Napas Baru Warga Rusun Marunda

Kompas.com - 07/03/2013, 06:23 WIB
|
EditorA. Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada suasana berbeda di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Marunda, Jakarta Utara. Suasana yang biasanya dipenuhi ketegangan, dan kekisruhan, kini sedikit terbendung. Tepuk tangan dan sorak riuh terdengar saat iring-iringan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tiba di lokasi tersebut, Rabu (6/3/2013) sore.

Ya, kedatangan mantan Wali Kota Surakarta itu memang sudah direncanakan dan terendus oleh warga sebelumnya. Jokowi sengaja datang untuk memberikan arahan pada 250 warga penghuni rusun yang disalurkan dan akan mulai bekerja di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) mulai hari ini, Kamis (7/3/2013). Nampak juga di lokasi dan telah hadir lebih dulu, Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono, dan Direktur Utama KBN Sattar Taba.

Dalam sambutannya, Sattar Taba menyampaikan bahwa secara bertahap pihaknya siap menampung warga penghuni rusun Marunda untuk dipekerjakan di berbagai perusahaan-perusahaan KBN. Untuk tahap awal, 250 warga akan disalurkan ke dua tempat berbeda. Sebanyak 100 orang di KBN Marunda, dan sisanya di KBN Cakung. Semuanya akan diuji coba bekerja selama tiga bulan sebagai cleaning service dengan upah perharinya sebesar Rp 79.000.

Dalam tiga bulan itu akan dilakukan evaluasi kepada masing-masing warga pekerja dan diputuskan apakah kerja sama kerja dilanjut, dipromosikan, atau diputus. "Setelah tiga bulan kita akan nilai, ada yang akan mengikuti diklat dan bisa naik sebagai operator, atau driver. Kita lihat kompetensinya di mana," kata Sattar.

Menguatkan itu, Jokowi juga memberikan pesan agar para warga yang telah diberi kesempatan bekerja untuk memanfaatkannya dengan baik. Hal itu harus ditunjukkan dengan etos kerja yang menonjol, disiplin, dan menuruti perintah atasan. "Yang malas dipecat saja, enggak apa-apa. Ini bener lho, nanti jangan demo ke saya," ujar Jokowi.

Setiap harinya, delapan unit bus pariwisata siap mengantar jemput 250 warga rusun Marunda yang bekerja di KBN. Tiga unit bus untuk mereka yang bekerja di KBN Marunda, dan lima unit bus untuk mereka yang bekerja di KBN Cakung. Agar tidak berebut dan menimbulkan friksi, masing-masing warga rusun yang bekerja di KBN diberi selembar kupon untuk mengetahui bus mana yang bisa mereka tumpangi. Bus A,B, dan C untuk KBN Marunda, dan bus D,E,F,G,H yang beroperasi ke KBN Cakung. Seluruh bus itu standby sejak pukul 06.00 WIB, dan mulai berangkat pukul 07.00 WIB.

Ditemui di sekitar rusun, Ela (23) dan Sartika (32), dengan wajah berseri-seri mengaku senang dengan kesempatan bekerja yang diperolehnya. Terlebih upah yang dijanjikan dinilai keduanya sangat layak dan bisa menambah atau mencukupi keperluan pribadi dan keluarganya.

Ela dan Sartika adalah warga Muara Baru yang terkena dampak banjir. Keduanya lalu direlokasi ke Blok 6, lantai 3, rusun Marunda, sejak beberapa bulan lalu. Ela akan bekerja di KBN Cakung, dan Sartika di Marunda.

"Oh iya siap dong, namanya dikasih kesempatan. Mudah-mudahan enggak kejebak macet, kita takut terlambat gara-gara macet," kata Ela penuh semangat.

Penyaluran warga penghuni rusun ke tempat kerja merupakan turunan dari program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ke depan, rencana besarnya adalah mendekatkan penghuni rusun dengan tempat kerjanya. Langkah menyalurkan 250 warga rusun Marunda ke KBN Marunda dan Cakung adalah embrio dari rencana besar tersebut.

Dalam dua tahun ini, KBN bertekad membuka 20.000 lapangan kerja di berbagai bidang dengan membangun KBN baru di dekat rusun Marunda. Proyek itu akan segera dieksekusi, dan diharap nampak hasilnya di dua tahun mendatang.

Rusun Marunda memiliki 26 blok yang terbagi dalam tiga cluster, A, B, dan cluster C. Cluster A dan B milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sedangkan cluster C dibangun oleh Kementerian Perumahan Rakyat yang pengelolaannya diserahkan ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Cluster A dan B masing-masing memiliki 11 blok, lalu cluster C memiliki empat blok. Tiap blok terdiri dari 100 unit rusun, sehingga total unit di rusun Marunda mencapai 2.600 unit atau bisa dihuni oleh 2.600 kepala keluarga.

Dari data terakhir, baru 1.000 unit rusun yang layak dan telah dihuni. Masing-masing dari lima blok yang berada di cluster A dan B. Bila rencana Pemerintah Provinsi DKI dan pihak KBN bisa terealisasi, maka warga rusun Marunda dipastikan mendapat napas baru, untuk mendapat hak hidup yang lebih layak. Semoga.

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    14 Orang yang Dikarantina di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan, Salah satunya Istri Lurah di Tangsel

    14 Orang yang Dikarantina di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan, Salah satunya Istri Lurah di Tangsel

    Megapolitan
    UPDATE Covid-19 6 Juni: 271 Positif, 36 Meninggal, 89 Sembuh di Tangsel

    UPDATE Covid-19 6 Juni: 271 Positif, 36 Meninggal, 89 Sembuh di Tangsel

    Megapolitan
    Kantor, Mal, hingga Stasiun dan Terminal di Jakarta Wajib Siapkan Parkir Khusus Sepeda saat PSBB Transisi

    Kantor, Mal, hingga Stasiun dan Terminal di Jakarta Wajib Siapkan Parkir Khusus Sepeda saat PSBB Transisi

    Megapolitan
    PSBB Transisi di Jakarta, Begini Protokol yang Akan Diterapkan Mal Central Park

    PSBB Transisi di Jakarta, Begini Protokol yang Akan Diterapkan Mal Central Park

    Megapolitan
    [UPDATE] Covid-19 6 Juni di Depok: 1 Kasus Baru, 1 Suspect Meninggal Dunia

    [UPDATE] Covid-19 6 Juni di Depok: 1 Kasus Baru, 1 Suspect Meninggal Dunia

    Megapolitan
    Sempat Dirawat 3 Hari di ICU, Paranormal Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia

    Sempat Dirawat 3 Hari di ICU, Paranormal Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia

    Megapolitan
    UPDATE 6 Juni: Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Bertambah 102 Orang

    UPDATE 6 Juni: Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Bertambah 102 Orang

    Megapolitan
    Sistem Ganjil Genap Belum Berlaku Pekan Depan, Dishub Tunggu Sepekan PSBB Transisi

    Sistem Ganjil Genap Belum Berlaku Pekan Depan, Dishub Tunggu Sepekan PSBB Transisi

    Megapolitan
    Gereja Katedral Jakarta Akan Dibuka Setelah Siap dengan Protokol Kesehatan

    Gereja Katedral Jakarta Akan Dibuka Setelah Siap dengan Protokol Kesehatan

    Megapolitan
    Tempat Karaoke hingga Spa Kembali Beroperasi, Ketua DPRD Nilai Pemkot Bekasi Tergesa-gesa

    Tempat Karaoke hingga Spa Kembali Beroperasi, Ketua DPRD Nilai Pemkot Bekasi Tergesa-gesa

    Megapolitan
    PSBB Transisi, Anak-anak dan Ibu Hamil Dilarang Masuk Monas

    PSBB Transisi, Anak-anak dan Ibu Hamil Dilarang Masuk Monas

    Megapolitan
    1.600 Warga Pondok Aren yang Belum Dapat Bantuan Terima Sembako dari Kemensos

    1.600 Warga Pondok Aren yang Belum Dapat Bantuan Terima Sembako dari Kemensos

    Megapolitan
    Operasional Transportasi Umum Dibatasi Saat PSBB Transisi di Jakarta, Ini Jadwalnya

    Operasional Transportasi Umum Dibatasi Saat PSBB Transisi di Jakarta, Ini Jadwalnya

    Megapolitan
    Ojol Boleh Beroperasi Mulai 8 Juni, Pengemudi Wajib Pakai Atribut dan Masker

    Ojol Boleh Beroperasi Mulai 8 Juni, Pengemudi Wajib Pakai Atribut dan Masker

    Megapolitan
    PSBB Transisi Jakarta, Aturan Ganjil Genap Tak Berlaku bagi Ojol

    PSBB Transisi Jakarta, Aturan Ganjil Genap Tak Berlaku bagi Ojol

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X