Puisi dan "1.000 Lilin" pada Peringatan 40 Hari Kematian Yn

Kompas.com - 13/05/2016, 21:55 WIB
Puluhan masyarakat berkumpul di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (13/5/2016) malam untuk mengenang kematian Yn, gadis asal Bengkulu yang tewas diperkosa. KOMPAS.com/LUTFY MAIRIZAL PUTRAPuluhan masyarakat berkumpul di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (13/5/2016) malam untuk mengenang kematian Yn, gadis asal Bengkulu yang tewas diperkosa.
Penulis Nursita Sari
|
EditorIndra Akuntono

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi solidaritas digelar di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (13/5/2016), dalam rangka memperingati 40 hari kematian Yn, siswi 14 tahun yang diperkosa dan dibunuh 14 pemuda di Rejang Lebong, Bengkulu.

Acara yang digelar Jaringan Aksi Solidaritas untuk Korban itu bertajuk "Malam 1.000 Lilin: Solidaritas untuk Korban Kekerasan Seksual".

Aksi itu tidak hanya digelar untuk memperingati 40 hari kematian Yn, tetapi juga didedikasikan untuk semua korban kekerasan seksual di Indonesia.

Dalam aksi solidaritas tersebut, tampak peserta aksi menyalakan lilin sebagai simbol keprihatinan. Selain itu, aksi juga diramaikan dengan orasi, penampilan musik, musikalisasi puisi, dan doa bersama.

Musikalisasi puisi yang dibawakan seorang perempuan menceritakan kronologi pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Yn.

"Ibu, kematianku tidak sia-sia, para pejuang di seluruh negeri ini menjadikan deritaku sebagai derita mereka," begitu bunyi salah satu baitnya.

Beberapa kelompok band pun ikut menghibur. Lirik lagu yang mereka nyanyikan menyampaikan pesan maraknya kejahatan seksual terhadap anak.

"Ajari laki-laki untuk tidak memperkosa, bukan ajari perempuan cara berpakaian," tutur vokalis band tersebut.

Kompas TV Orasi dan Kecaman Untuk Pelaku Kekerasan Seksual




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, RS Suyoto Akan Tambah Ruang Perawatan

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, RS Suyoto Akan Tambah Ruang Perawatan

Megapolitan
Waspada Kejahatan dengan Modus Tawarkan Pekerjaan, dari Pencurian hingga Prostitusi Online

Waspada Kejahatan dengan Modus Tawarkan Pekerjaan, dari Pencurian hingga Prostitusi Online

Megapolitan
Cara Cek Ketersediaan Tempat Tidur ICU Pasien Covid-19 di Jakarta

Cara Cek Ketersediaan Tempat Tidur ICU Pasien Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Total 47 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi, Ini Daftar Namanya

Total 47 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi, Ini Daftar Namanya

Megapolitan
TPU Bambu Apus Bisa Tampung 700 Jenazah Pasien Covid-19

TPU Bambu Apus Bisa Tampung 700 Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Modus Tawarkan Pekerjaan, TNI Gadungan Curi Motor Korban

Modus Tawarkan Pekerjaan, TNI Gadungan Curi Motor Korban

Megapolitan
4 Fakta Risma Bantu 15 PPKS Kerja di BUMN, dari Pemulung Kini Pekerja di Proyek Tol

4 Fakta Risma Bantu 15 PPKS Kerja di BUMN, dari Pemulung Kini Pekerja di Proyek Tol

Megapolitan
Pemprov DKI Buka Lahan Baru Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Bambu Apus

Pemprov DKI Buka Lahan Baru Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Bambu Apus

Megapolitan
Depok Catat 410 Kasus Baru, 4.569 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Depok Catat 410 Kasus Baru, 4.569 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Rangkap Jabatan Marullah Matali, Dilantik Jadi Sekda DKI Jakarta Lalu Ditunjuk Plt Wali Kota Jaksel

Rangkap Jabatan Marullah Matali, Dilantik Jadi Sekda DKI Jakarta Lalu Ditunjuk Plt Wali Kota Jaksel

Megapolitan
UPDATE: Tambah 73 Kasus di Kota Tangerang, 3 Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE: Tambah 73 Kasus di Kota Tangerang, 3 Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
Sejarah Hari Ini: Kecelakaan Maut Tugu Tani yang Renggut 9 Nyawa Pejalan Kaki

Sejarah Hari Ini: Kecelakaan Maut Tugu Tani yang Renggut 9 Nyawa Pejalan Kaki

Megapolitan
Pedagang Emas di Depok Tertipu, Emas 300 Gram Dibawa Kabur Pelaku

Pedagang Emas di Depok Tertipu, Emas 300 Gram Dibawa Kabur Pelaku

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Jumat: Bogor, Tangerang, dan Sebagian Jakarta Berpeluang Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Jumat: Bogor, Tangerang, dan Sebagian Jakarta Berpeluang Hujan

Megapolitan
5 Fakta Terkini Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182: Dihentikan hingga Proses Identifikasi

5 Fakta Terkini Operasi Pencarian Sriwijaya Air SJ 182: Dihentikan hingga Proses Identifikasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X