Saat Layanan Transportasi Massal "Lumpuh"

Kompas.com - 07/04/2016, 05:33 WIB
Rabu (6/4/2016), penumpang tujuan stasiun Tanah Abang- Kampung Bandan berdesak desakan memasuki gerbong komuter line. Akibat kereta anjlok di antara stasiun Manggarai-Sudirman, hampir seluruh perjalanan komuter terganggu Kompas.com/David Oliver PurbaRabu (6/4/2016), penumpang tujuan stasiun Tanah Abang- Kampung Bandan berdesak desakan memasuki gerbong komuter line. Akibat kereta anjlok di antara stasiun Manggarai-Sudirman, hampir seluruh perjalanan komuter terganggu
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dari Stasiun Sudirman menuju Manggarai anjlok, Rabu (6/4/2016) pukul 15.30. Praktis semua perjalanan KRL di belakang kereta yang anjlok ini terganggu.

Kalau terjadi di luar jam sibuk, mungkin ceritanya lain. Akan tetapi, itu terjadi di waktu jam pulang kantor bagi masyarakat Jakarta.

KRL anjlok bukan insiden kecil. Terbukti butuh berjam-jam bagi petugas untuk mengembalikan situasi menjadi normal.

Pengguna KRL, mencari cara agar tetap dapat melanjutkan pulang. Misalnya menyambung angkutan menuju Stasiun Manggarai. Harapannya, dari stasiun itu dapat melanjutkan perjalanan pulang.

Nampaknya, pengguna KRL dari arah Tanah Abang maupun Jakarta Kota, punya satu pikiran. Itu terlihat dari berbondong-bondongnya mereka menuju Stasiun Manggarai. Misalnya, ada yang jalan kaki dari Cikini atau naik angkutan dari Stasiun Sudirman. Sontak, di Manggarai terjadi penumpukan penumpang. Bahkan, antrian manusia mengular lebih dari 50 meter dari pintu masuk.

Setelah tahu kondisinya, ada yang kecewa, akhirnya memilih nebeng dengan kendaraan teman. Ada pula yang mau tak mau tetap nekat masuk. (Baca: Penanganan Kereta Anjlok di Manggarai Diperkirakan Selesai 4 Jam)

Suasana penumpukan itu berbuah kemacetan di jalan depan stasiun. Sebab, bajaj, ojek online, penjemput, dan PKL, mangkal di pinggir jalan.

Penumpukan itu jadi gambaran begitu banyaknya masyarakat yang bergantung pada moda transportasi massal seperti KRL. Angkutan alternatif lain di luar stasiun tidak begitu diminati karena mesti sambung menyambung. Apalagi kalau tinggalnya jauh seperti di Bogor, Depok, atau Bekasi.

Penyebab diselidiki

Penyebab anjloknya KRL ini masih belum diketahui. Petugas di lapangan menyatakan lintasan KRL normal. Petugas berwenang menyatakan sedang menyelidiki penyebab pastinya. Pihak PT KCJ, pengelola commuter line menyatakan, memindahkan KA 2473 yang anjlok di Stasiun Manggarai diperkirakan butuh tiga sampai empat jam. 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terus Melonjak, Depok Catat 2.093 Warga Masih Positif Covid-19

Terus Melonjak, Depok Catat 2.093 Warga Masih Positif Covid-19

Megapolitan
Kontroversi Seputar Tes Swab Covid-19 Rizieq Shihab

Kontroversi Seputar Tes Swab Covid-19 Rizieq Shihab

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK]: Tersangkut Kerumunan Massa Rizieq, 2 Pejabat DKI Dicopot| Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

[POPULER JABODETABEK]: Tersangkut Kerumunan Massa Rizieq, 2 Pejabat DKI Dicopot| Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Megapolitan
BMKG: Jakarta Hari Ini Dipreksi Hujan Seharian

BMKG: Jakarta Hari Ini Dipreksi Hujan Seharian

Megapolitan
Kasus Tes Swab Rizieq Shihab, RS Ummi Akui Ada Kelemahan di Sistem Internal dan Meminta Maaf

Kasus Tes Swab Rizieq Shihab, RS Ummi Akui Ada Kelemahan di Sistem Internal dan Meminta Maaf

Megapolitan
FPI Terima Surat Panggilan Polisi, Akankah Rizieq Shihab Datang?

FPI Terima Surat Panggilan Polisi, Akankah Rizieq Shihab Datang?

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Tangsel Melonjak, Diduga Imbas Kerumunan

Kasus Covid-19 di Tangsel Melonjak, Diduga Imbas Kerumunan

Megapolitan
Tangsel Catat Penambahan 174 Kasus Positif Covid-19, Tertinggi Selama Pandemi

Tangsel Catat Penambahan 174 Kasus Positif Covid-19, Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
Kasus Kerumunan di Petamburan, Polda Metro Periksa Rizieq Shihab 1 Desember

Kasus Kerumunan di Petamburan, Polda Metro Periksa Rizieq Shihab 1 Desember

Megapolitan
UPDATE 29 November: Kasus Aktif di DKI Jadi 9.947 Orang

UPDATE 29 November: Kasus Aktif di DKI Jadi 9.947 Orang

Megapolitan
Mulai Hari Ini, PT KAI Daop 1 Buka Pemesanan Tiket Jarak Jauh untuk 43 KA

Mulai Hari Ini, PT KAI Daop 1 Buka Pemesanan Tiket Jarak Jauh untuk 43 KA

Megapolitan
Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

Megapolitan
Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X