Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bayi di Bekasi Tewas, Diduga akibat Diberi Antibiotik

Kompas.com - 01/11/2015, 18:42 WIB
Jessi Carina

Penulis

Setelah dokter Yeni kembali, Falya akhirnya dibawa ke ruang ICU. Ibrahim kecewa karena tidak ada pengawasan ketika anaknya diberi antibiotik.

Alergi antibiotik
Ibrahim mengatakan, kematian anaknya akibat syokanafilatik atau alergi antibiotik. Meski demikian, pihak rumah sakit bersikeras mengatakan bahwa penyebabnya bukanlah antibiotik. Melainkan karena bakteri.

"Saat ketemu di ruang ICU, Dokter Yeni Abbas bilang tenang saja. Ini bukan karena antibiotik. Dia bilang dia pernah menangani yang lebih berat daripada ini," ujar Ibrahim. Jumat

(30/10/2015), kondisi Falya masih kritis. Ibrahim berinisiatif untuk mempertanyakan peluang hidup anaknya kepada dokter.

"Tapi itu juga tidak menghasilkan apa-apa karena mereka defensif. Mereka bilang anak saya kodisinya memburuk karena kuman di perut dan flek di paru-paru. Mereka hanya bilang akan menangani semaksimal mungkin," ujar Ibrahim.

Falya meninggal pada Minggu (1/11/2015) pagi. Ibrahim mengatakan, sampai keluar dari rumah sakit, pihak RS tidak pernah menjelaskan penyebab kematian anaknya.

Hal yang aneh, kata Ibrahim, dia juga tidak ditagih biaya pengobatan apapun. Kecuali biaya awal yang dia keluarkan ketika masuk rumah sakit. "Pihak rumah sakit tidak menagih pembayaran. Hanya keluar deposit awal Rp 1,5 juta saja," ujar dia.


Penjelasan rumah sakit
Tidak banyak penjelasan yang bisa disampaikan oleh pihak RS Awal Bros. Manajer Pemasaran RS Awal Bros, Yadi Haryadi, mengatakan instansinya masih mendalami kondisi pasien.

Selain itu, mereka juga akan memeriksa kembali prosedur pemeriksaan dan kondisi klinis Falya selama di rumah sakit.

"Nanti hasilnya akan segera kita sampaikan ke pihak keluarga. Saya sendiri belum tahu hasilnya karena memang masih dalam proses pendalaman oleh pihak kami," ujar Yadi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Polisi Dalami Peran Belasan Saksi Dalam Kasus Tewasnya Taruna STIP yang Dianiaya Senior

Polisi Dalami Peran Belasan Saksi Dalam Kasus Tewasnya Taruna STIP yang Dianiaya Senior

Megapolitan
Kepada Kapolres Jaktim, Warga Klender Keluhkan Aksi Lempar Petasan dan Tawuran

Kepada Kapolres Jaktim, Warga Klender Keluhkan Aksi Lempar Petasan dan Tawuran

Megapolitan
Belasan Taruna Jadi Saksi dalam Prarekonstruksi Kasus Tewasnya Junior STIP

Belasan Taruna Jadi Saksi dalam Prarekonstruksi Kasus Tewasnya Junior STIP

Megapolitan
Polisi Tangkap Lebih dari 1 Orang Terkait Pengeroyokan Mahasiswa di Tangsel

Polisi Tangkap Lebih dari 1 Orang Terkait Pengeroyokan Mahasiswa di Tangsel

Megapolitan
RTH Tubagus Angke Dirapikan, Pedagang Minuman Harap Bisa Tetap Mangkal

RTH Tubagus Angke Dirapikan, Pedagang Minuman Harap Bisa Tetap Mangkal

Megapolitan
Prarekonstruksi Kasus Penganiayaan Taruna STIP Digelar hingga 4 Jam

Prarekonstruksi Kasus Penganiayaan Taruna STIP Digelar hingga 4 Jam

Megapolitan
Masih Bonyok, Maling Motor di Tebet Belum Bisa Diperiksa Polisi

Masih Bonyok, Maling Motor di Tebet Belum Bisa Diperiksa Polisi

Megapolitan
Cegah Prostitusi, RTH Tubagus Angke Kini Dipasangi Lampu Sorot

Cegah Prostitusi, RTH Tubagus Angke Kini Dipasangi Lampu Sorot

Megapolitan
Balita yang Jasadnya Ditemukan di Selokan Matraman Tewas karena Terperosok dan Terbawa Arus

Balita yang Jasadnya Ditemukan di Selokan Matraman Tewas karena Terperosok dan Terbawa Arus

Megapolitan
PDI-P Buka Penjaringan Cagub dan Cawagub Jakarta hingga 20 Mei 2024

PDI-P Buka Penjaringan Cagub dan Cawagub Jakarta hingga 20 Mei 2024

Megapolitan
Kuota Haji Kota Tangsel Capai 1.242 Jemaah, Pemberangkatan Dibagi 2 Gelombang

Kuota Haji Kota Tangsel Capai 1.242 Jemaah, Pemberangkatan Dibagi 2 Gelombang

Megapolitan
Paniknya Mahasiswa di Tangsel, Kontrakan Digeruduk Warga saat Sedang Beribadah

Paniknya Mahasiswa di Tangsel, Kontrakan Digeruduk Warga saat Sedang Beribadah

Megapolitan
Jasad Balita Tersangkut di Selokan Matraman, Orangtua Sempat Lapor Kehilangan

Jasad Balita Tersangkut di Selokan Matraman, Orangtua Sempat Lapor Kehilangan

Megapolitan
Jasad Balita di Matraman Ditemukan Warga Saat Bersihkan Selokan, Ternyata Sudah 3 Hari Hilang

Jasad Balita di Matraman Ditemukan Warga Saat Bersihkan Selokan, Ternyata Sudah 3 Hari Hilang

Megapolitan
Polisi Ungkap Penyebab Mahasiswa di Tangsel Bertikai dengan Warga Saat Beribadah

Polisi Ungkap Penyebab Mahasiswa di Tangsel Bertikai dengan Warga Saat Beribadah

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com