Kompas.com - 03/05/2013, 02:51 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com — Berawal dari membantu seorang ibu yang terpeleset di tempat pemakaman umum Karet Tengsin, Royani atau yang akrab disapa Pak Endup ini dipercaya mengurus makam keluarga almarhum Ustaz Jeffry Al Buchori. Seorang ibu yang dibantunya itu ialah Tatu Mulyana, ibunda Ustaz Jefrry.

Sudah delapan tahun Pak Endup dipercaya mengurus dan menjaga makam keluarga Ustaz Jeffry yang berada di TPU Karet Tengsin, blok 38/A1 ini. Saat itu, keluarga Uje—panggilan akrab Ustaz Jeffry—sedang berziarah ke makam kakak ustaz kondang ini pada 2005.

Semenjak itu, pria kelahiran Jakarta, 15 September 1966, ini rutin membersihkan lima makam keluarga Uje. Dia membersihkan sampah, mengelap debu-debu yang berada di dinding dan nisan makam-makam itu. "Ya saya seminggu kira-kira tiga kali merawat makam itu. Apalagi kalau hujan, harus cepat dibersihkan itu, banyak lumpur," ujarnya kepada Kompas.com di TPU Karet Tengsin, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2013).

Pak Endup mengaku ikhlas mengurus makam keluarga Uje karena perlakuan keluarga Ustaz kepadanya membuat dia selalu merasa bersemangat. "Umi pernah berkata kepada saya, 'Insya Allah, Allah selalu berada di sekitar orang-orang yang mempercayai-Nya.' Setelah itu, entah mengapa hati saya semakin damai," ucapnya seraya menatap ke atas.

Warga Karet Pasar Baru Barat II, RT 14 RW 05 ini, kesehariannya bekerja sebagai pekerja lepas urusan air. Pak Endup biasanya dipanggil oleh warga sekitar untuk menggunakan keahliannya seperti memperbaiki jet pump, memasang pipa-pipa air, seta mengeruk tanah untuk membuat air resapan tanah. "Ya kalau lagi tidak ada yang minta ngebor, saya biasanya membersihkan makam-makam," kata Pak Endup.

Pak Endup mengaku sangat mengagumi sosok Uje. Menurutnya Uje memiliki sifat sangat mulia. Dia juga menyukai cara Uje dalam berdakwah. "Ustaz kalau berdakwah tidak kaku, bisa menyesuaikan kepada siapa dia berceramah. Gayanya sangat khas. Saya selalu ingat senyumnya," kata dia dengan pandangan sedikit menerawang.

Duduk di pinggiran makam, seraya memantau orang yang tak hentinya berziarah ke makam Ustaz, Pak Endup mengatakan kali terakhir bertemu Uje sekitar dua tahun lalu. Pada saat itu Ustaz beserta istri dan ibundanya tengah berziarah ke makam keluarganya itu. "Terakhir bertemu saya ajak Almarhum ke rumah saya, lalu kami shalat bersama di masjid dekat rumah," ujarnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ini sang Ustaz telah berpulang. Pak Endup jua yang menjaga makam Uje yang sudah dikenalnya selama delapan tahun. Saat ini makam Ustaz masih ramai dikunjungi orang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan luar negeri. Sebuah tenda terpasang di makam yang diterangi sebuah lampu ini. "Saya yakin Ustaz sedang tersenyum di atas sana," ujarnya.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X