Uang Perkara Rasyid Rp 2.000 Dibayar Negara

Kompas.com - 25/03/2013, 17:53 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Uang perkara sebesar Rp 2.000 dalam persidangan kasus kecelakaan maut di Tol Jagorawi atas terdakwa Rasyid Amrullah Rajasa tidak ditanggung oleh terdakwa. Uang tersebut ditanggung oleh negara berdasarkan permohonan sang kuasa hukum.

"Uang perkara kita, bukan kita yang bayar, tapi negara yang bayar," ujar Ananta Budiartika, seorang kuasa hukum Rasyid saat dihubungi Kompas.com, Senin (25/3/2013) sore.

Kebijakan tersebut merupakan salah satu dari lima poin permohonan kuasa hukum kepada majelis hakim dalam sidang terdahulu. Kuasa hukum meminta hakim untuk membebankan biaya sepanjang perkara kliennya kepada pemerintah.

Dalam sidang sebelumnya, kata Ananta, permohonan tersebut diajukan kepada majelis hakim atas dasar kliennya tak besalah dan kooperatif. Oleh sebab itu, majelis hakim pun harus mengedepankan moralitas dan integritas tinggi dalam memutuskan perkara.

Rasyid adalah tersangka kasus kecelakaan maut di Tol Jagorawi arah Bogor Km 3+335 pada 1 Januari 2013 pagi. Mobil BMW B 272 HR yang dikemudikan Rasyid menghantam Daihatsu Luxio F 1622 CY hingga dua penumpangnya, Harun (60) dan Raihan (1,5), meninggal dunia serta tiga orang lain luka-luka.

Rasyid dianggap terbukti melanggar Pasal 310 Ayat (4) dan Pasal 310 Ayat (2) Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 dengan vonis 5 bulan penjara dan denda Rp 12 juta dengan masa percobaan 6 bulan penjara. Putusan ini jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum, yakni 8 bulan kurungan penjara dengan masa percobaan 12 bulan dan tuntutan subsider 6 bulan kurungan penjara.

Berita terkait dapat dibaca dalam topik INSIDEN BMW MAUT DI JAGORAWI

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    [UPDATE] Covid-19 Depok 26 September: 89 Kasus Baru, Total 845 Pasien Masih Ditangani

    [UPDATE] Covid-19 Depok 26 September: 89 Kasus Baru, Total 845 Pasien Masih Ditangani

    Megapolitan
    Terjaring Razia Hotel, Seorang Kakek Janji Nikahi Pasangannya yang Berusia 22 Tahun

    Terjaring Razia Hotel, Seorang Kakek Janji Nikahi Pasangannya yang Berusia 22 Tahun

    Megapolitan
    Petugas Satpol PP Tersetrum saat Turunkan Baliho Paslon Pilkada Depok

    Petugas Satpol PP Tersetrum saat Turunkan Baliho Paslon Pilkada Depok

    Megapolitan
    Hilang Kendali karena Pecah Ban, Truk Terbalik di Serpong

    Hilang Kendali karena Pecah Ban, Truk Terbalik di Serpong

    Megapolitan
    UPDATE 26 September, 332 Pasien Covid-19 di Kota Bogor Masih Dirawat di RS

    UPDATE 26 September, 332 Pasien Covid-19 di Kota Bogor Masih Dirawat di RS

    Megapolitan
    Update 26 September: Bertambah 109, Kini Ada 2.466 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi

    Update 26 September: Bertambah 109, Kini Ada 2.466 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi

    Megapolitan
    UPDATE Covid-19 DKI Jakarta 26 September: 1.052 Kasus Baru, 2 Pasien Meninggal

    UPDATE Covid-19 DKI Jakarta 26 September: 1.052 Kasus Baru, 2 Pasien Meninggal

    Megapolitan
    Cuti Ikut Pilkada Tangsel 2020, Benyamin Kembalikan 3 Mobil dan Rumah Dinas

    Cuti Ikut Pilkada Tangsel 2020, Benyamin Kembalikan 3 Mobil dan Rumah Dinas

    Megapolitan
    Satpol PP Kesulitan, Banyak Warga Jakarta Cari Hiburan di Bekasi sejak PSBB

    Satpol PP Kesulitan, Banyak Warga Jakarta Cari Hiburan di Bekasi sejak PSBB

    Megapolitan
    Peringatan Dini BMKG: Hujan Lebat Guyur Bogor hingga Malam

    Peringatan Dini BMKG: Hujan Lebat Guyur Bogor hingga Malam

    Megapolitan
    Rumah Dijadikan Pabrik Ekstasi, Pengedar di Tangerang Sudah Produksi Selama Satu Bulan

    Rumah Dijadikan Pabrik Ekstasi, Pengedar di Tangerang Sudah Produksi Selama Satu Bulan

    Megapolitan
    Foto Viral Pengunjung Kafe Bekasi Berkerumun Tanpa Masker, Satpol PP Langsung Cek ke Lokasi

    Foto Viral Pengunjung Kafe Bekasi Berkerumun Tanpa Masker, Satpol PP Langsung Cek ke Lokasi

    Megapolitan
    Peredaran Ekstasi dari Rumah di Cipondoh Tangerang Dikendalikan Napi dalam Lapas

    Peredaran Ekstasi dari Rumah di Cipondoh Tangerang Dikendalikan Napi dalam Lapas

    Megapolitan
    Satpol PP Amankan Kakek dengan Perempuan Berusia 22 Tahun Saat Razia Hotel di Serpong

    Satpol PP Amankan Kakek dengan Perempuan Berusia 22 Tahun Saat Razia Hotel di Serpong

    Megapolitan
    Sama dengan di RSD Wisma Atlet, Begini Perawatan Pasien Covid-19 yang Isolasi di Hotel

    Sama dengan di RSD Wisma Atlet, Begini Perawatan Pasien Covid-19 yang Isolasi di Hotel

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X