Mogok Sopir Transjakarta Bukan Cuma Masalah Gaji

Kompas.com - 10/06/2013, 14:15 WIB
Penulis Neli Triana
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Mogoknya seratusan sopir transjakarta yang di bawah Jakarta Express Trans (JET) ternyata bukan hanya masalah rapelan gaji yang belum dibayar. Namun, kasus ini sebagai bukti pengelolaan bus transjakarta tidak profesional.

Manajer Operasional PT JET Marulam Hutabarat menyatakan, masalah gaji yang belum dibayarkan merupakan keputusan dari direksi PT JET.

"Itu keputusan direksi. Saya tidak bisa menjelaskannya. Tapi harus dilihat bahwa ini masalah bersama, bukan cuma masalah sopir atau masalah operator tetapi juga pemerintah, UP Transjakarta," kata Hutabarat di Jakarta, Senin (10/6/2013).

Hutabarat mengatakan, pada 14 Juni 2013 ini, kontrak kerja PT JET dengan UP transjakarta berakhir. Memang ada aturan yang menyatakan harus ada lelang dan pemenang lelanglah yang berhak mengoperasikan armadanya di jalur bus transjakarta. Akan tetapi, kasus PT JET berbeda. Perusahaan ini adalah konsorsium dari beberapa pengusaha angkutan umum yang kehilangan trayeknya dan sejumlah armada karena pada jalur yang sama beroperasi bus transjakarta.

"Sesuai keputusan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI), PT JET merupakan pengecualian dan tidak harus ikut lelang. Namun, kini nasib kami tidak jelas," jelas Hutabarat.

Hutabarat menilai, perlu ada dialog terbuka antara pemerintah dan pengusaha. Harus ada kesepahaman bersama bahwa inti dari reformasi sistem transportasi publik adalah peningkatan kualitas layanan bukan semata mencari untung. Dalam hal operasional bus transjakarta, harus ada aturan jelas tentang siapa yang boleh ikut mengoperasikan bus di koridor-koridornya. Kewajiban pemerintah dan operator juga jelas sejak awal.

Poin penting yang harus digarisbawahi, kata dia, pramudi sebagai ujung tombak layanan bus transjakarta apakah sudah sesuai aturan yang berlaku kalau ternyata hanya sebagai karyawan kontrak terus menerus. Mungkin dari kasus mogok ini bisa jadi momentum mewujudkan reformasi angkutan publik massal secara benar di Jakarta.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tempat Isolasi Pasien Covid-19 OTG Penuh, Pemkab Bekasi Siapkan 3 Hotel

Tempat Isolasi Pasien Covid-19 OTG Penuh, Pemkab Bekasi Siapkan 3 Hotel

Megapolitan
Usai Berkelahi karena Sepeda Motor Bersenggolan, Seorang Pria Tewas

Usai Berkelahi karena Sepeda Motor Bersenggolan, Seorang Pria Tewas

Megapolitan
Pasien OTG di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi Jalani Swab Test 2-3 Hari Sekali

Pasien OTG di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi Jalani Swab Test 2-3 Hari Sekali

Megapolitan
Lagi Mandi, Tauhid Panik Lihat Kepala Ular Sanca Melongok dari Atap

Lagi Mandi, Tauhid Panik Lihat Kepala Ular Sanca Melongok dari Atap

Megapolitan
Dua Ormas Hendak Bentrok Gara-gara Rebutan Lapak di Bekasi, Polisi Menembak ke Udara

Dua Ormas Hendak Bentrok Gara-gara Rebutan Lapak di Bekasi, Polisi Menembak ke Udara

Megapolitan
Ingar Bingar Bianglala hingga Cafe di Cengkareng Timur, Zona Merah Covid-19 Jakarta

Ingar Bingar Bianglala hingga Cafe di Cengkareng Timur, Zona Merah Covid-19 Jakarta

Megapolitan
Tempat Hiburan Malam Dinyatakan sebagai Klaster Baru, Asphija Bereaksi

Tempat Hiburan Malam Dinyatakan sebagai Klaster Baru, Asphija Bereaksi

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Tes Swab Keluarga Karyawan Pabrik Epson yang Positif Covid-19

Pemkot Bekasi Akan Tes Swab Keluarga Karyawan Pabrik Epson yang Positif Covid-19

Megapolitan
Dapat Nomor Urut Dua di Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Sebut Sesuai Harapan

Dapat Nomor Urut Dua di Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Sebut Sesuai Harapan

Megapolitan
Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta untuk Tangani Covid-19

Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta untuk Tangani Covid-19

Megapolitan
Pemkot Tangerang Salurkan Bantuan Sosial Covid-19 Tahap 2 ke 2.800 KK

Pemkot Tangerang Salurkan Bantuan Sosial Covid-19 Tahap 2 ke 2.800 KK

Megapolitan
Anies: Minimal 60 Persen Warga Harus Diam di Rumah Agar Wabah Covid-19 Melandai

Anies: Minimal 60 Persen Warga Harus Diam di Rumah Agar Wabah Covid-19 Melandai

Megapolitan
Dua Balita Jadi Pasien Anak Pertama yang Isolasi di RSD Stadion Patriot

Dua Balita Jadi Pasien Anak Pertama yang Isolasi di RSD Stadion Patriot

Megapolitan
Jaksel Kembali Zona Merah, Wali Kota: Kalau Cuma Nongkrong di Warung Kopi, Jangan Dulu Deh

Jaksel Kembali Zona Merah, Wali Kota: Kalau Cuma Nongkrong di Warung Kopi, Jangan Dulu Deh

Megapolitan
Dapat Nomor Urut 3 di Pilkada Tangsel, Benyamin: Nomor Keberuntungan

Dapat Nomor Urut 3 di Pilkada Tangsel, Benyamin: Nomor Keberuntungan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X