29 Mei, "Pantengin" Kompas.com Ah...

Kompas.com - 28/05/2013, 16:40 WIB
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com — Suasana makan siang di pusat jajan kawasan Sabang, Jakarta Pusat, Senin (27/5/2013) siang, mendadak heboh. Pria berjas hitam dengan rangkaian balon warna-warni tiba-tiba nangkring di atas panggung kubusnya yang berwarna putih di kerumunan orang siang itu.

Posenya yang ajaib, duduk tanpa sandaran, membuat suasana kantin tambah riuh. Tentu saja, yang membuat kening banyak orang di tempat itu makin berkerut adalah panggung kubus putih tempat pria berjas hitam itu beraksi.

"Ada apa sih 29 Mei di Kompas.com?" pertanyaan itu meluncur spontan dari banyak orang di sana. Setiap sisi panggung kubus itu tertulis, "Nantikan 29 Mei 2013".

Anggia, salah seorang pekerja di kawasan itu, menerka penuh spekulatif. "Pasti ada yang berubah dengan Kompas.com ya? Apa pun itu semoga Kompas.com lebih menarik lagi web-nya dan lebih update," kata dia.

Dania, seorang pekerja yang lain, mengaku, sudah merasakan kegaduhan 29 Mei ini sejak beberapa hari lalu. "Asli ya dari beberapa hari kemarin ini udah heboh banget, 29 Mei pantengin Kompas.com ah," ujarnya.

Berikut aksi pria berjas hitam di kawasan Sabang.


sabang2

sabang3

 

Selain di Sabang, sebelumnya aksi heboh yang penuh tanda tanya tersebut juga dilakukan di Central Park dan sekitar Bundaran Hotel Indonesia di tengah Car Free Day.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Upaya RW 009 Kelurahan Grogol yang Berhasil Ubah Zona Merah Covid-19 Jadi Zona Hijau

    Upaya RW 009 Kelurahan Grogol yang Berhasil Ubah Zona Merah Covid-19 Jadi Zona Hijau

    Megapolitan
    Jajaran Polres Jakpus Mulai Divaksin Covid-19

    Jajaran Polres Jakpus Mulai Divaksin Covid-19

    Megapolitan
    Pemkot Tangsel Bahas Teknis Pembuangan Sampah ke TPA Cilowong Serang

    Pemkot Tangsel Bahas Teknis Pembuangan Sampah ke TPA Cilowong Serang

    Megapolitan
    Sudinhub Jakpus: Pesepeda Sudah Dibuatkan Jalur Permanen, Kok Tidak Dipakai?

    Sudinhub Jakpus: Pesepeda Sudah Dibuatkan Jalur Permanen, Kok Tidak Dipakai?

    Megapolitan
    Ratusan Lansia di Pondok Kopi Divaksinasi Covid-19 di Permukiman Warga

    Ratusan Lansia di Pondok Kopi Divaksinasi Covid-19 di Permukiman Warga

    Megapolitan
    Ini yang Harus Disiapkan Sekolah di Depok jika Pembelajaran Tatap Muka Diizinkan

    Ini yang Harus Disiapkan Sekolah di Depok jika Pembelajaran Tatap Muka Diizinkan

    Megapolitan
    Kembali Beroperasi, Restoran Milik Rizky Billar Dipantau Ketat Satpol PP

    Kembali Beroperasi, Restoran Milik Rizky Billar Dipantau Ketat Satpol PP

    Megapolitan
    Polisi Akan Periksa Rizky Billar Terkait Pembukaan Restoran yang Langgar Prokes

    Polisi Akan Periksa Rizky Billar Terkait Pembukaan Restoran yang Langgar Prokes

    Megapolitan
    Sejumlah Ruas Jalan di Tangsel Berlubang

    Sejumlah Ruas Jalan di Tangsel Berlubang

    Megapolitan
    Asal Usul Manggarai, Pusat Perbudakan Perempuan di Batavia

    Asal Usul Manggarai, Pusat Perbudakan Perempuan di Batavia

    Megapolitan
    Anies Nonaktifkan Dirut Pembangunan Sarana Jaya yang Jadi Tersangka Korupsi

    Anies Nonaktifkan Dirut Pembangunan Sarana Jaya yang Jadi Tersangka Korupsi

    Megapolitan
    Remaja Jatuh Saat Berusaha Kabur dari Razia Knalpot Bising di Monas

    Remaja Jatuh Saat Berusaha Kabur dari Razia Knalpot Bising di Monas

    Megapolitan
    Banyak Pesepeda Keluar Jalur Khusus Sepeda di Sudirman

    Banyak Pesepeda Keluar Jalur Khusus Sepeda di Sudirman

    Megapolitan
    Jika Diizinkan Sekolah Tatap Muka, Disdik Depok Akan Batasi Murid dan Mata Pelajaran

    Jika Diizinkan Sekolah Tatap Muka, Disdik Depok Akan Batasi Murid dan Mata Pelajaran

    Megapolitan
    Sekolah Tatap Muka di Depok Butuh Persetujuan Satgas Covid-19 dan Orangtua

    Sekolah Tatap Muka di Depok Butuh Persetujuan Satgas Covid-19 dan Orangtua

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X