Ada Subsidi, Tarif KRL AC Beda Tipis dengan KRL Ekonomi

Kompas.com - 19/06/2013, 07:52 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com - Per 1 Juli 2013, tarif progresif KRL Commuter Line (AC) akan diberlakukan. Pemberlakuan tarif progresif bakal dibarengi pemberian subsidi pemerintah melalui Public Service Obligation (PSO). Pemberian PSO akan membuat tiket KRL Commuter Line lebih murah. Setipis apa beda tarifnya dengan KRL ekonomi?

"KRL Ekonomi tetap ada karena itu penugasan pemerintah, jadi enggak akan kami apa-apakan. Nanti masyarakat pengguna (KRL) ekonomi nyaris sama lah (bayar tiketnya) dengan Commuter Line," kata Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daops I Sukendar Mulya, ketika dihubungi, Selasa (18/6/2013).

Menurut Sukendar, pemberlakuan tarif progresif hampir pasti dimulai per 1 Juli 2013. Dia mengatakan seluruh sarana dan prasarana di semua stasiun di Jabodetabek telah siap melayani e-ticketing yang menjadi prasyarat tarif progresif. "Insya Allah kami ada pembelajaran kemarin. Yang dari awalnya 1 Juni menjadi awal Juli. Pokoknya kondisinya sudah baik lah," ujarnya.

Sebelum dan sesudah PSO

PT KAI berencana menerapkan tarif progresif untuk KRL Commuter Line. Tarif ini akan mengenakan biaya berdasarkan jarak tempuh.

Semula, untuk lima stasiun pertama setiap penumpang KRL Commuter Line akan dikenakan harga tiket Rp 3.000, kemudian per 3 stasiun berikutnya akan ada tambahan biaya Rp 1.000. Kucuran PSO senilai Rp 286 miliar akan membuat tarif yang dikenakan pada penumpang berkurang. Hitungannya menjadi untuk lima stasiun pertama dipatok tarif Rp 2.000, dan berikutnya per 3 stasiun ditarik biaya tambahan Rp 500.

Kucuran PSO untuk tarif KRL Commuter Line tersebut, mengurangi selisih harga tiketnya dengan KRL ekonomi. Sebagai contoh, rute Depok-Pasar Minggu akan terkena tarif KRL Commuter Line Rp 2.000, sementara tiket KRL ekonomi rute itu adalah Rp 1.500.

Sedangkan untuk jarak jauh, misalnya jalur Bogor-Jakarta-Kota, total biaya yang akan dibayar penumpang KRL Commuter Line adalah Rp 5.000. Adapun tarif KRL ekonomi jalur tersebut adalah Rp 2.000.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pedagang di Seputar Pasar Malabar Masih Langgar Aturan Jam Malam PPKM

Pedagang di Seputar Pasar Malabar Masih Langgar Aturan Jam Malam PPKM

Megapolitan
Aksi Penumpang Transjakarta Curi Hand Sanitizer Terekam CCTV

Aksi Penumpang Transjakarta Curi Hand Sanitizer Terekam CCTV

Megapolitan
Penilaian Jakarta Keluar dari 10 Kota Termacet di Dunia Disebut Kurang Akurat

Penilaian Jakarta Keluar dari 10 Kota Termacet di Dunia Disebut Kurang Akurat

Megapolitan
Kejari Kota Tangerang Tetapkan 2 Tersangka pada Kasus Dugaan Korupsi di RSUP Sitanala

Kejari Kota Tangerang Tetapkan 2 Tersangka pada Kasus Dugaan Korupsi di RSUP Sitanala

Megapolitan
Wagub DKI Sebut TPU Rorotan Siapkan 1.500 Petak untuk Makam Jenazah Korban Covid-19

Wagub DKI Sebut TPU Rorotan Siapkan 1.500 Petak untuk Makam Jenazah Korban Covid-19

Megapolitan
30 Jenazah Korban Sriwijaya Air Telah Diserahkan ke Pihak Keluarga

30 Jenazah Korban Sriwijaya Air Telah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Megapolitan
Anak Wakil Wali Kota Tangerang Dijatuhi Hukum 8 Bulan Penjara

Anak Wakil Wali Kota Tangerang Dijatuhi Hukum 8 Bulan Penjara

Megapolitan
Bank DKI Serahkan 1 Mobil Khusus untuk Dukungan Kegiatan Donasi Darah ke PMI DKI

Bank DKI Serahkan 1 Mobil Khusus untuk Dukungan Kegiatan Donasi Darah ke PMI DKI

Megapolitan
[Update 21 Januari]: Jakarta Catat 3.151 Kasus Baru Covid-19

[Update 21 Januari]: Jakarta Catat 3.151 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Pasien Covid-19 Meninggal Dunia di Puskesmas di Tangsel Setelah Tak Dapat Ruang ICU di Puluhan RS di Jabodetabek

Pasien Covid-19 Meninggal Dunia di Puskesmas di Tangsel Setelah Tak Dapat Ruang ICU di Puluhan RS di Jabodetabek

Megapolitan
Jasa Raharja Telah Beri Santunan ke 39 Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ 182

Jasa Raharja Telah Beri Santunan ke 39 Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ 182

Megapolitan
Anggota DPRD Pertanyakan Letak Lahan Makam yang Dibeli Pemprov DKI Seharga Rp 185 M

Anggota DPRD Pertanyakan Letak Lahan Makam yang Dibeli Pemprov DKI Seharga Rp 185 M

Megapolitan
Baru Dibuka 8 Hari, Sisa Liang di TPU Srengseng Sawah Diprediksi Habis Besok

Baru Dibuka 8 Hari, Sisa Liang di TPU Srengseng Sawah Diprediksi Habis Besok

Megapolitan
Polisi Diminta Usut Penarikan Paksa Kabel Listrik Rumah Pompa Dukuh Atas

Polisi Diminta Usut Penarikan Paksa Kabel Listrik Rumah Pompa Dukuh Atas

Megapolitan
50 Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Tabur Bunga di Perairan Pulau Lancang, Besok

50 Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Tabur Bunga di Perairan Pulau Lancang, Besok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X