Kompas.com - 07/05/2013, 20:36 WIB
|
EditorRusdi Amral

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengosongan lahan di kawasan Pelabuhan Perikanan dan Pendaratan Ikan Muara Angke untuk pembangunan rumah susun menghadapi kendala tanah untuk relokasi. Warga enggan pindah sebelum ada tempat penampungan, sementara pelaku usaha pengolahan ikan berharap ada lahan untuk relokasi usaha.

Fadil Halimi, perwakilan warga Kampung Baru Muara Angke di Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (7/5/2013) menyebutkan, baru sekitar 160 keluarga dari 830 keluarga yang tinggal di Kampung Baru pindah ke rumah susun (rusun). "Mereka yang belum pindah menunggu tempat relokasi sebelum meninggalkan kawasan pelabuhan," ujarnya.

Menurut Fadil, sejumlah rusun yang dijanjikan pemerintah daerah kini telah terisi. Warga berharap tak digusur sebelum mendapat tempat tinggal baru. Beberapa warga bahkan menyatakan rela menunggu hingga rusun selesai dibangun 1-2 tahun.

Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Unit Pengelola Pelabuhan Perikanan dan Pendaratan Ikan Muara Angke, Iwan Sudarmawan menyebutkan, 5,7 hektar dari total 71,7 hektar kawasan pelabuhan dihuni oleh warga. Mereka mendirikan hunian nonpermanen dan semipermanen mulai dari ukuran 15 meter persegi. Jumlah penghuni ditaksir mencapai lebih dari 2.500 keluarga.

"Rusun baru direncanakan dibangun di sebagian lahan pelabuhan, yakni di area yang saat ini dimanfaatkan untuk pengolahan ikan. Para pelaku usaha minta lahan pengganti agar roda usaha tetap jalan," tambah Iwan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X