Sekolah di London Jadi Alasan Rasyid Tak Banding

Kompas.com - 03/04/2013, 13:07 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Rasyid Rajasa tidak ingin pendidikannya terganggu oleh proses hukumnya yang berlarut-larut. Oleh sebab itu, Rasyid tak mengajukan banding atas vonis percobaan hukuman 6 bulan.

"Kita tidak mau berlarut-larut terhambatnya kuliah Rasyid di London. Itu alasan utama kami dan klien kami tidak mengajukan banding," ujar Ananta Budiartika, kuasa hukum Rasyid, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (3/4/2013).

Menurut Ananta, proses hukum selama tiga bulan terakhir mulai dari kepolisian hingga di pengadilan saja telah menghambat pendidikan putra bungsu Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa tersebut. Sebab, Rasyid sampai harus mengulang dua semester masa kuliah lagi.

Meski demikian, Rasyid mengaku kondisi itu adalah bagian dari konsekuensi seseorang yang berhadapan dengan proses hukum. Oleh sebab itu, ia tidak ingin menyia-nyiakan vonis hakim yang memutuskan dirinya tidak ditahan dan hanya dikenakan masa percobaan.


"Yang penting sekarang bagaimana mempercepat pendidikan Rasyid di London, Inggris, dan dapat kembali ke Indonesia dan berbakti pada bangsa dan negara," ujarnya.

Rasyid menolak mengajukan banding atas vonis percobaan enam bulan yang diberikan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Kini Rasyid pun diharapkan tidak melakukan tindakan pidana yang menyebabkan vonis tak ditahannya, gugur di mata hukum, dan kembali diproses.

Rasyid adalah tersangka kasus kecelakaan maut di Tol Jagorawi arah Bogor Km 3+335 pada 1 Januari 2013 pagi. Mobil BMW B 272 HR yang dikemudikan Rasyid menghantam angkutan umum jenis Daihatsu Luxio F 1622 CY hingga dua penumpangnya, Harun (60) dan M Reihan (1,5), meninggal dunia serta tiga orang lainnya luka-luka.

Rasyid dianggap terbukti melanggar Pasal 310 Ayat (4) dan Pasal 310 Ayat (2) Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 dengan vonis 5 bulan penjara dan denda Rp 12 juta dengan masa percobaan 6 bulan penjara.

Putusan ini jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Jaksa menuntut Rasyid dengan 8 bulan kurungan penjara dengan masa percobaan 12 bulan dan tuntutan subsider 6 bulan kurungan penjara.

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Mobil Satpol PP Jakbar Lawan Arus dan Bikin Macet, Kasatpol Sebut Sedang Bawa Copet

    Mobil Satpol PP Jakbar Lawan Arus dan Bikin Macet, Kasatpol Sebut Sedang Bawa Copet

    Megapolitan
    Gara-gara Mobil Satpol PP Lawan Arus, Jalan Puri Kembangan Macet Panjang Sore Tadi

    Gara-gara Mobil Satpol PP Lawan Arus, Jalan Puri Kembangan Macet Panjang Sore Tadi

    Megapolitan
    Lutfi Alfian, Pemuda yang Sempat Viral Fotonya Saat Demo DPR Didakwa 3 Pasal Alternatif

    Lutfi Alfian, Pemuda yang Sempat Viral Fotonya Saat Demo DPR Didakwa 3 Pasal Alternatif

    Megapolitan
    Masih Direvitalisasi, Tak Ada Pagar Pembatas Antara Kali dan Trotoar di Dekat Kantor Wali Kota Jakbar

    Masih Direvitalisasi, Tak Ada Pagar Pembatas Antara Kali dan Trotoar di Dekat Kantor Wali Kota Jakbar

    Megapolitan
    Kasus Persekusi Anggota Banser Bermula dari Senggolan Sepeda Motor

    Kasus Persekusi Anggota Banser Bermula dari Senggolan Sepeda Motor

    Megapolitan
    Anggaran Belum Cair, Portal Pembatas di Dekat Halte Transjakarta Grogol Masih Rusak

    Anggaran Belum Cair, Portal Pembatas di Dekat Halte Transjakarta Grogol Masih Rusak

    Megapolitan
    Jaksa Sebut Lutfi Alfian Bukan Pelajar, Kenakan Seragam Hanya untuk Buat Onar

    Jaksa Sebut Lutfi Alfian Bukan Pelajar, Kenakan Seragam Hanya untuk Buat Onar

    Megapolitan
    Mobil Lexus hingga Fortuner Terjaring Razia Pajak Kendaraan di Parkiran Mal

    Mobil Lexus hingga Fortuner Terjaring Razia Pajak Kendaraan di Parkiran Mal

    Megapolitan
    Laporan VP Garuda Indonesia soal Tudingan Germo Berlanjut ke Pemeriksaan Saksi

    Laporan VP Garuda Indonesia soal Tudingan Germo Berlanjut ke Pemeriksaan Saksi

    Megapolitan
    Didakwa Buat Onar Saat Demo di DPR, Lutfi Alfian Tak Ajukan Eksepsi

    Didakwa Buat Onar Saat Demo di DPR, Lutfi Alfian Tak Ajukan Eksepsi

    Megapolitan
    Ikut Pemilihan RW di Jatiasih Harus Bayar Rp 15 Juta, DPRD: Tak Melanggar tapi Tidak Masuk Akal

    Ikut Pemilihan RW di Jatiasih Harus Bayar Rp 15 Juta, DPRD: Tak Melanggar tapi Tidak Masuk Akal

    Megapolitan
    Tanggapi Janji Ari Askhara Beri Koper Tumi ke Awak Kabin, Karyawan Garuda: Itu Perlengkapan Kerja

    Tanggapi Janji Ari Askhara Beri Koper Tumi ke Awak Kabin, Karyawan Garuda: Itu Perlengkapan Kerja

    Megapolitan
    Warga Jakarta Utara, Kini Bikin SKCK, Tes Urin, hingga Bayar Pajak Bisa di Mall

    Warga Jakarta Utara, Kini Bikin SKCK, Tes Urin, hingga Bayar Pajak Bisa di Mall

    Megapolitan
    Petugas Damkar Kesulitan Cari Sarang Kobra di Jakasampurna, Bekasi

    Petugas Damkar Kesulitan Cari Sarang Kobra di Jakasampurna, Bekasi

    Megapolitan
    Alasan Masih Muda, Lutfi Alfian Ajukan Penangguhan Penahanan

    Alasan Masih Muda, Lutfi Alfian Ajukan Penangguhan Penahanan

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X