Wow, DKI Bakal Lelang Jabatan Wali Kota dan Bupati

Kompas.com - 28/03/2013, 10:20 WIB
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, apabila sistem seleksi dan promosi terbuka atau yang lebih dikenal dengan lelang jabatan di tingkat lurah dan camat berhasil mendapatkan perhatian masyarakat dan memperoleh birokrat terbaik, sistem itu juga akan dilaksanakan untuk jabatan wali kota dan bupati Kepulauan Seribu.

"Ya, ini kami sudah punya pemikiran, ada usulan mau mengisi bupati di Pulau Seribu. Kami mau lelang jabatan juga. Makanya, kami lagi kaji. Setelah lelang jabatan lurah camat, mungkin wali kota dan bupati," kata Basuki, di Balaikota Jakarta, Kamis (28/3/2013).

Menurut Basuki, wacana tersebut masih menunggu keputusan dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan menunggu hasil pelaksanaan sistem lelang jabatan, apakah berhasil atau tidak. Oleh karena itu, saat ditanyakan wartawan terkait waktu pelaksanaan lelang jabatan di tingkat wali kota dan bupati, Basuki masih belum mengetahuinya.

Terkait penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan dan Aparatur Negara (Kemenpan) atas pelayanan publik yang dinilai cukup, Basuki berterima kasih kepada pihak Kemenpan. Sebab, di masa jabatan Jokowi-Basuki yang baru berumur lima bulan, pelayanan publik di DKI sudah memperoleh hasil itu.

"Diberi penghargaan cukup, ya berarti lumayan. Terima kasih, berarti nanti kami pelajari kurangnya di mana," kata pria yang akrab disapa Ahok itu.

Sekadar informasi, Pemprov DKI akan segera melaksanakan sistem lelang jabatan atau yang kini dikenal dengan sebutan seleksi dan promosi jabatan terbuka. Sebagai uji coba, lelang jabatan akan disasar untuk jabatan lurah dan camat.

Pemprov DKI pun akan memulai pendaftaran sistem lelang jabatan pada awal April ini. Semua lurah dan camat yang masih aktif menjabat diperbolehkan mengikuti proses lelang jabatan, termasuk pegawai negeri sipil (PNS) fungsional dan struktural Pemprov DKI yang jumlahnya mencapai 44.970 orang.

Terdapat beberapa tahapan dalam proses lelang jabatan itu. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Struktural, untuk jabatan lurah, seorang PNS harus masuk dalam golongan terendah III B, tertinggi III D, dan memiliki eselon IV A.

Untuk jabatan camat, PNS harus masuk golongan terendah III D dan tertinggi IV B dengan minimum pendidikan sarjana S-1. Selain itu, lurah dan camat yang saat ini masih aktif menjabat juga diperbolehkan untuk mengikuti lelang jabatan.

Berita terkait, baca :

GEBRAKAN JOKOWI-BASUKI

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Remas Payudara Dua Perempuan, Seorang Pemuda di Depok Ditangkap Warga

    Remas Payudara Dua Perempuan, Seorang Pemuda di Depok Ditangkap Warga

    Megapolitan
    Lurah Cakung Timur Pastikan Libur Panjang Tak Hentikan Proses Normalisasi Kali Rawa Rengas

    Lurah Cakung Timur Pastikan Libur Panjang Tak Hentikan Proses Normalisasi Kali Rawa Rengas

    Megapolitan
    Contraflow di Tol Japek Diperpanjangan hingga KM 65 Arah Cikampek

    Contraflow di Tol Japek Diperpanjangan hingga KM 65 Arah Cikampek

    Megapolitan
    Pasien RSUD Tarakan Tewas Bunuh Diri, Petugas Damkar Gagal Menyelamatkan

    Pasien RSUD Tarakan Tewas Bunuh Diri, Petugas Damkar Gagal Menyelamatkan

    Megapolitan
    Terpeleset, Pemancing Tewas Tenggelam di Danau Bekas Tambang Pasir

    Terpeleset, Pemancing Tewas Tenggelam di Danau Bekas Tambang Pasir

    Megapolitan
    Dua Kelompok Tawuran di Jatinegara, Kapolsek: Diduga karena Saling Ejek

    Dua Kelompok Tawuran di Jatinegara, Kapolsek: Diduga karena Saling Ejek

    Megapolitan
    Rumah Kosong di Depok Ambruk Saat Hujan Deras dan Angin Kencang

    Rumah Kosong di Depok Ambruk Saat Hujan Deras dan Angin Kencang

    Megapolitan
    Hujan Deras, Jalan Wadas Raya di Pancoran Mas Depok Longsor

    Hujan Deras, Jalan Wadas Raya di Pancoran Mas Depok Longsor

    Megapolitan
    Dini Hari, Petugas Damkar Bersihkan Ceceran Tanah yang Membahayakan Pengendara

    Dini Hari, Petugas Damkar Bersihkan Ceceran Tanah yang Membahayakan Pengendara

    Megapolitan
    Libur Maulid Nabi, Arus Lalu Lintas di Jakarta Lengang

    Libur Maulid Nabi, Arus Lalu Lintas di Jakarta Lengang

    Megapolitan
    Menunggu Hasil Swab Test, 103 WNA Pencari Suaka di Tangsel Diminta Isolasi Mandiri

    Menunggu Hasil Swab Test, 103 WNA Pencari Suaka di Tangsel Diminta Isolasi Mandiri

    Megapolitan
    Sakit Stroke, Pasien 60 Tahun Tewas Setelah Lompat dari Lantai 5 RSUD Tarakan

    Sakit Stroke, Pasien 60 Tahun Tewas Setelah Lompat dari Lantai 5 RSUD Tarakan

    Megapolitan
    Pesepeda Hendak Dibegal di Kembangan, Ini Kronologinya

    Pesepeda Hendak Dibegal di Kembangan, Ini Kronologinya

    Megapolitan
    Warga Korban Banjir Sebut PT Khong Guan Janjikan CSR dan Pekerjaan

    Warga Korban Banjir Sebut PT Khong Guan Janjikan CSR dan Pekerjaan

    Megapolitan
    PT Khong Guan Tawar Setengah Nilai Ganti Rugi, Ini Respons Warga

    PT Khong Guan Tawar Setengah Nilai Ganti Rugi, Ini Respons Warga

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X