Cegah Kebakaran, Jokowi Desak PLN Putus Aliran Listrik Liar

Kompas.com - 14/03/2013, 06:54 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berjanji akan menemui PLN untuk meminta bantuan kontrol dan pemutusan aliran listrik ilegal. Hal ini kembali ia lontarkan menyusul terus terjadinya kebakaran akibat hubungan arus pendek alias korsleting listrik.

Rabu (13/3/2013) sore, seusai meninjau lokasi bekas kebakaran di Salemba, Jakarta Pusat, Joko Widodo alias Jokowi mengatakan banyak kasus kebakaran di Ibu Kota dipicu korsleting listrik dari instalasi tak resmi. Jika selama ini langkah pencegahan hanya dilakukan sebatas imbauan dan sosialisasi, Jokowi akan meminta PLN turun langsung ke lapangan, terutama di permukiman padat.

"Memang ini problemnya selalu dari (korsleting) listrik, selalu sama. Saya mau ketemu PLN supaya ada penataan jaringan (listrik), yang utama di permukiman padat. Bukan minta PLN untuk blusukan, tapi cek ke tiap rumah," kata Jokowi. Mantan Wali Kota Surakarta ini menegaskan, peristiwa kebakaran yang dipicu oleh korsleting aliran listrik akan terus terjadi selama sistem tidak diterapkan dengan benar.

Untuk itu, dalam waktu dekat, Jokowi akan menjadwalkan pertemuan dengan PLN untuk melakukan konsolidasi penertiban aliran listrik di permukiman padat. Harapannya, ke depan, kebakaran dapat dicegah atau minimal bisa berkurang jumlahnya secara signifikan. "Kami akan konsolidasi, (penertiban aliran) untuk kampung kumuh dan padat. Tapi jangan kampung yang ada di atas lahan sengketa, itu prioritas penataan kampung," ujar Jokowi.

Dalam dua pekan terakhir, terjadi sedikitnya tiga kebakaran hebat yang menghanguskan ratusan rumah warga dan bangunan lainnya. Pemicu semua kebakaran itu diduga berasal dari korsleting aliran listrik ilegal.

Pada Minggu (24/2/2013), peristiwa kebakaran terjadi di dua RT di RW 12 Kelurahan Pademangan Barat, Jakarta Utara. Sebanyak 147 bangunan di RT 08 dan RT 14 ludes akibat kebakaran tersebut. Sekitar 1.246 jiwa dari 413 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi sebagai imbas dari kebakaran hebat tersebut.

Selanjutnya, pada Selasa (12/3/2013), kebakaran kembali terjadi di permukiman padat penduduk di Jalan Bluntas Raya, Gang 1, RT 4, RW 5, Senen, Jakarta Pusat. Jumlah pengungsi mencapai lebih dari 200 jiwa, yang berasal dari 55 kepala keluarga yang tinggal di 25 rumah. Peristiwa kebakaran ini juga merenggut korban jiwa, yakni Didi Suhardi (48), yang meninggal dunia akibat tersengat listrik saat membantu proses pemadaman api.

Sehari setelahnya, Rabu (13/3/2013), belasan rumah di Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, yang menjadi sasaran amuk api. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang terjadi di tempat yang lebih dikenal sebagai lokalisasi Kalijodo itu, tetapi sekitar 15 rumah di Jalan Kepanduan II RT 04 RW 05, ludes terbakar.

Selain berkonsolidasi dengan PLN, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berencana menyebar unit motor pemadam kebakaran untuk mempercepat penanganan kebakaran. Motor-motor pemadam yang mampu menembus gang-gang sempit itu akan ditempatkan di permukiman padat.

Saat ini, proses pengadaan sepeda motor pemadam kebakaran ini sudah hampir memasuki tahap lelang. "Sudah dipercepat untuk lelang. Tapi, seenggaknya dalam bulan-bulan ini kami akan taruh (motor pemadam) yang kami punya, di tempat-tempat padat," ujar Jokowi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Total 298 Kantong Berisi Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air Diserahkan ke DVI Polri

UPDATE: Total 298 Kantong Berisi Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air Diserahkan ke DVI Polri

Megapolitan
UPDATE 16 Januari: Ada 4.275 Kasus Covid-19 di Tangsel, Tambah 37

UPDATE 16 Januari: Ada 4.275 Kasus Covid-19 di Tangsel, Tambah 37

Megapolitan
UPDATE: Tim SAR Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Terima 9 Kantong Temuan dari Bakamla dan KRI Kurau

UPDATE: Tim SAR Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Terima 9 Kantong Temuan dari Bakamla dan KRI Kurau

Megapolitan
Diduga Korsleting, Mobil Terbakar di Jalan Tol Layang Wiyoto Wiyono

Diduga Korsleting, Mobil Terbakar di Jalan Tol Layang Wiyoto Wiyono

Megapolitan
UPDATE Sabtu Sore: Basarnas Terima 17 Kantong Jenazah Potongan Tubuh dan Sekantong Barang Pribadi Korban Sriwijaya Air

UPDATE Sabtu Sore: Basarnas Terima 17 Kantong Jenazah Potongan Tubuh dan Sekantong Barang Pribadi Korban Sriwijaya Air

Megapolitan
3.536 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, Tertinggi Selama Pandemi

3.536 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
KPAI Minta Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Jakarta Barat Dihukum Berat

KPAI Minta Pelaku Pencabulan Anak Tiri di Jakarta Barat Dihukum Berat

Megapolitan
Pramugari Korban Sriwijaya Air Dikenang Rekannya sebagai Sosok yang Mengayomi dan Humoris

Pramugari Korban Sriwijaya Air Dikenang Rekannya sebagai Sosok yang Mengayomi dan Humoris

Megapolitan
Positif Covid-19, 79 Penghuni Panti Yayasan Tri Asih di Kebon Jeruk Jalani Isolasi Mandiri

Positif Covid-19, 79 Penghuni Panti Yayasan Tri Asih di Kebon Jeruk Jalani Isolasi Mandiri

Megapolitan
Ajakan Terbang Bareng yang Tak Pernah Terwujud...

Ajakan Terbang Bareng yang Tak Pernah Terwujud...

Megapolitan
Tangis Haru dan Kumandang Salawat Sambut Jenazah Pramugari Korban Sriwijaya Air

Tangis Haru dan Kumandang Salawat Sambut Jenazah Pramugari Korban Sriwijaya Air

Megapolitan
Kisah Perjuangan Pedagang Tanaman Hias di Depok hingga Dapat Barter Rumah Rp 500 Juta

Kisah Perjuangan Pedagang Tanaman Hias di Depok hingga Dapat Barter Rumah Rp 500 Juta

Megapolitan
Masuk Hari Ke-8, Tim SAR Fokus Cari 3 Obyek Pencarian Sriwijaya Air 182

Masuk Hari Ke-8, Tim SAR Fokus Cari 3 Obyek Pencarian Sriwijaya Air 182

Megapolitan
Tangis Keluarga Pramugari Korban Sriwijaya Air, Sang Ayah Terus Pandangi Peti Jenazah Putrinya

Tangis Keluarga Pramugari Korban Sriwijaya Air, Sang Ayah Terus Pandangi Peti Jenazah Putrinya

Megapolitan
5.563 KK di Kepulauan Seribu Akan Terima BST Rp 300.000 Mulai 25 Januari

5.563 KK di Kepulauan Seribu Akan Terima BST Rp 300.000 Mulai 25 Januari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X