Demam Miyabi (1): Memburu "Miyabi" di Glodok... - Kompas.com

Demam Miyabi (1): Memburu "Miyabi" di Glodok...

Kompas.com - 09/10/2009, 11:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bagi sebagian kalangan, kata “Miyabi” begitu akrab di telinga.  Mereka yang paham biasanya langsung tersenyum begitu mendengar “Miyabi”.  Yang tidak mengerti cuma bingung melihat temannya tersenyum.  Belakangan, kata “Miyabi” jadi begitu populer dan tak lagi dipahami secara eksklusif oleh sebagian orang menyusul kabar akan datangnya aktris Jepang Maria Ozawa (23).

Miyabi adalah nama alias Maria Ozawa. Di Jepang, ia dikenal sebagai bintang film porno. Sebuah film berjudul Menculik Miyabi akan diproduksi di Indonesia. Ini tentu bukan film porno. Tapi, Miyabi akan ikut menjadi pemain di film yang digarap oleh rumah produksi Maxima Pictures itu.

Diam-diam demam Miyabi merebak. Banyak orang tergelitik ingin tahu seperti apakah film orang dewasa yang dibintanginya. Ternyata tidak sulit mencari “Miyabi”, bahkan untuk seorang "pemula" sekali pun.  Kata “Miyabi” telah menjadi ikon di kawasan Glodok, Jakarta Barat, yang dikenal sebagai pusat perdagangan film bajakan. Film-film Miyabi dan film dewasa lainnya digelar secara terbuka di sana.

Memasuki halaman gedung Glodok, mata Anda langsung tertumbuk pada deretan DVD Miyabi bersampul foto dirinya yang manis. Terlebih begitu Anda memasuki koridor pusat perbelanjaan elektronik terbesar di Jakarta ini. Film-film Miyabi pun semakin mudah Anda temui. Puluhan DVD Miyabi sengaja dijejerkan di rak seukuran 5 meter x 1 meter, sementara mata pemilik lapak berkeliaran mencari calon pembeli potensial.

"Miyabi?" ujar seorang penjual tanpa ditanya begitu Kompas.com memasuki koridor gedung Glodok. Tidak hanya menawari, penjual tersebut langsung menghampiri Kompas.com.

Begitu Kompas.com menganggukkan kepala, penjual itu pun langsung antusias membimbing ke lapaknya yang terletak persis di depan pintu masuk gedung tersebut. "Ini semua baru-baru. Saya sengaja tinggalin ini buat bos. Pokoknya bagus-bagus," bujuk pemilik lapak dengan gaya sok akrab sambil mengeluarkan sejumlah keping DVD bersampulkan foto Miyabi.

Ya, puluhan penjual DVD memang sangat gencar menawarkan beragam film dewasa yang dibintangi Miyabi ke setiap pengunjung yang datang di Glodok. Tidak hanya duduk manis sembari menjajakan barang dagangannya, kini mereka menerapkan metode "jemput bola".

Hal yang sama terjadi ketika Kompas.com tiba di lantai 3 gedung tersebut. "Mau Miyabi?" ujar seorang penjual.

Kali ini, tanpa menunggu anggukan kepala, Kompas.com langsung dituntun menuju lapak yang berjarak sekitar lima meter dari eskalator. "Ini baru-baru. Hardcore, enggak ada yang disensor," ujarnya berpromosi sambil memperlihatkan sejumlah keping DVD bersampulkan Miyabi.

Melihat respons Kompas.com yang pura-pura tidak tertarik, penjual tersebut tidak kehilangan akal. Dia pun langsung kembali berpromosi. "Tenang, nanti jika sudah bosan, bisa tukar tambah setengah harga," ujarnya.

Di lantai tiga, terdapat setidaknya lima lapak yang menjajakan DVD Miyabi secara terbuka. Metode "jemput bola" ini membuat beberapa calon pembeli pemula sungkan, namun sebagian lainnya antusias.

Seorang pemuda, sebut saja Ryan, mengaku sengaja datang dari rumahnya di kawasan Mangga Besar guna membeli beberapa keping DVD Miyabi yang terbaru.  Saat ditemui, Ryan tengah asyik memilah tumpukan DVD porno di sebuah lapak. "Saya diberi tahu ada seri baru," ujar pria yang mengaku mengenal Miyabi sejak duduk di bangku kuliah.

Pantauan Kompas.com pada Kamis (8/10) sore, sejumlah lapak DVD porno cukup ramai dipadati pembeli. Mereka datang silih berganti. Ada yang membeli satu, lima, ataupun sekadar melihat-lihat.

Pemandangan ini cukup kontras dibandingkan toko-toko yang menjual DVD peranti lunak bajakan, keping CD kosong, hingga aksesori game, seperti joystick dan lainnya. Deretan kios ini tergolong sepi pengunjung.

Tidak semua film bersampul gambar Miyabi yang disodorkan pedagang berisi film yang dibintangi artis cantik itu. "Gambarnya sih Miyabi, tapi isinya bukan," ujar seorang teman yang pernah tertipu di Glodok.

(Bersambung)

Editormbonk

Close Ads X