Kompas.com - 10/05/2013, 17:07 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

BEKASI, KOMPAS.com- Pemerintah Kota Bekasi bertekad meraih status kota layak anak dan kota hijau dalam lima tahun. Untuk itu, secara bertahap akan dibentuk 5.500 satuan tugas perlindungan anak dan ruang terbuka hijau akan diperluas menjadi 6.300 hektar atau 30 persen dari luas kota.

Tekad itu sudah dicanangkan dalam acara Menuju Bekasi Kota Layak Anak dan Kota Hijau di alun-alun, Rabu (8/5/2013).

Kota layak anak ialah amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Kota hijau ialah amanat Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. "Seusai visi dan misi menjadikan Bekasi Maju, Sejahtera, dan Ihsan," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Jumat (10/5/2013).

Untuk mencapai status kota layak anak, Rahmat yang akrab disapa Pepen mengatakan, pihaknya segera mengajukan peraturan daerah, membuat peraturan wali kota, dan membuat petunjuk pelaksanaan dan tenis Satgas PA. Jumlah 5.500 Satgas PA akan ditambah sebab kurang dari jumlah 6.724 rukun tetangga, 972 rukun warga, 52 kelurahan, dan 12 kecamatan. Di setiap satuan wilayah perlu ada 1-2 Satgas PA.

Rahmat mengharapkan, Satgas PA mampu mendeteksi dan mencegah kekerasan terhadap dan oleh anak. Jangan lagi ada anak berkeliaran di jalanan, tidak sekolah karena bekerja, bahkan menjadi pelaku kejahatan karena tidak mendapat kasih sayang dan perhatian.

Data dari Kepolisian Resor Kota Bekasi Kota cukup mencengangkan. Kurun 2013 tercatat 21 kasus kejahatan yang melibatkan anak-anak. "Perlu jadi keprihatinan bersama dan kemauan untuk mengatasi masalah anak," katanya.

Selain membentuk Satgas PA, pemerintah bertekad memastikan layanan pendidikan dan kesehatan menjangkau seluruh anak. Sekolah negeri sudah nyaris tiada biaya, sedangkan yang swasta mendapat subsidi agar siswa tidak membayar tinggi. Pemerintah berjanji menindak tegas pengelola sekolah yang memungut biaya di luar aturan.

Pemerintah juga berupaya membangun dan melengkapi puskesmas di setiap kelurahan dan posyandu di setiap RW.

Rahmat mengatakan, pihaknya segera memerintahkan jajarannya agar di setiap kelurahan ada tempat bermain dan taman kota. Salah satu contoh tempat bermain ialah rumah pintar yang baru berdiri di Kelurahan Kayuringin, Bekasi Selatan, yang memiliki banyak buku dan mainan pengasah kreativitas. Jika memungkinkan, rumah pintar perlu ada di setiap RT atau RW.

"Program tentu perlu biaya dan kami siap menganggarkan dana," katanya.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.