Kompas.com - 18/01/2021, 23:32 WIB
Kapolsek Kalideres (tengah) Kompol Slamet Riyadi dalam konferensi pers pengungkapan penangkapan dua orang jambret yang beraksi di Kamal, Kalideres. Konferensi pers dilaksanakan di Polsek Kalideres pada Senin (18/1/2021). Kompas.com/Sonya TeresaKapolsek Kalideres (tengah) Kompol Slamet Riyadi dalam konferensi pers pengungkapan penangkapan dua orang jambret yang beraksi di Kamal, Kalideres. Konferensi pers dilaksanakan di Polsek Kalideres pada Senin (18/1/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua orang jambret berinisial MJ (24) dan DS (21) yang ditangkap Polsek Jakarta Barat pada Jumat (15/1/2021) melakukan aksinya dengan memepet pejalan kaki yang sedang melintas.

"Mereka beraksi dengan memepet korban lalu dengan paksa mengambil barang korban," ujar Kapolsek Kalideres, Kompol Slamet Riyadi dalam konferensi pers, Senin (18/1/2021).

Slamet kemudian menjelaskan bahwa jika korban melawan, kedua pelaku tak segan melakukan tindak kekerasan kepada korban.

"Nanti kalau korban melawan, mereka akan melakukan kekerasan," lanjut dia.

Baca juga: Dua Jambret di JPO Kalideres Mengaku Mencuri untuk Penuhi Kebutuhan Sehari-hari

Adapun, MJ dan DS telah melakukan aksinya lebih dari satu kali.

Mereka tidak hanya mengambil ponsel milik korban tetapi juga barang berharga lain yang dimiliki oleh korban.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Slamet menyatakan bahwa keduanya menjambret untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

"Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka," ujar Slamet.

Pasalnya, kedua pelaku tersebut tidak memiliki pekerjaan tetap dan merupakan residivis.

Baca juga: Polisi Tembak 2 Jambret Handphone yang Beraksi di JPO Kalideres

Slamet kemudian menjelaskan bahwa karena aksinya, mereka disangkakan pasal 365 KUHP.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Operator Resmi Jadi Tersangka Kasus Crane Terguling di Depok

Satu Operator Resmi Jadi Tersangka Kasus Crane Terguling di Depok

Megapolitan
Gudang Sicepat di Sawah Besar Kebakaran, Diduga karena Korsleting Listrik

Gudang Sicepat di Sawah Besar Kebakaran, Diduga karena Korsleting Listrik

Megapolitan
Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kebakaran di Krendang Tambora

Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kebakaran di Krendang Tambora

Megapolitan
UPDATE 16 Oktober: Tangsel Catat Penambahan 10 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 16 Oktober: Tangsel Catat Penambahan 10 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
UPDATE Kota Tangerang 16 Oktober: Tambah 3 Kasus, 49 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE Kota Tangerang 16 Oktober: Tambah 3 Kasus, 49 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Gudang Jasa Ekspedisi di Sawah Besar Terbakar, Asap Hitam Membumbung Tinggi

Gudang Jasa Ekspedisi di Sawah Besar Terbakar, Asap Hitam Membumbung Tinggi

Megapolitan
Jasad Pria Tersangkut di Bawah Jembatan Panus Depok, Polisi: Sudah Teridentifikasi dan Dipulangkan

Jasad Pria Tersangkut di Bawah Jembatan Panus Depok, Polisi: Sudah Teridentifikasi dan Dipulangkan

Megapolitan
 Update 16 Oktober: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 154

Update 16 Oktober: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 154

Megapolitan
Jadwal dan Lokasi Vaksinasi Pelajar 12 Tahun di 13 Kecamatan di Kota Tangerang

Jadwal dan Lokasi Vaksinasi Pelajar 12 Tahun di 13 Kecamatan di Kota Tangerang

Megapolitan
Kronologi Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak, 1 Tewas dan 18 Luka

Kronologi Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak, 1 Tewas dan 18 Luka

Megapolitan
 4 Tahun Gubernur Anies, Mimpi Integrasi Antarmoda Transportasi Jakarta

4 Tahun Gubernur Anies, Mimpi Integrasi Antarmoda Transportasi Jakarta

Megapolitan
5.305 Pelajar SD Usia 12 Tahun di Kota Tangerang Akan Divaksinasi

5.305 Pelajar SD Usia 12 Tahun di Kota Tangerang Akan Divaksinasi

Megapolitan
Polisi Minta Warga Melapor jika Ada Perusahaan Pinjol yang Meresahkan

Polisi Minta Warga Melapor jika Ada Perusahaan Pinjol yang Meresahkan

Megapolitan
Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak Tewaskan Sopir, Polisi: Kurang Jaga Jarak

Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak Tewaskan Sopir, Polisi: Kurang Jaga Jarak

Megapolitan
Polda Metro Periksa Rachel Vennya Kamis Depan

Polda Metro Periksa Rachel Vennya Kamis Depan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.