Kompas.com - 10/05/2013, 17:07 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

Psikolog anak Seto Mulyadi mengingatkan, pembentukan satgas, rumah pintar, tempat bermain, layanan pendidikan dan kesehatan baru memenuhi unsur fisik. Penting juga membangun mental warga agar tidak menjadikan anak sasaran kekerasan apalagi eksploitasi ekonomi.

Anak berhak bermain, berekreasi, mendapatkan pendidikan, kesehatan, kasih sayang, istirahat, makanan dan minuman bergizi, dan bebas dari pengaruh jahat.

Seto menyatakan, jika ingin Kota Bekasi layak anak, jangan beri kesempatan bagi iklan rokok, minuman beralkohol, dan pornografi-pornoaksi, karena semua itu mengancam anak-anak. Batasi jumlah dan awasi aktivitas di warung internet dan tempat bermain konsol gim.

"Ini mutlak, jika masih ada iklan-iklan seperti itu, belumlah pantas menyandang status kota layak anak," katanya.

Tekad meraih status kota hijau juga berangkat dari keprihatinan. Pada 1997, RTH di Kota Bekasi tersisa 2.757 hektar atau 13 persen dari luas wilayah 21.049 hektar. Saat ini, RTH diperkirakan cuma 1.684 hektar atau 8 persen.

Untuk itu, RTH haru ditambah secara bertahap sehingga mencapai 30 persen atau 6.314 hektar. Status hijau penting bukan sekadar untuk merebut kembali Piala Adipura tetapi peduli lingkungan akibat bumi kian panas.

"Salah satu cara praktis ialah gerakan massal menanam pohon," kata Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Kota Bekasi Dadang Hidayat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, jangan lagi ada alih fungsi lahan dari kawasan yang bisa ditanami menjadi deretan bangunan. Kawasan terbangun yang menyalahi aturan bisa dirobohkan untuk menjadi taman kota dan RTH.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.