Kompas.com - 08/06/2013, 00:00 WIB
|
EditorTjatur Wiharyo

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mengunjungi Rumah Susun Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (7/6/2013). Dalam kesempatan itu, warga memberikan data kepada Ahok soal dugaan terjadinya praktik jual-beli unit rusun itu oleh pengelola rusun, yang berinisial H, dan bawahannya.

Menurut seorang warga, Suhartati (41 tahun), Rusun Pulogebang bisa ditempati secara gratis dan diperuntukan bagi warga yang masuk program relokasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena rumahnya digusur atau berada di daerah rawan banjir. Namun, Suhartati melanjutkan, dalam beberapa bulan terakhir, ada ada sejumlah warga baru di Rusun Pulogebang yang bukan peserta program relokasi Pemprov DKI Jakarta.

Suhartati dan warga Rusun Pulogebang yang lain kemudian melakukan penyelidikan dan mendapati terjadinya praktik jual-beli unit rusun oleh H dan bawahannya. Hasil penyelidikan berupa rekaman dan berkas jual-beli rusun itulah yang diberikan kepada Ahok.

"Tadi kita sudah kasih kaset rekaman sama berkas data jual beli rusun ke Pak Basuki," ujar seorang warga, Suhartati (41), Jumat (7/6/2013) malam.

Warga lainnya, Erna (31), mengatakan, data hasil penyelidikan itu sudah diterima langsung oleh Ahok, yang kemudian menyerahkan data itu kepada ajudannya untuk disimpan. Erna mengaku berharap, Ahok sesegera mungkin meminta data itu dari ajudannya dan mengeceknya.

"Kalau sampai data yang tadi enggak sampai di Pak Wagub, wah itu susah," sambung Suhartati dengan nada bertanya.

Menurut warga, ketika Ahok datang, petugas keamanan rusun menghalang-halangi warga yang ingin mendekati Ahok. Dengan berteriak, menurut warga, mereka menyampaikan kepada Ahok bahwa telah terjadi praktik jual-beli unit rusun di Rusun Pulogebang.

Ahok sendiri menyatakan akan mempidanakan siapa saja yang memperjual-belikan unit rusun atau menyewakannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.