Kompas.com - 16/05/2013, 21:23 WIB
|
EditorFarid Assifa

MAGELANG, KOMPAS.com - Sampah hingga saat ini masih menjadi persoalan penting dalam lingkungan manusia. Perlu pengetahuan dan keterampilan tertentu untuk mengolah sampah menjadi sesuatu yang berguna.

Seperti dilakukan oleh sejumlah siswa SMA se-Kota Magelang yang mengikuti pelatihan dan belajar membuat kertas daur ulang di gedung Tri Bhakti, Kota Magelang, Kamis (16/5/2013).

Dalam kegiatan yang digagas para aktivis PKK Kelurahan Gelangan, Kota Magelang itu, para pelajar diberi pelatihan dasar pemanfaatan barang-barang yang sudah tidak terpakai atau rusak untuk didaur ulang dengan menggunakan kain perca. Proses itu mulai dari menyediakan bahan-bahan, penjahitan, pewarnaan, dan finishing penambahan pernak-pernik.

E. Toelastri, salah satu anggota PKK Kelurahan Gelangan mengungkapkan, pelatihan kerajinan aksesoris ini merupakan sebuah cara untuk mengampanyekan pengelolaan sampah yang baik dan benar.

"Kami ingin anak-anak sekolah ini cakap dalam melakukan proses daur ulang. Tidak hanya itu saja, tapi juga memberikan kepada mereka tentang budaya mengelola sampah dengan baik," katanya saat mengisi pelatihan bersamaan dengan acara Gebyar Buku Arsip dan Budaya 2013.

Menurut Toelastri, banyak benda bekas di sekitar kita yang barangkai dan hanya akan dibuang. Seperti tas rusak, sepatu rusak, T-shirt rusak, kotak sepatu dan sebagainya. Namun jika beri sentuhan kreatif sedikit saja benda-benda itu bisa mempunyai nilai seni dan ekonomi yang tinggi.

Namun demikian, Toelastri belum menerapkan sisi bisnis kerajinan itu. Pasalnya, sebagian besar para anggota PKK pun masih beranggapan sebuah kerajinan sangat bergantung dengan order atau pesanan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau sisi bisnisnya belum. Soalnya ini masih kerajinan. Jadi, kita membuat kalau ada order. Tapi, kadang-kadang juga tidak ada pesanan pun kita tetap membuatnya," katanya.

Riska Fitri Permatasari, salah satu peserta mengaku tertarik dengan kerajinan ini. Apalagi, mendaur ulang sampah sama halnya membudayakan program kebersihan lingkungan.

"Tidak hanya itu, karena perajin biasanya juga mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat. Makanya, saya dan teman-teman tertarik untuk mempelajari kerajinan daur ulang sampah," kata salah satu siswi SMA Negeri 2 Magelang itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.