Dishub DKI Terus Pantau Pasar Minggu dan Tanah Abang

Kompas.com - 06/06/2013, 00:02 WIB
|
EditorTjatur Wiharyo

JAKARTA, KOMPAS.com — Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan terus melakukan pengawasan kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dan Tanah Abang, Jakarta Barat, sebagai tindak lanjut penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang dilakukan beberapa waktu lalu.

"Jadi, kalau di Pasar Minggu dan Tanah Abang sudah dilakukan penertiban, kemudian di-monitoring sekarang. Kita lihat Pasar Minggu itu sudah hampir tuntas, tinggal PKL-nya di malam hari," kata Pristono, di Balaikota Jakarta, Rabu (5/6/2013).

Keberadaan PKL malam hari di Pasar Minggu, kata dia, masih belum bisa ditertibkan. Sebab, pihak Dishub DKI masih menunggu ketersediaan lokasi binaan untuk menampung para PKL, yang menjadi tanggung jawab Dinas UKM DKI Jakarta dan PD Pasar Jaya.

Saat ini, para PKL malam hari masih diperbolehkan untuk berjualan di pinggir jalan, hanya mulai pukul 22.00 hingga 05.00 WIB keesokan harinya.

Sementara itu, untuk kawasan Tanah Abang, Pristono menilai pihak pengelola belum kooperatif. Menurutnya, permintaan Dishub DKI agar pengelola dapat menyediakan lahan parkir belum dipenuhi sehingga pihaknya kesulitan untuk menertibkan PKL di kawasan tersebut. Padahal, lanjutnya, kawasan Pasar Tanah Abang masih memiliki lahan yang memadai untuk dijadikan lahan parkir.

"Bedanya pengelola Pasar Minggu sama Tanah Abang itu kalau Tanah Abang belum 100 persen menjalankan tugas-tugasnya. Jadi, parkirnya masih semrawut," kata Pristono.

Jika pengelola Pasar Tanah Abang masih tidak kooperatif, ujar Udar, Dishub DKI Jakarta akan menindak tegas pengelola.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub DKI: Vaksin Covid-19 Diutamakan untuk Tenaga Kesehatan

Wagub DKI: Vaksin Covid-19 Diutamakan untuk Tenaga Kesehatan

Megapolitan
33 Pelajar Diamankan Saat Demo di Sekitar Istana, Kapolda Duga Kelompok Anarko

33 Pelajar Diamankan Saat Demo di Sekitar Istana, Kapolda Duga Kelompok Anarko

Megapolitan
Demonstran Tolak UU Cipta Kerja Tak Diizinkan Mendekat ke Istana

Demonstran Tolak UU Cipta Kerja Tak Diizinkan Mendekat ke Istana

Megapolitan
Kapolda Mengaku Bakal Mediasi Pedemo UU Cipta Kerja dengan KSP

Kapolda Mengaku Bakal Mediasi Pedemo UU Cipta Kerja dengan KSP

Megapolitan
PSBB ke-12 Selama Sebulan, Bagaimana Dampaknya pada Kasus Covid-19 di Kota Tangerang?

PSBB ke-12 Selama Sebulan, Bagaimana Dampaknya pada Kasus Covid-19 di Kota Tangerang?

Megapolitan
Massa Buruh dan Mahasiswa Demo Tolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda

Massa Buruh dan Mahasiswa Demo Tolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda

Megapolitan
BEM SI Ultimatum Presiden Jokowi untuk Terbitkan Perppu dalam 8x24 Jam

BEM SI Ultimatum Presiden Jokowi untuk Terbitkan Perppu dalam 8x24 Jam

Megapolitan
Cegah Demo Disusupi Kelompok Anarko, Pengamanan di Kawasan Mampang Diperketat

Cegah Demo Disusupi Kelompok Anarko, Pengamanan di Kawasan Mampang Diperketat

Megapolitan
Proyek Rumah DP Rp 0 di 4 Lokasi di Jakarta Tetap Berjalan Selama Pandemi Covid-19

Proyek Rumah DP Rp 0 di 4 Lokasi di Jakarta Tetap Berjalan Selama Pandemi Covid-19

Megapolitan
Unjuk Rasa Mahasiswa di Istana Bogor Diwarnai Aksi Bakar Ban

Unjuk Rasa Mahasiswa di Istana Bogor Diwarnai Aksi Bakar Ban

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Bongkar Rumah di Bantaran Sungai, Apakah Sesuai dengan Janji Anies Saat Kampanye?

Pemprov DKI Akan Bongkar Rumah di Bantaran Sungai, Apakah Sesuai dengan Janji Anies Saat Kampanye?

Megapolitan
Mahasiswa Unjuk Rasa di Istana Bogor Jelang Kedatangan PM Jepang

Mahasiswa Unjuk Rasa di Istana Bogor Jelang Kedatangan PM Jepang

Megapolitan
Berkaca Demo Sebelumnya, Wagub DKI Minta Para Pedemo Lakukan Rapid Test

Berkaca Demo Sebelumnya, Wagub DKI Minta Para Pedemo Lakukan Rapid Test

Megapolitan
Demo Tolak Omnibus Law, Gerombolan Pelajar Berkumpul dan Hentikan Mobil Pikap di Harmoni

Demo Tolak Omnibus Law, Gerombolan Pelajar Berkumpul dan Hentikan Mobil Pikap di Harmoni

Megapolitan
Massa BEM SI Gelar Aksi Teatrikal Sindir Matinya Demokrasi di Indonesia

Massa BEM SI Gelar Aksi Teatrikal Sindir Matinya Demokrasi di Indonesia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X