Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 27/03/2013, 17:39 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menginginkan semua jalan di Ibu Kota menggunakan sistem jalan berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP). Untuk merealisasikan rencana tersebut, Pemprov DKI juga akan menggandeng bank untuk melakukan investasi, sehingga bank juga akan meraup keuntungan.

"Semua jalur di Jakarta. Kalau bank mau investasi, bank juga akan untung kan," kata Basuki, di Balaikota Jakarta, Rabu (27/3/2013). Dia mengatakan Pemprov DKI Jakarta akan bertemu kembali dengan Bank Indonesia untuk koordinasi mengajak bank-bank lainnya investasi, seperti ketika bekerja sama dalam pelayanan e-ticketing Transjakarta.

Sistem pembayaran ERP akan menggunakan satelit, On Board Unit (OBU), dengan memotong uang yang ada di bank. Sistem ERP dengan OBU ini, kata Basuki, menyerupai kartu kredit.

Pemilik mobil nantinya akan menerima tagihan dari sensor yang memantau OBU di dalam kendaraan. ERP ini juga telah dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI 2012-2017.

Menurut pria yang akrab disapa Ahok itu, ERP diyakini dapat mencegah mobil masuk ke Ibu Kota. "Tujuannya kan memang mencegah mobil masuk. Ini bisa kita lakukan, kita mau semuanya barengan. Makanya kita Pak Gubernur juga mau minta tambah seribu busway Transjakarta tahun ini," kata Basuki.

Pemprov DKI Jakarta saat ini belum dapat menerapkan ERP karena masih menunggu landasan hukum dari Kementerian Keuangan, terutama menyangkut retribusi daerah. Kebijakan itu juga harus mendapat dukungan hukum dari Kementerian Perhubungan dan hal itu sudah diatur dalam peraturan pemerintah tentang lalu lintas angkutan jalan.

Melalui penerapan kebijakan ERP ini, diharapkan dapat menambah pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari biaya yang dikenakan pada kendaraan yang memasuki satu kawasan. Pemasukan dari ERP akan dikembalikan ke masyarakat berupa perbaikan angkutan umum, sehingga ada subsidi silang dari para pengguna kendaraan pribadi untuk pengguna angkutan umum.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.