Polda Metro: RS Polri Tidak Profesional

Kompas.com - 27/02/2013, 22:29 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Rumah Sakit Polri Bhayangkara Raden Said Sukamto dituding tak profesional dalam menangani proses visum F, bocah tujuh tahun yang disodomi oknum polisi dan seorang rekannya, beberapa waktu lalu. Hal itu dikarenakan hasil visum yang dikeluarkan tenaga medis rumah sakit tersebut tak sesuai kenyataan.

"Petugas kesehatannya tidak profesional. Setelah fakta digelar kembali di RSCM, baru disimpulkan memang terjadi kekerasan seksual," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto kepawa wartawan di Mapolres Metro Jakarta Timur, Rabu (27/2/2013).

Menurut Rikwanto, tenaga medis yang kala itu menangani visum bocah malang tersebut tidak mendalami betul kondisi-kondisi yang ada pada tubuh korban. Padahal, setelah divisum ulang ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada keesokan harinya terdapat fakta bahwa F telah menjadi korban sodomi.

Terkait dengan salah satu tersangka sodomi yakni oknum anggota kepolisian, Rikwanto membantah jika ada intervensi antara oknum polisi tersebut terhadap hasil visum di Rumah Sakit Polri Bhayangkara Raden Said Sukamto. "Tidak ada demikian, memang human error," katanya.

Kasus sodomi terhadap F bermula dari pengakuannya kepada orangtua bahwa ia kerap merasakan sakit saat buang air besar. Orangtua yang curiga pun mendesak korban untuk mengakui kejadian yang menimpanya. Terbukti, korban menunjuk EK dan S sebagai pelaku perbuatan bejat tersebut. EK diketahui merupakan oknum polisi berpangkat Briptu dan S sehari-hari diketahui sebagai pekerja bangunan.

Orangtua bocah itu melaporkan ke PPA Polres Metro Jakarta Timur, Kamis (21/2/2013). F juga menjalani visum di RS Polri Bhayangkara Raden Said Sukamto. Namun, hasil visum menunjukkan bahwa F negatif korban kekerasan seksual.

Keesokan harinya, korban direkomendasikan visum ulang di RSCM dan hasilnya F positif jadi korban sodomi. Unit I Resmob Polres Metro Jakarta Timur pun menangkap dua orang tersangka dari rumah masing-masing tanpa perlawanan yang berarti.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara serta ancaman pemecatan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Polemik THR TGUPP, Sekda DKI: Bukan THR, tetapi Uang Apresiasi

Soal Polemik THR TGUPP, Sekda DKI: Bukan THR, tetapi Uang Apresiasi

Megapolitan
4 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Cisalak Ditutup Sementara

4 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Cisalak Ditutup Sementara

Megapolitan
Sekda DKI Sebut Hak Keuangan TGUPP Juga Dipangkas 25 Persen Seperti PNS

Sekda DKI Sebut Hak Keuangan TGUPP Juga Dipangkas 25 Persen Seperti PNS

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Gaji Pasukan Oranye hingga Pasukan Biru Tak Dipotong

Pandemi Covid-19, Gaji Pasukan Oranye hingga Pasukan Biru Tak Dipotong

Megapolitan
Bekasi Jelang New Normal, Positif Covid-19 Ada 298 Kasus

Bekasi Jelang New Normal, Positif Covid-19 Ada 298 Kasus

Megapolitan
Dibuka Lagi, Pelayanan SIM di Daan Mogot Dipadati Ratusan Warga

Dibuka Lagi, Pelayanan SIM di Daan Mogot Dipadati Ratusan Warga

Megapolitan
UPDATE 30 Mei: Bertambah 100 Kasus, Total 7.153 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

UPDATE 30 Mei: Bertambah 100 Kasus, Total 7.153 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

Megapolitan
PSBB Berakhir pada 4 Juni, Kabupaten Bekasi Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru

PSBB Berakhir pada 4 Juni, Kabupaten Bekasi Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru

Megapolitan
Pemprov DKI: Banyak Permohonan SIKM untuk ART yang Ditolak

Pemprov DKI: Banyak Permohonan SIKM untuk ART yang Ditolak

Megapolitan
Soal New Normal di Mal, Pengelola Siap Ikuti Aturan Pemerintah

Soal New Normal di Mal, Pengelola Siap Ikuti Aturan Pemerintah

Megapolitan
Kronologi 14 Warga Tambora Jadi ODP Covid-19 hingga Dukungan dari Tetangga

Kronologi 14 Warga Tambora Jadi ODP Covid-19 hingga Dukungan dari Tetangga

Megapolitan
Pengajuan SIKM Membeludak, Pemprov DKI: Banyak Warga yang Kurang Bijak

Pengajuan SIKM Membeludak, Pemprov DKI: Banyak Warga yang Kurang Bijak

Megapolitan
Satpol PP DKI: Kami Tindak 97,8 Persen Laporan Pelanggaran PSBB

Satpol PP DKI: Kami Tindak 97,8 Persen Laporan Pelanggaran PSBB

Megapolitan
Dua Pemuda Berboncengan Motor Tewas Setelah Menabrak Mobil

Dua Pemuda Berboncengan Motor Tewas Setelah Menabrak Mobil

Megapolitan
7 Pemudik Lolos Tanpa SIKM, Dishub Perketat Check Point di Jakarta Selatan

7 Pemudik Lolos Tanpa SIKM, Dishub Perketat Check Point di Jakarta Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X