Kalau Mau Miliki Bas Metallica, Jokowi Harus Ikut Lelang

Kompas.com - 28/05/2013, 16:09 WIB
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dapat memiliki kembali bas bertanda tangan Robert Trujillo, personel band Metallica, yang kini dinyatakan sebagai milik negara. Syaratnya, Jokowi harus ikut lelang bas tersebut.

Direktur Gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi, Giri Supradiyono, mengatakan, bas yang diberikan sebagai kado kepada Jokowi itu dianggap sebagai gratifikasi sehingga harus disita oleh negara. Namun, Jokowi masih bisa memilikinya kembali. Ada syarat yang perlu dilalui pria yang akrab disapa Jokowi ini agar dapat memilikinya.

Giri mengatakan, setelah dinyatakan sebagai milik negara, bas itu akan diberikan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Jika Kemenkeu melelangnya, Jokowi dapat mengikuti lelang tersebut.

"Kami serahkan ke Kemenkeu untuk lelang dan Pak Jokowi bisa memilikinya lagi, tapi jadi lebih mahal, kan," kata Giri di Balaikota Jakarta, Selasa (28/5/2013).

Terkait bentuk gratifikasi, Giri menjelaskan salah satunya pada tulisan "Giving Back!" di badan bas tersebut. Menurutnya, tulisan tersebut jika diartikan sebagai minta timbal jasa. "Tulisan itu berbeda dengan tulisan yang lain (di bas itu). Tanda tangan Trujillo yang beda dan itu orang lain yang tulis. Orang lain yang tambahkan," katanya.

KPK hanya menyita bas bertanda tangan Trujillo. Adapun foto Trujillo bersama bas yang ditandatanganinya dikembalikan kepada Jokowi.

 

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    UPDATE Grafik 12 Juli: 7 Kasus Baru Covid-19 di Depok

    UPDATE Grafik 12 Juli: 7 Kasus Baru Covid-19 di Depok

    Megapolitan
    Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Tangerang Hujan Siang Nanti

    Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Tangerang Hujan Siang Nanti

    Megapolitan
    Kronologi Penerbitan e-KTP Djoko Tjandra, Pengacara Sempat Temui Lurah Grogol Selatan

    Kronologi Penerbitan e-KTP Djoko Tjandra, Pengacara Sempat Temui Lurah Grogol Selatan

    Megapolitan
    Anies Sebut Reklamasi Ancol untuk Atasi Banjir, KIARA: Alasan Klise

    Anies Sebut Reklamasi Ancol untuk Atasi Banjir, KIARA: Alasan Klise

    Megapolitan
    PSBB Tangsel Kembali Diperpanjang 14 Hari sampai 26 Juli

    PSBB Tangsel Kembali Diperpanjang 14 Hari sampai 26 Juli

    Megapolitan
    Tahun Ajaran Baru Dimulai Besok, Disdik Bogor Larang Sekolah Belajar Tatap Muka

    Tahun Ajaran Baru Dimulai Besok, Disdik Bogor Larang Sekolah Belajar Tatap Muka

    Megapolitan
    Setiap Senin, Stasiun KRL Bogor, Cilebut dan Cikarang Tak Layani Penumpang THB

    Setiap Senin, Stasiun KRL Bogor, Cilebut dan Cikarang Tak Layani Penumpang THB

    Megapolitan
    Jika Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Anies: Kita Semua Bisa Kembali Dalam Rumah

    Jika Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Anies: Kita Semua Bisa Kembali Dalam Rumah

    Megapolitan
    Anies: 66 Persen Kasus Baru Jakarta adalah OTG

    Anies: 66 Persen Kasus Baru Jakarta adalah OTG

    Megapolitan
    Izin Reklamasi Ancol Buat Nasib Pemulihan Teluk Jakarta Tidak Jelas

    Izin Reklamasi Ancol Buat Nasib Pemulihan Teluk Jakarta Tidak Jelas

    Megapolitan
    Antisipasi Lonjakan Penumpang, Jadwal KRL dari Bogor dan Cikarang Ditambah

    Antisipasi Lonjakan Penumpang, Jadwal KRL dari Bogor dan Cikarang Ditambah

    Megapolitan
    Anies Sebut Persebaran Covid-19  di Jakarta Sebagian Besar Terjadi di Pasar

    Anies Sebut Persebaran Covid-19 di Jakarta Sebagian Besar Terjadi di Pasar

    Megapolitan
    Catat Lonjakan Kasus Tertinggi, Positivity Rate Covid-19 di Jakarta Naik Jadi 10 Persen

    Catat Lonjakan Kasus Tertinggi, Positivity Rate Covid-19 di Jakarta Naik Jadi 10 Persen

    Megapolitan
    Tambah 404 Kasus, Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Kembali yang Tertinggi

    Tambah 404 Kasus, Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Kembali yang Tertinggi

    Megapolitan
    Walhi Sebut Reklamasi Ancol Sama dengan 17 Pulau, Tetap Eksploitasi Teluk Jakarta

    Walhi Sebut Reklamasi Ancol Sama dengan 17 Pulau, Tetap Eksploitasi Teluk Jakarta

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X