Sabtu, 1 November 2014

News / Megapolitan

Oleh-oleh Haji di Tanah Abang

Sabtu, 17 Oktober 2009 | 06:45 WIB

Oleh M CLARA WRESTI

KOMPAS.com - Menjalankan ibadah haji merupakan kebahagiaan. Kebahagiaan itu akan semakin indah jika dibagikan kepada orang-orang di sekitar agar mereka juga bisa merasakan nikmat dari Allah. Nikmat ini antara lain diungkapkan lewat buah tangan yang dicari dengan sepenuh hati.

Pemberian buah tangan atau oleh-oleh setelah bepergian sudah menjadi tradisi masyarakat. Demikian juga dengan perjalanan menunaikan ibadah haji. Baik yang memberikan oleh-oleh maupun yang menerima oleh-oleh sama bahagianya. Walaupun belum bisa berhaji, mendapatkan oleh-oleh itu rasanya seperti telah mencicipi berkah berhaji itu.

Bagi orang yang berhaji, memberikan oleh-oleh memang membahagiakan. Namun, dana yang dikeluarkan untuk oleh-oleh itu tentu tidak sedikit. Dana yang dibutuhkan tidak hanya untuk membeli oleh-oleh, tetapi juga untuk membayar kelebihan bagasi jika telah melebihi berat yang ditetapkan oleh pihak penerbangan.

Maklumlah, namanya juga berbelanja oleh-oleh, orang kadang lupa memikirkan berat bagasi, yang penting barangnya lucu lalu dibeli. Ketika sampai di penginapan dan harus mengepak oleh-oleh, barulah kepala pening membayangkan harus membawa gembolan yang banyak dan besar dari Tanah Suci ke Tanah Air.

Kerepotan dalam membawa oleh-oleh itu agaknya menjadi peluang bagi pedagang di Tanah Abang, Jakarta Pusat, untuk menyediakan barang-barang khas Arab Saudi. Mulai dari kurma, air zamzam, tasbih, hingga teko tersedia di sana.

Menurut Karmi, salah seorang pedagang oleh-oleh haji di Tanah Abang, pedagang oleh-oleh haji mulai marak sekitar tahun 1996. ”Waktu itu baru sedikit, mungkin baru empat orang. Kalau sekarang, mungkin sudah lebih dari 100 pedagang,” ujar Karmi.

Makin lama pedagang makin banyak karena akhirnya orang akan berhitung untung rugi membeli oleh-oleh di Arab Saudi atau di Indonesia. ”Mending beli di sini, soalnya kalau ada yang kelupaan bisa balik lagi,” ujar Diana, warga Bintaro, yang berbelanja kurma.

Sebagian pembeli memang sering kali tidak cukup hanya sekali datang. Mereka bisa lebih dari dua kali datang. Biasanya mereka datang setelah pulang dari kerja atau saat jam makan siang.

Pilihan harga

Pilihan oleh-oleh yang disediakan memang beragam. Pasar Tanah Abang juga menyediakan harga eceran dan grosir. Harga grosir tentu akan lebih murah.

Oleh-oleh yang berhubungan dengan sandang bisa didapatkan di lantai lima Blok A. Adapun yang berupa makanan dan barang pernak-pernik, seperti teko, ada di lantai dasar Blok F. Selain itu, di bagian luar, juga banyak pedagang kaki lima yang menjajakan oleh-oleh. Macamnya tidak kalah dengan yang ada di dalam gedung. Harganya pun sama.

Oleh-oleh haji yang tidak boleh ketinggalan adalah air zamzam. Pedagang menyediakan baik yang berukuran satu galon maupun yang hanya 0,5 liter. ”Sekarang harga air zamzam masih murah, yakni cuma Rp 225.000 per galon. Namun, menjelang kepulangan haji, harganya bisa mahal sekali. Tahun lalu saja sampai Rp 450.000 per galon,” kata Pardi, pedagang yang juga menyediakan teko dan cangkir kecil untuk minum air zamzam.

Untuk kurma, pedagang menyediakan beragam jenis. Tinggal pilih, mau yang harganya Rp 250.000 per kardus ukuran 10 kilogram atau Rp 350.000 per kilogram. Kurma yang satu ini disebut kurma nabi, yang dipercaya bisa menyembuhkan penyakit.

Selain itu ada juga parfum arab yang dijual Rp 120.000 per lusin, pacar henna Rp 7.500 tube kecil, tasbih Rp 20.000 hingga Rp 100.000 per lusin. Ada juga kacang arab atau pistaschios yang renyah seharga Rp 130.000 per kilogram.

Baik Pardi maupun Karmi mengatakan, konsumen biasanya membeli sebelum berangkat haji, tetapi mengambil barang belanjaannya saat pulang. Biasanya keluarga mereka akan mengambil pada malam hari agar leluasa diangkut ke mobil. ”Kalau siang, Tanah Abang penuh sesak,” kata Karmi.

Ada juga yang mengambil barang belanjaan ini sebelum menjemput jemaah haji tiba di Tanah Air. Jadi, oleh-oleh bisa datang bersamaan dengan kepulangan jemaah haji. Pada masa kepulangan haji ini, harga oleh-oleh biasanya naik karena banyak juga orang yang belum sempat berbelanja oleh-oleh. Akan tetapi, itu tak masalah, yang penting bisa ikut membahagiakan orang lain.


Editor : jimbon
Sumber: