Kompas.com - 19/05/2013, 10:05 WIB
EditorLaksono Hari W

DEPOK, KOMPAS.com - FW (17), siswi kelas III SMP di Pondokpetir, Bojongsari, Depok, memilih mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di rumahnya, Sabtu (18/5/2013) sekitar pukul 06.15. Remaja itu diduga bunuh diri karena takut tidak lulus Ujian Nasional (UN).

Jasad FW ditemukan tergantung menggunakan kain selendang di rumahnya di Perumahan Reni Jaya, Pondokpetir, Bojongsari. Di akhir hayatnya, FW terlihat mengenakan celana legging hitam dan kaus berwarna oranye.

Anak kedua dari pasangan Dedy (74) dan Yani (34) itu memilih gantung diri di balok kayu yang menghubungkan pintu belakang rumah dengan pintu kamar kakaknya Edy.

Menurut Dedy, istrinya yang pertama kali menemukan FW gantung diri. Saat itu Yani akan membangunkan FW agar segera mengikuti acara perpisahan di sekolah. "Istri saya mau membangunkan anak kedua saya, sekalian mau pipis. Terus ia melihat FW gantung diri," kata Dedy sambil menangis, kemarin.

Mau kerja

Sedangkan Edy menyatakan bahwa ia tahu FW gantung diri dari ibunya. Saat itu ibunya membangunkan untuk memberi tahu bahwa FW gantung diri. "Saya lihat kain yang digunakan untuk menggendong bayi (yang dipakai FW). Saya tidak ada firasat sama sekali. Bapak sama ibu juga begitu," ujar Edy.

Edy menjelaskan, adiknya begitu serius menghadapi UN sehingga dia giat belajar. Saat akan tidur pun FW tetap belajar.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dia giat belajar karena takut enggak lulus UN. Bahkan selama akan menghadapi UN, FW tidak buka-buka Facebook dan Twitter-nya. Saya bilang, 'Tidak usah tegang. Rileks saja kalau menghadapi UN," tutur Edy yang kini menjadi tulang punggung keluarganya itu.

Edy mengatakan, dua minggu yang lalu, FW kembali menyampaikan rasa kekhawatirannya tidak lulus UN. Dia bilang, jika tidak lulus UN, maka akan bekerja sebagai penjaga warnet di rumah sepupunya di Cibinong, Kabupaten Bogor. Edy pun mempersilakan FW menjalankan niatnya itu. Jika FW hendak melanjutkan sekolah, maka Edy pun akan membantu.

Namun, tiga hari menjelang acara perpisahan di sekolahnya, FW berubah sikap. Remaja periang dan mudah bergaul itu pun menjadi pendiam.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X