Bukan Cuma Sekali Vina Dipukul Ibu Tiri

Kompas.com - 17/03/2013, 22:15 WIB
|
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Mapolresta Tangerang sudah memeriksa enam orang saksi terkait kematian DL alias Vina (5) yang didorong hingga terbentur kepalanya oleh DS (19) yang merupakan ibu tirinya.

Para saksi tersebut yaitu Agus Wasito (36) yang merupakan ayah korban, tiga orang tetangga korban yaitu Pipin Sopiah (45), Kurnia Endang (21) dan Adang (40). Menurut

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Tangerang Komisaris Shinto Silitonga, berdasarkan keterangan para saksi Vina memang kerap mendapat tindak kekerasan dari sang ibu tiri.

"Ayahnya pernah melihat tersangka memukul dan mencubit korban, serta melihat bekas-bekas luka lebam pada muka, perut dan tangan korban," kata Shinto pada Kompas.com, Minggu (17/3/2013).

Adapun keterangan dari para tetangga menyebutkan bahwa mereka pernah mendengar teriakan DS, serta suara gaduh dan tangisan Vina di rumahnya di Perumahan Binong, Curug, Tangerang.

Vina meninggal pada hari Sabtu (16/3/2013) siang kemarin setelah sempat dipukul dan didorong oleh DS.

Kejadian ini bermula saat DS membangunkan Vina, namun ditanggapi secara malas-malasan oleh Vina. DS yang kesal lalu menampar bocah malang tersebut agar mau bangun dan mandi.

Saat di kamar mandi, DS mendorong Vina yang saat itu posisinya tengah berhadapan dengan dirinya sehingga Vina terjatuh membentur lantai. Akibat benturan tersebut, Vina mengalami kejang dan segera dibawa ke tempat tidur dan diberi minyak angin.

Namun karena tidak sadarkan diri, Vina pun dilarikan ke RS Siloam dan mendapat penanganan. Sayangnya nyawa bocah ini tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal pada pukul 11.52 WIB.

Jenazah Vina kini masih berada dalam proses visum di RSUD Tangerang. Rencananya, Vina akan dimakamkan di pemakaan umum di Kampung Sidoharjo, Kelurahan Pringsewu, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Adapun DS sudah dijadikan tersangka dan ditahan di Mapolresta Tangerang. Terkait pemeriksaan DS, Shinto menjelaskan bahwa saat ini kondisi DS masih belum stabil dan sering pingsan sehingga penyidikan awal harus dihentikan.

Sekitar pukul 22.00, Sabtu, tersangka sudah dibawa ke RS Harapan Mulia dan Minggu siang sekitar pukul 13.00 pemeriksaan dilanjutkan. Namun tersangka harus diinfus karena kekurangan cairan.

Atas perbuatannya tersebut DS terancam jerat Pasal 44 Ayat 3 Undang-undang Kekerasan dalam Rumah Tangga dan Pasal 80 Ayat 3 Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara 10 tahun.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Upaya Bioskop Bangkit Lagi meski Dibatasi Aturan-aturan Menonton Saat Pandemi

Upaya Bioskop Bangkit Lagi meski Dibatasi Aturan-aturan Menonton Saat Pandemi

Megapolitan
Pemprov DKI Kejar Target Tingkatkan Tes Covid-19 hingga 10.000 Orang Per Hari

Pemprov DKI Kejar Target Tingkatkan Tes Covid-19 hingga 10.000 Orang Per Hari

Megapolitan
Waspada Begal yang Mulai Mengincar Pesepeda di Jalan-jalan Protokol Jakarta...

Waspada Begal yang Mulai Mengincar Pesepeda di Jalan-jalan Protokol Jakarta...

Megapolitan
Bawaslu Catat Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Kampanye Pilkada Depok, Ini Kata Tim Pradi-Afifah

Bawaslu Catat Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Kampanye Pilkada Depok, Ini Kata Tim Pradi-Afifah

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Tangsel Sempat Melonjak, Wali Kota Airin: Itu Kasus Lama yang Baru Ter-input

Kasus Covid-19 di Tangsel Sempat Melonjak, Wali Kota Airin: Itu Kasus Lama yang Baru Ter-input

Megapolitan
10 Hari PSBB Transisi, Bagaimana Perbandingannya dengan Kasus Covid-19 Saat PSBB Ketat?

10 Hari PSBB Transisi, Bagaimana Perbandingannya dengan Kasus Covid-19 Saat PSBB Ketat?

Megapolitan
Pjs Wali Kota Sebut Depok Dapat Jatah 392.000 Vaksin Covid-19 pada Tahap Pertama

Pjs Wali Kota Sebut Depok Dapat Jatah 392.000 Vaksin Covid-19 pada Tahap Pertama

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Pasien Positif Covid-19 Loncat dari Ambulans dan Berbaur dengan Demonstran | UMP DKI Jakarta 2021 Kemungkinan Tak Naik

[POPULER JABODETABEK] Pasien Positif Covid-19 Loncat dari Ambulans dan Berbaur dengan Demonstran | UMP DKI Jakarta 2021 Kemungkinan Tak Naik

Megapolitan
Kesulitan RS Swasta di Bekasi Biayai Penanganan Covid-19 hingga Pinjam Uang ke Bank...

Kesulitan RS Swasta di Bekasi Biayai Penanganan Covid-19 hingga Pinjam Uang ke Bank...

Megapolitan
Universitas Indonesia Lantik 3 Wakil Rektor Baru Kemarin

Universitas Indonesia Lantik 3 Wakil Rektor Baru Kemarin

Megapolitan
Bioskop di Jakarta Dibuka, Warga Soroti Ketersediaan Film yang Diputar

Bioskop di Jakarta Dibuka, Warga Soroti Ketersediaan Film yang Diputar

Megapolitan
[UPDATE] Grafik Covid-19 21 Oktober: Depok Catat Total 6.456 Kasus sejak Maret

[UPDATE] Grafik Covid-19 21 Oktober: Depok Catat Total 6.456 Kasus sejak Maret

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta, Bogor, dan Depok Hujan Nanti Siang

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta, Bogor, dan Depok Hujan Nanti Siang

Megapolitan
APBD-P DKI Diproyeksikan Defisit 31,04 Persen akibat Covid-19

APBD-P DKI Diproyeksikan Defisit 31,04 Persen akibat Covid-19

Megapolitan
Wali Kota Tangsel: 69 Kasus Covid-19 yang Baru Tercatat merupakan Kasus Lama karena Pasien Tes Mandiri

Wali Kota Tangsel: 69 Kasus Covid-19 yang Baru Tercatat merupakan Kasus Lama karena Pasien Tes Mandiri

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X