Kompas.com - 01/05/2013, 15:23 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meminta pelajar di DKI Jakarta menggunakan seragam pakaian khas Betawi (sadharia) satu kali dalam seminggu. Untuk percobaan, penerapan kebijakan ini akan berlaku setelah dibuat peraturan gubernur tiga-empat bulan ke depan.

Ditemui di sela-sela kesibukkannya, Jokowi merasa perlu mengeluarkan kebijakan baru tersebut sebagai upaya melestarikan budaya Betawi di kalangan pelajar. Di tahap awal, Jokowi akan meminta dua sekolah di setiap wilayah Jakarta untuk menerapkan kebijakan ini.

"Saya pikir sementara dua sekolah di setiap wilayah, jadi 10 sekolah," kata Jokowi, Rabu (1/5/2013), di Jakarta.

Sebelumnya, kewajiban menggunakan sadharia telah diterapkan di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI sejak awal 2013. Saat ini, setiap Jumat seluruh pegawai negeri sipil mengenakan sadharia dan untuk wanita mengenakan kebaya.

Masih terkait pakaian adat, Jokowi mewajibkan seluruh siswa untuk mengenakan pakaian adat nusantara saat ke sekolah di hari pengumuman hasil Ujian Nasional. Langkah ini sengaja ditempuh untuk menekan perilaku negatif yang kemungkinan terjadi selepas pengumuman hasil UN.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X