belum mendapatkan pekerjaan," ujar Ita.

Ita mengatakan masih tetap membuka bantuan makanan untuk penghuni yang masih membutuhkan. Selain itu, masih disalurkan berbagai bentuk bantuan langsung dari masyarakat dan subsidi dari pemerintah. Oleh karena itu, penghuni rusun diharapkan tidak berkecil hati dengan penghentian bantuan makanan yang akan dilakukan.

"Masih ada waktu seminggu bagi warga untuk mempersiapkan diri. Dapur umum masih akan standby untuk melihat perkembangan yang terjadi kemudian," kata Ita.

Penghuni rusun sejak awal mendapatkan bantuan makanan harian. Tiga kali sehari makanan dibagikan kepada warga dengan jumlah mencapai seribu bungkus makanan. Bahkan, di saat stok makanan berlebihan, pembagian bisa terjadi hingga empat kali.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.