Kompas.com - 15/04/2013, 19:16 WIB
Penulis Norma Gesita
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Jumlah laporan kejahatan di dunia maya semakin meningkat setiap tahun. Hal ini menandakan masyarakat semakin sadar akan penanganan kasus tersebut.

Kepala Subdit IV Cyber Crime Ditreskrimsus Ajun Komisaris Audie Latuheru mengatakan, jumlah laporan kejahatan di jagat maya cenderung meningkat dari tahun ke tahun. "Menurut data kami, rata-rata kasus cyber crime tiap tahunnya adalah sekitar 600 kasus, " kata Audi saat ditemui Kompas.com di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, Senin (15/4/2013) sore.

Audie mengatakan, bertambahnya jumlah kasus yang masuk ke Ditreskrimsus tersebut bukan karena meningkatnya tren kejahatan dunia maya. Hal tersebut terjadi karena warga semakin sadar untuk melaporkan tindak kejahatan yang menimpa mereka.

Audie menilai bahwa meningkatnya jumlah laporan tersebut merupakan indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap penanganan kasus-kasus serupa oleh polisi. Menurutnya, bukan berarti pada tahun-tahun sebelumnya jumlah kasus dunia maya lebih sedikit daripada tahun berikutnya. Jumlah laporan tahun lalu tercatat lebih sedikit karena masyarakat yang melapor tidak sebanyak pada tahun berikutnya.

Data mengenai jumlah laporan per hari juga semakin meningkat. Pada tahun 2009 sampai pertengahan tahun 2010, hanya ada sekitar 1-2 laporan per hari. Pada pertengahan tahun 2010 sampai pertengahan tahun 2012, ada sekitar 2-3 laporan per hari. Adapun pada pertengahan tahun 2012 sampai sekarang, jumlah laporan per hari mencapai 3-4 laporan.

"Sekarang orang sudah mulai paham. Ada yang rugi (tertipu) puluhan atau ratusan ribu dan tetap melapor," kata Audie.

Menurut Audie, terungkapnya beberapa kasus kejahatan dunia cyber pada keterangan pers pada Kamis (11/4/2013) lalu juga karena adanya berbagai laporan yang masuk ke polisi. Kasus tersebut adalah penipuan berkedok toko online, penjualan ijazah palsu, penjualan DVD porno, penjualan satwa langka, dan penipuan melalui telepon.

"Partisipasi masyarakat penting sekali. Dengan melapor, dia sudah mencegah (kasus penipuan yang sama) terjadi lagi," ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X