Kompas.com - 17/06/2013, 16:22 WIB
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekitar 1.000 orang buruh yang tergabung dalam Aliansi Serikat Buruh/Serikat Pekerja (SB/SP) Tangerang Raya, gagal memblokade pintu tol Kebon Nanas dan pintu M1 Bandara Soekarno-Hatta. Mereka hanya mendatangi dua titik strategis itu, lalu berorasi dan bubar.

Padahal target awal dari aksi penolakan kenaikan harga BBM itu adalah memblokade dan menguasai pintu tol Kebon Nanas dan pintu M1 Bandara Soekarno-Hatta. Niat para buruh gagal karena kedua titik strategis tadi dikuasai penuh oleh petugas polisi.

"Bukan buruh yang memblokade, tapi polisi," ujar Gatot, salah seorang koordinator aksi, Senin (17/6/2013).

Dalam aksinya para buruh mengecam rencana pemerintah yang akan menaikkan harga BBM. "Kenaikan harga BBM tidak akan menyejahterakan rakyat. Justru malah memiskinkan rakyat. Karena semua harga kebutuhan pokok pasti naik," ucap Dedi Sudrajat dari KSPI.

Menurut Dedi, saat ini saja harga kebutuhan pokok sudah merambat naik. Apabila harga BBM itu dinaikkan, pasti akan memicu kenaikan harga lanjutan.

"Baru saja buruh menikmati kenaikan UMP, sekarang harga BBM mau dinaikkan. Ini sangat melukai hati kami," ucapnya.

Sebelum menuju pintu tol Kebon Nanas, para buruh berkumpul di depan kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Tangerang. Selanjutnya mereka long march menuju pintu tol Kebon Nanas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gagal menguasai, lalu rombongan buruh long march ke pintu M1 Bandara Soekarno-Hatta. Akibat aksi long march itu ruas jalan yang dilalui para buruh macet parah. Seperti di Jalan MH Thamrin, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Sitanala, dan Jalan Neglasari.

Setelah gagal menguasai pintu tol Kebon Nanas, rombongan buruh juga mengalami hal serupa di pintu M1 Bandara Soekarno-Hatta. Mereka gagal memblokade karena dihadang oleh polisi 500 meter mendekati pintu M1.

Menurut AKBP Fachrudin Roji, Kabag Ops Polrestro Tangerang, pihaknya mengerahkan 1.200 petugas polisi yang berjaga di seluruh Kota Tangerang.

"Mereka kami sebar di beberapa titik. Untuk titik strategis seperti pintu M1 kami tempatkan dua kompi Brimob, begitu juga di pintu tol Kebon Nanas," ucapnya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.