Sering Tonton Video Porno, Ayah Perkosa 3 Putrinya

Kompas.com - 12/06/2013, 02:34 WIB
Editor

PONTIANAK, KOMPAS - Akibat sering menonton video porno, seorang ayah, RM (52), memerkosa dua anak kandung dan seorang anak tiri di tempat tinggal mereka di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Kasus pemerkosaan tersebut kemudian dilaporkan oleh istrinya, SM (38), dan salah seorang putrinya, LN (17), ke Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (11/6). Selain LN, korban lain adalah adiknya, RN (12), dan kakak tiri, RP (20), anak bawaan SM saat menikah dengan RM. Dari pernikahan dengan buruh itu, SM mempunyai lima anak.

Menurut LN, peristiwa pertama terjadi pada 2005 saat usianya sekitar sembilan tahun dan duduk di kelas III SD. Ulah RM terus berulang hingga LN hamil saat kelas I SMP. Namun, LN keguguran saat usia kandungan tujuh bulan akibat terjatuh.

Waktu itu, RM berbohong kepada ibunya dengan mengatakan, dirinya diperkosa empat pria bercadar. SM, yang bekerja sebagai pengasuh anak di Pontianak dan jarang pulang ke rumah, percaya saja.

Tak tahu apa-apa

”Waktu pertama kali (diperkosa), saya tak tahu apa-apa. Saya juga tak bisa cerita kepada siapa pun karena diancam,” kata LN.

Peristiwa serupa menimpa RP saat duduk di kelas V SD. ”Saya memergoki perbuatannya, tetapi kemudian diancam agar tak cerita,” kata LN. RP juga hamil, tetapi dipaksa menggugurkan kandungan. SM berniat melaporkan RM kepada polisi, tetapi urung karena khawatir tidak ada yang mengurus anak-anaknya jika dia bekerja di kota.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sekitar sebulan lalu, RN juga diperkosa RM. Saat itu, RN langsung bercerita kepada LN yang kemudian menyampaikannya kepada ibu mereka. Mereka sepakat melaporkan RM ke polisi.

Menurut Direktur Yayasan Nanda Dian Nusantara Devi Tiomana, kunci pencegahan kekerasan seksual ada pada keluarga. ”Namun, kalau sudah orang dekat yang melakukannya, tentu sulit,” ujarnya seraya berharap polisi gencar merazia barang ilegal tersebut.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pontianak Komisaris Puji Prayitno mengatakan, pihaknya memang akan melakukan penertiban peredaran video porno di pelosok Kalbar. Pekan lalu, polisi juga menerima laporan serupa yang menimpa JL (20) yang hamil akibat diperkosa ayahnya. (aha)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.