Karena Stasiun Manggarai, Tidak Ada Penambahan Perjalanan KRL

Kompas.com - 28/12/2015, 14:18 WIB
Kepadatan di Stasiun Manggarai pada Senin (7/9/2015). Belum tampak adanya KRL jenis SF12 diperasikan. Aldo FenalosaKepadatan di Stasiun Manggarai pada Senin (7/9/2015). Belum tampak adanya KRL jenis SF12 diperasikan.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Muhammad Nurul Fadhila memastikan tidak akan ada penambahan jumlah perjalanan layanan kereta rel listrik (KRL) commuter line pada tahun 2016.

Penyebabnya, ada renovasi besar-besaran terhadap Stasiun Manggarai.

Menurut Fadhila, renovasi terhadap Stasiun Manggarai membuat penambahan jumlah perjalanan KRL tidak memungkinkan, mengingat Stasiun Manggarai merupakan stasiun transit yang menjadi titik pertemuan dari beberapa relasi.

"Stasiun Manggarai akan dibangun menjadi stasiun yang sangat besar. Makanya untuk tahun 2016, tidak akan ada penambahan jumlah perjalanan kereta," kata Fadhila dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin (28/12/2015).

Saat ini, jumlah perjalanan KRL setiap harinya mencapai 887 perjalanan. Dari jumlah tersebut, relasi Bogor/Depok menjadi relasi dengan jumlah perjalanan terbanyak yang mencapai 69,95 persen.

Yang terbanyak berikutnya ada pada relasi Bekasi dengan 13,46 persen, lalu relasi Serpong dengan 11,87 persen, dan relasi Tangerang dengan 4,72 persen.

Data dari PT KCJ menunjukkan, jumlah penumpang yang terangkut di semua relasi setiap harinya rata-rata 740.000 orang. Mereka menargetkan, pada 2018, jumlah penumpang yang terangkut mencapai 1,2 juta orang.

Oleh karena itu, meski tidak akan menambah jumlah perjalanan KRL pada tahun 2016, Fadhila memastikan, target menambah jumlah penumpang akan tetap terus berjalan.

Guna menyiasati hal itu, ia menyatakan, pihaknya memutuskan menambah formasi rangkaian kereta, dari berjumlah 8-10 kereta menjadi 10-12 kereta.

Fadhila mengatakan, rangkaian KRL commuter line dengan formasi 12 kereta nantinya akan dioperasikan di relasi Bogor/Depok dan Bekasi.

Saat ini, mayoritas rangkaian KRL commuter line yang melayani kedua relasi tersebut terdiri atas 10 kereta.

"Saat ini, renovasi perpanjangan peron masih berlangsung. Begitu selesai, rangkaian KRL dengan formasi 12 kereta akan langsung kami operasikan," ujar dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

14 dari 47 Pasien Covid-19 yang Jalani Isolasi di RSD Stadion Patriot Sembuh

14 dari 47 Pasien Covid-19 yang Jalani Isolasi di RSD Stadion Patriot Sembuh

Megapolitan
Fraksi PKS Minta Perda Penanganan Covid-19 Memuat Standardisasi Kegiatan Selama PSBB

Fraksi PKS Minta Perda Penanganan Covid-19 Memuat Standardisasi Kegiatan Selama PSBB

Megapolitan
PSBB Bogor, Depok, Bekasi Diperpajang sampai 27 Oktober, Belum Singgung soal Pengetatan

PSBB Bogor, Depok, Bekasi Diperpajang sampai 27 Oktober, Belum Singgung soal Pengetatan

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Acara Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Ade Irma Suryani Ditiadakan

Pandemi Covid-19, Acara Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Ade Irma Suryani Ditiadakan

Megapolitan
Mengenang Ahmad Yani, Jenderal yang Dibunuh dalam Peristiwa G30S

Mengenang Ahmad Yani, Jenderal yang Dibunuh dalam Peristiwa G30S

Megapolitan
Jelang Hari Kesaktian Pancasila, Bendera Setengah Tiang Dikibarkan di Kantor Wali Kota Jaksel

Jelang Hari Kesaktian Pancasila, Bendera Setengah Tiang Dikibarkan di Kantor Wali Kota Jaksel

Megapolitan
Cegah Kerumunan, Pemprov DKI Akan Dirikan Banyak Tenda Pengungsian jika Terjadi Banjir

Cegah Kerumunan, Pemprov DKI Akan Dirikan Banyak Tenda Pengungsian jika Terjadi Banjir

Megapolitan
Depok Curhat, Pemprov Jabar Minim Intervensi saat Kasus Covid-19 Melonjak di Bodebek

Depok Curhat, Pemprov Jabar Minim Intervensi saat Kasus Covid-19 Melonjak di Bodebek

Megapolitan
Pemilik Bimbel Jualan Pepes Ikan demi 400 Pengajarnya yang Dirumahkan

Pemilik Bimbel Jualan Pepes Ikan demi 400 Pengajarnya yang Dirumahkan

Megapolitan
Dokter yang Jadi Tersangka Praktik Aborsi Ilegal di Raden Saleh Meninggal

Dokter yang Jadi Tersangka Praktik Aborsi Ilegal di Raden Saleh Meninggal

Megapolitan
Walkot Sebut Satu Hotel di Bekasi Sudah Disetujui BNPB Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Walkot Sebut Satu Hotel di Bekasi Sudah Disetujui BNPB Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
5 Wilayah Jakarta Catat Kasus Kematian akibat Covid-19 Lebih dari 100 Orang, Ini Sebarannya

5 Wilayah Jakarta Catat Kasus Kematian akibat Covid-19 Lebih dari 100 Orang, Ini Sebarannya

Megapolitan
Sebelumnya Rp 32 Miliar, KPU Akan Koreksi Batas Maksimal Dana Kampanye Paslon Pilkada Tangsel

Sebelumnya Rp 32 Miliar, KPU Akan Koreksi Batas Maksimal Dana Kampanye Paslon Pilkada Tangsel

Megapolitan
Ridwan Kamil Mau Tinjau Langsung Penanganan Covid-19 Bodebek, Depok: Selama Ini Kami Tunggu-tunggu

Ridwan Kamil Mau Tinjau Langsung Penanganan Covid-19 Bodebek, Depok: Selama Ini Kami Tunggu-tunggu

Megapolitan
Benyamin-Pilar Setor Rp 526 Juta sebagai Dana Awal Kampanye Pilkada Tangsel

Benyamin-Pilar Setor Rp 526 Juta sebagai Dana Awal Kampanye Pilkada Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X