Kompas.com - 25/04/2013, 13:06 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan sopir Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Syahrul R Sampurnajaya yang bernama Yatno, Kamis (25/4/2013). Yatno akan dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kepengurusan izin lokasi taman pemakaman bukan umum. Selain Yatno, KPK memanggil Sekretaris Kepala Bappebti Eni Baiti Sarah terkait kasus yang sama.

"Diperiksa sebagai saksi untuk lima tersangka," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha.

KPK memeriksa Yatno dan Eni karena dia dianggap tahu seputar kasus tersebut. Kepala Bappebti Syahrul Sampurnajaya diduga sebagai salah satu pemegang saham di PT Garindo Perkasa. Direktur PT Garindo, Sentot Susilo, ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus ini karena diduga memberi hadiah uang kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bogor Iyus Djuher, pegawai Pemerintah Kabupaten Bogor bernama Usep Jumenio, serta pegawai honorer di Pemkab Bogor Listo Welly Sabu terkait kepengurusan izin lokasi taman pemakaman bukan umum.

Adapun lokasi yang akan dibangun taman pemakaman bukan umum itu berada di Desa Antajaya, Tanjung Sari, Bogor. Lahan seluas 100 hektar di desa tersebut akan dibangun taman pemakaman mewah, padahal lahan tersebut masuk dalam area konservasi atau perlindungan. Terkait penyidikan kasus ini, KPK telah mencegah Kepala Bappebti Syahrul bepergian ke luar negeri. Penyidik KPK juga menggeledah rumah dan aparteman Syahrul beberapa waktu lalu.

Selain memanggil sopir dan sekretaris Syahrul, KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi lain, yakni Kepala Kantor Kas Bank Windu Rawamangun Musfufah, Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturachman, Kepala Perhutani Unit III Jawa Barat/Banten Bambang Sukmananto, Kepala Suku Bidang Non Usaha Badan Perizinan Kabupaten Bogor Zeki Zakaria, Koordinator Reklame Badan Perizinan Kabupaten Bogor Tina Suprihatna, Kepala Badan Perizinan Terpadu Kabupaten Bogor Rahmat Mulyana, dan Kasie Pemakaman DKP Pembkab Bogor Roni Sukmana.

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Kasus Suap Lahan Makam

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Wapres: Pemerintah Tarik Kebijakan Pelonggaran Penggunaan Masker di Luar Ruangan

    Wapres: Pemerintah Tarik Kebijakan Pelonggaran Penggunaan Masker di Luar Ruangan

    Nasional
    Elite PDI-P Sebut Menpan-RB Tjahjo Kumolo Meninggal di RS Abdi Waluyo

    Elite PDI-P Sebut Menpan-RB Tjahjo Kumolo Meninggal di RS Abdi Waluyo

    Nasional
    BREAKING NEWS: Menpan-RB Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia

    BREAKING NEWS: Menpan-RB Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia

    Nasional
    Polri Janji Transparan Sampaikan Hasil Sidang KKEP Peninjauan Kembali Brotoseno

    Polri Janji Transparan Sampaikan Hasil Sidang KKEP Peninjauan Kembali Brotoseno

    Nasional
    Kunjungi Rusia dan Ukraina di Tengah Perang, Nasdem Anggap Nyali Jokowi Patut Dicontoh

    Kunjungi Rusia dan Ukraina di Tengah Perang, Nasdem Anggap Nyali Jokowi Patut Dicontoh

    Nasional
    Litbang Kompas: Aktivitas Medsos Tak Berdampak Langsung pada Elektabilitas Capres

    Litbang Kompas: Aktivitas Medsos Tak Berdampak Langsung pada Elektabilitas Capres

    Nasional
    Profil Cerah Bangun, Pejabat Bea Cukai yang Kini Jadi Hakim Agung

    Profil Cerah Bangun, Pejabat Bea Cukai yang Kini Jadi Hakim Agung

    Nasional
    KPK: Lili Pintauli Belum Mengundurkan Diri

    KPK: Lili Pintauli Belum Mengundurkan Diri

    Nasional
    Serahkan Bansos dan Santunan di Lombok, Wapres: Ibu Terima dengan Ikhlas Ya

    Serahkan Bansos dan Santunan di Lombok, Wapres: Ibu Terima dengan Ikhlas Ya

    Nasional
    Kontras Duga Polri Lebih Cepat Tangani Kasus Fatia dan Haris Azhar Dibandingkan Kekerasan Aparat

    Kontras Duga Polri Lebih Cepat Tangani Kasus Fatia dan Haris Azhar Dibandingkan Kekerasan Aparat

    Nasional
    Berkas Perkara Lengkap, Doni Salmanan Segera Disidang Terkait Kasus Quotex

    Berkas Perkara Lengkap, Doni Salmanan Segera Disidang Terkait Kasus Quotex

    Nasional
    Catatan Kontras di Hari Bhayangkara ke-76: 'Kultur' Kekerasan Polri hingga Fenomena Tak Viral Tak Optimal

    Catatan Kontras di Hari Bhayangkara ke-76: "Kultur" Kekerasan Polri hingga Fenomena Tak Viral Tak Optimal

    Nasional
    Sepakat Koalisi dengan PKB, Gerindra: Kami Merasa Dapat Kawan...

    Sepakat Koalisi dengan PKB, Gerindra: Kami Merasa Dapat Kawan...

    Nasional
    Profil Arizon Mega Jaya, Hakim Ad Hoc Tipikor MA yang Tak Setuju Pemiskinan Koruptor

    Profil Arizon Mega Jaya, Hakim Ad Hoc Tipikor MA yang Tak Setuju Pemiskinan Koruptor

    Nasional
    PKB Ungkap Nama Koalisi dengan Gerindra: Silaturahmi Indonesia Raya

    PKB Ungkap Nama Koalisi dengan Gerindra: Silaturahmi Indonesia Raya

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.