Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Motor Sudah Dibatasi, Kapan Giliran Mobil?

Kompas.com - 08/01/2015, 19:05 WIB
Alsadad Rudi

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan pelarangan sepeda motor di Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat sejak 17 Desember 2014. Rencananya, area pelarangan itu diperluas hingga Jalan Sudirman mulai 17 Januari 2015 mendatang.

Peraturan tersebut untuk membatasi jumlah kendaraan roda dua di jalan raya. Sementara itu, pembatasan kendaraan roda empat atau mobil dilakukan dengan penerapan jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP).

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Benjamin Bukit mengatakan, rencana penerapan ERP saat ini telah masuk dalam tahap penyiapan dokumen lelang dan penyusunan peraturan gubernur (pergub) yang akan menjadi dasar hukum bagi peraturan tersebut.

Khusus untuk penyiapan dokumen lelang, kata dia, pihak yang ditugaskan untuk mengurus hal tersebut adalah PT Jakarta Propertindo. "Sekarang masih menyusun dokumen lelang dan pergubnya. Dokumen lelangnya disusun oleh Jakpro. Nanti Jakpro yang memikirkan," kata dia, di Balai Kota Jakarta, Kamis (8/1/2015).

Menurut Benjamin, persiapan dokumen lelang dilakukan seiring dengan telah berakhirnya masa uji coba yang dilakukan di Jalan Sudirman dan Jalan Rasuna Said. Masa uji coba sendiri hanya diikuti dua perusahaan, yakni Kapsch di Jalan Sudirman dan Q-free di Jalan Rasuna Said.

Meski uji coba hanya diikuti oleh dua perusahaan, kata Benjamin, proses lelang terbuka bagi perusahaan mana pun. "Lelangnya terbuka bagi siapa saja. Kalau lelangnya lancar, bisa langsung jalan (penerapan ERP)," ucap dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kepada Kapolres Jaktim, Warga Klender Keluhkan Aksi Lempar Petasan dan Tawuran

Kepada Kapolres Jaktim, Warga Klender Keluhkan Aksi Lempar Petasan dan Tawuran

Megapolitan
Belasan Taruna Jadi Saksi dalam Prarekonstruksi Kasus Tewasnya Junior STIP

Belasan Taruna Jadi Saksi dalam Prarekonstruksi Kasus Tewasnya Junior STIP

Megapolitan
Polisi Tangkap Lebih dari 1 Orang Terkait Pengeroyokan Mahasiswa di Tangsel

Polisi Tangkap Lebih dari 1 Orang Terkait Pengeroyokan Mahasiswa di Tangsel

Megapolitan
RTH Tubagus Angke Dirapikan, Pedagang Minuman Harap Bisa Tetap Mangkal

RTH Tubagus Angke Dirapikan, Pedagang Minuman Harap Bisa Tetap Mangkal

Megapolitan
Prarekonstruksi Kasus Penganiayaan Taruna STIP Digelar hingga 4 Jam

Prarekonstruksi Kasus Penganiayaan Taruna STIP Digelar hingga 4 Jam

Megapolitan
Masih Bonyok, Maling Motor di Tebet Belum Bisa Diperiksa Polisi

Masih Bonyok, Maling Motor di Tebet Belum Bisa Diperiksa Polisi

Megapolitan
Cegah Prostitusi, RTH Tubagus Angke Kini Dipasangi Lampu Sorot

Cegah Prostitusi, RTH Tubagus Angke Kini Dipasangi Lampu Sorot

Megapolitan
Balita yang Jasadnya Ditemukan di Selokan Matraman Tewas karena Terperosok dan Terbawa Arus

Balita yang Jasadnya Ditemukan di Selokan Matraman Tewas karena Terperosok dan Terbawa Arus

Megapolitan
PDI-P Buka Penjaringan Cagub dan Cawagub Jakarta hingga 20 Mei 2024

PDI-P Buka Penjaringan Cagub dan Cawagub Jakarta hingga 20 Mei 2024

Megapolitan
Kuota Haji Kota Tangsel Capai 1.242 Jemaah, Pemberangkatan Dibagi 2 Gelombang

Kuota Haji Kota Tangsel Capai 1.242 Jemaah, Pemberangkatan Dibagi 2 Gelombang

Megapolitan
Paniknya Mahasiswa di Tangsel, Kontrakan Digeruduk Warga saat Sedang Beribadah

Paniknya Mahasiswa di Tangsel, Kontrakan Digeruduk Warga saat Sedang Beribadah

Megapolitan
Jasad Balita Tersangkut di Selokan Matraman, Orangtua Sempat Lapor Kehilangan

Jasad Balita Tersangkut di Selokan Matraman, Orangtua Sempat Lapor Kehilangan

Megapolitan
Jasad Balita di Matraman Ditemukan Warga Saat Bersihkan Selokan, Ternyata Sudah 3 Hari Hilang

Jasad Balita di Matraman Ditemukan Warga Saat Bersihkan Selokan, Ternyata Sudah 3 Hari Hilang

Megapolitan
Polisi Ungkap Penyebab Mahasiswa di Tangsel Bertikai dengan Warga Saat Beribadah

Polisi Ungkap Penyebab Mahasiswa di Tangsel Bertikai dengan Warga Saat Beribadah

Megapolitan
KPU DKI Pastikan Keamanan Data 618.000 KTP yang Dikumpulkan untuk Syarat Dukung Cagub Independen

KPU DKI Pastikan Keamanan Data 618.000 KTP yang Dikumpulkan untuk Syarat Dukung Cagub Independen

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com