Jokowi Bantah Mangkir dari Komnas HAM

Kompas.com - 14/05/2013, 19:21 WIB
|
EditorErvan Hardoko

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Joko Widodo membantah mangkir dari surat panggilan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), beberapa waktu lalu soal warga Waduk Pluit.

Jokowi mengaku tidak datang ke kantor Komnas HAM karena belum mendapat surat panggilan.

"Undangannya tidak ada, mau bagaimana. Coba tanya, ada undangannya nggak," tanya Jokowi kepada salah seorang ajudan pribadinya di gedung Balaikota, Selasa (14/5/2013) sore.

"Tidak pak," kata sang ajudan menjawab pertanyaan Jokowi .

Mantan Wali Kota Surakarta tersebut bahkan meminta wartawan memeriksa sendiri apakah surat pemanggilan Komnas HAM itu ke bagian umum Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Kalau memang, di SMS saja saya datang kok. Apalagi disuratin, SMS saja datang kalau itu penting banget," lanjut pria alumni UGM tersebut.

Sebelumnya, Komnas HAM berencana memanggil Jokowi untuk memberikan penjelasan terkait penggusuran dan dugaan intimidasi yang dialami warga Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Salah seorang Komisioner Komnas HAM, Siane Indriani menuturkan, pihaknya menerima laporan dari warga sekitar Waduk Pluit yang mengaku digusur paksa Pemprov DKI. Terlebih, aksi penggusuran itu tanpa ganti rugi dan dianggap tidak manusiawi karena menggunakan Brimob.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Warga Miskin di Kota Bekasi Naik 37 Persen Selama Pandemi Covid-19, Kini Total 152.002 Jiwa

    Warga Miskin di Kota Bekasi Naik 37 Persen Selama Pandemi Covid-19, Kini Total 152.002 Jiwa

    Megapolitan
    Polemik Tes Swab Rizieq Shihab, Satgas Pusat Minta Daerah Tak Pandang Bulu Lakukan Tracing

    Polemik Tes Swab Rizieq Shihab, Satgas Pusat Minta Daerah Tak Pandang Bulu Lakukan Tracing

    Megapolitan
    Seorang Pengemudi Ojol Jotos Karyawan Toko Roti di Pondok Gede

    Seorang Pengemudi Ojol Jotos Karyawan Toko Roti di Pondok Gede

    Megapolitan
    Polisi Periksa RT hingga Camat Tanah Abang Terkait Kerumunan di Acara Rizieq

    Polisi Periksa RT hingga Camat Tanah Abang Terkait Kerumunan di Acara Rizieq

    Megapolitan
    Polisi Pastikan Rizieq Shihab Akan Dites Swab Sebelum Diperiksa soal Kerumunan di Petamburan

    Polisi Pastikan Rizieq Shihab Akan Dites Swab Sebelum Diperiksa soal Kerumunan di Petamburan

    Megapolitan
    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Bekasi Tembus 10.000, KBM Tatap Muka Tetap Jalan

    Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Bekasi Tembus 10.000, KBM Tatap Muka Tetap Jalan

    Megapolitan
    Pemkot Jaktim Bakal Terus Bangun Bank Sampah di Tiap RW

    Pemkot Jaktim Bakal Terus Bangun Bank Sampah di Tiap RW

    Megapolitan
    UPDATE 30 November: 10.112 Pasien Covid-19 Dirawat di Jakarta

    UPDATE 30 November: 10.112 Pasien Covid-19 Dirawat di Jakarta

    Megapolitan
    Komisi A DPRD DKI Sebut Pencopotan Wali Kota Jakarta Pusat Sudah Sesuai Aturan

    Komisi A DPRD DKI Sebut Pencopotan Wali Kota Jakarta Pusat Sudah Sesuai Aturan

    Megapolitan
    Surat Suara yang Diterima KPU Tangsel Kurang 1.035 Lembar

    Surat Suara yang Diterima KPU Tangsel Kurang 1.035 Lembar

    Megapolitan
    Direksi RS Ummi dan MER-C Penuhi Panggilan Polisi soal Kontroversi Tes Swab Rizieq Shihab

    Direksi RS Ummi dan MER-C Penuhi Panggilan Polisi soal Kontroversi Tes Swab Rizieq Shihab

    Megapolitan
    Pemkot Bekasi Akan Tambah Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Stadion Patriot

    Pemkot Bekasi Akan Tambah Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Stadion Patriot

    Megapolitan
    854 Surat Suara Pilkada Tangsel Cacat, Bakal Dimusnahkan Jelang Pencoblosan

    854 Surat Suara Pilkada Tangsel Cacat, Bakal Dimusnahkan Jelang Pencoblosan

    Megapolitan
    Polisi Tangkap Komplotan Begal Pesepeda, Pemimpinnya Ditembak Mati

    Polisi Tangkap Komplotan Begal Pesepeda, Pemimpinnya Ditembak Mati

    Megapolitan
    Positif Covid-19, Wagub DKI Disebut OTG

    Positif Covid-19, Wagub DKI Disebut OTG

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X