Lagi, Sufmi Dasco Ajukan Penangguhan Penahanan, Kali Ini untuk Eggi Sudjana

Kompas.com - 04/06/2019, 15:21 WIB
Direktur Advokasi BPN Sufmi Dasco di Mapolda Metro Jaya Selasa (4/6/2019). KOMPAS.com/Vitorio MantaleanDirektur Advokasi BPN Sufmi Dasco di Mapolda Metro Jaya Selasa (4/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga yang juga anggota Komisi 3 DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Selasa (4/6/2019) ini, kembali mengajukan jaminan penangguhan penahanan ke Mapolda Metro Jaya. Kali ini, Dasco datang sebagai salah satu penjamin penangguhan penahanan untuk Eggi Sudjana yang terlilit kasus makar.

"Hari ini saya menyusul memberikan surat jaminan penangguhan penahanan utk Eggi Sudjana. Akan segera diproses oleh penyidik sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku," ucap Dasco kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa siang.

"Mudah-mudahan bisa segera keluar dari tahanan," imbuhnya.


Dasco mengatakan, tidak ada permintaan khusus dari penyidik soal jaminan penangguhan penahanan Eggi. Ia hanya diminta untuk melengkapi semua persyaratan yang diperlukan

"Kami diminta melengkapi persyaratan-persyaratan yang sesuai saja. Kami sudah lengkapi semua. Lengkap saja, jaminan dari keluarga, saya kan hanya tambahan," ujar Dasco.

Namun, Dasco belum yakin apakah penangguhan penahanan Eggi Sudjana dapat dirampungkan pada hari ini juga. Berbeda saat mengajukan surat jaminan penangguhan penahanan bagi Lieus Sungkharisma, Senin kemarin. Saat itu, Dasco mengatakan bahwa Lieus akan keluar hari itu juga. Lieus kemudian keluar tahanan Senin sore.

"Jadi proses penangguhan penahanannya, penjaminannya sudah saya masukan, sudah dikomunkkasikan dengan penyidik dan sedang diproses. Nanti kapan keluarnya tergantung kewenangan penyidik," ujar Dasco.

Kemarin, Dasco menjadi penjamin bagi penangguhan penahanan tersangka kasus dugaan makar Lieus Sungkharisma dan 58 orang tersangka kerusuhan 22 Mei 2019.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petugas Damkar Cek Plafon Rumah Warga Cakung yang Diduga Berisi Ular, Ternyata Isinya...

Petugas Damkar Cek Plafon Rumah Warga Cakung yang Diduga Berisi Ular, Ternyata Isinya...

Megapolitan
Harga Paket Wisata di Kepulauan Seribu Naik 20 Persen Selama Libur Natal dan Tahun Baru

Harga Paket Wisata di Kepulauan Seribu Naik 20 Persen Selama Libur Natal dan Tahun Baru

Megapolitan
Pohon di Duri Kepa Tumbang Menimpa Kabel, Listrik di Permukiman Warga Padam

Pohon di Duri Kepa Tumbang Menimpa Kabel, Listrik di Permukiman Warga Padam

Megapolitan
Pernah Wacanakan yang Sama, Anies Enggan Komentari Rencana Nadiem Hapus UN

Pernah Wacanakan yang Sama, Anies Enggan Komentari Rencana Nadiem Hapus UN

Megapolitan
Aktivitas Penerbangan Saat Natal dan Tahun Baru Diprediksi Hanya Naik 1 Persen, Ini Kata Menhub

Aktivitas Penerbangan Saat Natal dan Tahun Baru Diprediksi Hanya Naik 1 Persen, Ini Kata Menhub

Megapolitan
Bantah PSI, Pemprov DKI Sebut Pembangunan LRT oleh Dishub Tak Langgar Aturan

Bantah PSI, Pemprov DKI Sebut Pembangunan LRT oleh Dishub Tak Langgar Aturan

Megapolitan
Ada Ormas Tolak DWP, Ketua DPRD: Itu Pendapatan DKI dan Bukan Tahun Ini Saja

Ada Ormas Tolak DWP, Ketua DPRD: Itu Pendapatan DKI dan Bukan Tahun Ini Saja

Megapolitan
90 Persen Penginapan di Kepulauan Seribu Sudah Dipesan untuk Libur Natal dan Tahun Baru

90 Persen Penginapan di Kepulauan Seribu Sudah Dipesan untuk Libur Natal dan Tahun Baru

Megapolitan
Polisi Akan Periksa Sekuriti yang Tangkap Pasien RSJ Soeharto Heerdjan

Polisi Akan Periksa Sekuriti yang Tangkap Pasien RSJ Soeharto Heerdjan

Megapolitan
Kata Lurah soal Rumah Ko Ayun yang Dikepung Proyek, Sebut Sulit Lakukan Mediasi

Kata Lurah soal Rumah Ko Ayun yang Dikepung Proyek, Sebut Sulit Lakukan Mediasi

Megapolitan
2 Pohon Tumbang Saat Hujan yang Disertai Angin di Cakung

2 Pohon Tumbang Saat Hujan yang Disertai Angin di Cakung

Megapolitan
Pohon Biola Cantik di Duri Kepa Tumbang, Kabel Listrik pun Terbakar

Pohon Biola Cantik di Duri Kepa Tumbang, Kabel Listrik pun Terbakar

Megapolitan
Anies: Dua Nama Cawagub Sudah Sembilan Bulan di DPRD DKI, Dewan Harus Putuskan

Anies: Dua Nama Cawagub Sudah Sembilan Bulan di DPRD DKI, Dewan Harus Putuskan

Megapolitan
Pemprov DKI Beri Mesin Kremasi buat Umat Hindu di Jakarta

Pemprov DKI Beri Mesin Kremasi buat Umat Hindu di Jakarta

Megapolitan
Sejarah Pasar Senen, Bekas Tempat Tuan Tanah Belanda hingga PKL Era Ali Sadikin

Sejarah Pasar Senen, Bekas Tempat Tuan Tanah Belanda hingga PKL Era Ali Sadikin

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X