Tak Adakan Nonton Bareng, Muhamad Minta Simpatisan Saksikan Debat Pilkada Tangsel dari Rumah

Kompas.com - 20/11/2020, 15:32 WIB
Pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Muhamad (kiri) dan Rahayu Saraswati (kanan) berfoto bersama usai menyerahkan berkas pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tangerang Selatan di Setu, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (4/9/2020). Pasangan Muhamad dan Rahayu Saraswati yang diusung PDI Perjuangan, Partai Gerindra, PSI, PAN dan Partai Hanura resmi mendaftarkan diri sebagai kontestan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan tahun 2020. ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBALPasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Muhamad (kiri) dan Rahayu Saraswati (kanan) berfoto bersama usai menyerahkan berkas pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tangerang Selatan di Setu, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (4/9/2020). Pasangan Muhamad dan Rahayu Saraswati yang diusung PDI Perjuangan, Partai Gerindra, PSI, PAN dan Partai Hanura resmi mendaftarkan diri sebagai kontestan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan tahun 2020.
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Pasangan calon nomor urut satu, Muhamad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Sara) tidak mengadakan acara nonton bareng debat kandidat Pilkada Tangerang Selatan 2020.

Para simpatisan diimbau untuk menyaksikan debat kandidat melalui siaran televisi di kediamannya masing-masing.

"Untuk nobar di tempat khusus enggak ada. Kami tidak menyiapkan acara nonton bersama karena di tengah pandemi, mengingat Tangsel masih masuk kategori redzone," ujar calon wali kota Tangerang Selatan Muhamad, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (20/11/2020).

Baca juga: Jelang Debat Pilkada Tangsel, Muhamad Siapkan Bahan Terkait Penanganan Covid-19 hingga Peningkatan Ekonomi

Menurut Muhamad, pihaknya tidak mengadakan acara nonton bareng, untuk mencegah terjadinya kerumunan simpatisan di tengah pandemi Covid-19.

"Pilkada kali ini di tengah pandemi Covid-19 dan kita harus menerapkan protokol kesehatan," kata Muhamad.

"Jadi saya meminta kepada seluruh simpatisan cukup menyaksikan lewat televisi di rumah masing-masing," sambungnya.

Kendati demikian, Muhamad tidak melarang para simpatisan yang ingin mengadakan nonton bareng debat kandidat di wilayahnya masing-masing.

Muhamad menekankan agar acara yang akan digelar tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Baca juga: Jelang Debat Pilkada Tangsel, Muhamad-Sara Latihan Public Speaking

"Dipersilakan posko masing-masing yang tersebar di setiap wilayah. Prinsipnya jaga kesehatan dengan memperhatikan protokol Covid-19," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah menetapkan waktu pelaksanaan debat kandidat pasangan calon pada Pilkada 2020.

Debat kandidat Pilkada Tangsel akan digelar dua kali. Putaran pertama akan berlangsung pada Minggu (22/11/2020) dan disiarkan langsung dari studio KompasTV.

Sementara debat putaran kedua yang digelar Kamis (3/12/2020) akan disiarkan di MetroTV.

Debat tersebut akan digelar secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Hanya pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tangsel dan perwakilan partai pendukung yang diperkenankan datang ke lokasi debat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Kapok Ngebut di Kawasan Istana, Pemotor Dihukum Push Up hingga Dilumpuhkan Paspampres

Tak Kapok Ngebut di Kawasan Istana, Pemotor Dihukum Push Up hingga Dilumpuhkan Paspampres

Megapolitan
Kabel-kabel Menjuntai di Jalan Barito 1 dan Membahayakan Pengendara

Kabel-kabel Menjuntai di Jalan Barito 1 dan Membahayakan Pengendara

Megapolitan
Cara Pengelola Kafe Lokasi Penembakan oleh Bripda CS Kelabui Satpol PP soal Jam Operasional

Cara Pengelola Kafe Lokasi Penembakan oleh Bripda CS Kelabui Satpol PP soal Jam Operasional

Megapolitan
Pemerintah Terbitkan Aturan Vaksinasi Mandiri, Pengusaha DKI Harap Harganya Terjangkau

Pemerintah Terbitkan Aturan Vaksinasi Mandiri, Pengusaha DKI Harap Harganya Terjangkau

Megapolitan
Pengusaha DKI Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Mandiri

Pengusaha DKI Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Mandiri

Megapolitan
Puluhan Rumah Warga Cilincing Rusak Diterpa Angin Kencang

Puluhan Rumah Warga Cilincing Rusak Diterpa Angin Kencang

Megapolitan
Ibu dari 2 Balita yang Tertabarak Truk di Pondok Cabe Meninggal di RS

Ibu dari 2 Balita yang Tertabarak Truk di Pondok Cabe Meninggal di RS

Megapolitan
Tanggapi Wacana Interpelasi F-PSI soal Banjir Jakarta, Wagub DKI: Kami Persilakan

Tanggapi Wacana Interpelasi F-PSI soal Banjir Jakarta, Wagub DKI: Kami Persilakan

Megapolitan
Paspampres Sebut Sunmori Moge yang Terobos Ring 1 Bisa Ditembak Karena Membahayakan

Paspampres Sebut Sunmori Moge yang Terobos Ring 1 Bisa Ditembak Karena Membahayakan

Megapolitan
Pengendara Moge Ditendang Saat Terobos Ring 1, Paspampres: Itu Masih Manusiawi, Sebenarnya Bisa Ditembak

Pengendara Moge Ditendang Saat Terobos Ring 1, Paspampres: Itu Masih Manusiawi, Sebenarnya Bisa Ditembak

Megapolitan
Bandara Soekarno Hatta Siapkan Layanan Taksi Terbang untuk Antar Masyarakat

Bandara Soekarno Hatta Siapkan Layanan Taksi Terbang untuk Antar Masyarakat

Megapolitan
Paspampres: Pengendara Moge Dilumpuhkan karena Menerobos Kawasan Ring 1

Paspampres: Pengendara Moge Dilumpuhkan karena Menerobos Kawasan Ring 1

Megapolitan
Kerap Langgar Prokes, Lokasi Penembakan oleh Bripda CS Sering Dikeluhkan Warga Setempat

Kerap Langgar Prokes, Lokasi Penembakan oleh Bripda CS Sering Dikeluhkan Warga Setempat

Megapolitan
Lokasi Penembakkan oleh Bripda CS Buka hingga Subuh, Pemprov DKI: Pengelola Kafe Kelabui Petugas

Lokasi Penembakkan oleh Bripda CS Buka hingga Subuh, Pemprov DKI: Pengelola Kafe Kelabui Petugas

Megapolitan
Usai Dilantik Jadi Wakil Wali Kota Depok, Imam Berencana Silaturahim hingga Terbitkan Buku

Usai Dilantik Jadi Wakil Wali Kota Depok, Imam Berencana Silaturahim hingga Terbitkan Buku

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X