Senin, 22 Desember 2014

News / Megapolitan

Becak Tambah Banyak di Bogor

Jumat, 23 Oktober 2009 | 18:08 WIB

BOGOR, KOMPAS.com — Becak yang beroperasi di Kota Bogor diperkirakan semakin banyak, bukan berkurang. Berkaitan dengan itu, Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishub Kominfo) mulai melaksanakan operasi penertiban kendaraan roda tiga tanpa bahan bakar minyak tersebut, Jumat (23/10) pagi.

"Sekitar satu jam melakukan operasi, kami sudah menemukan 23 becak yang tidak memiliki izin operasional di Kota Bogor. Kami perkirakan jumlah becak saat ini mencapai lebih dari 2.000 buah. Padahal, izin operasional becak yang kami keluarkan hanya 1.725 buah. Itu pun pada tahun 2007 dan kami tidak pernah mengeluarkan izin lagi," kata Kepala Seksi Pengendalian dan Ketertiban Angkutan Dishub Kominfo Kota Bogor, RA Mulyadi, seusai kegiatan razia becak tersebut.

Ke-23 becak yang tidak berizin operasional tersebut belum diangkut untuk dikandangkan di kantor Dishub Kominfo. Penyebabnya, truk untuk mengangkut becak-becak tersebut tidak datang ke lokasi operasi, di kawasan Pasar Anyar, Bogor Tengah, pada waktunya. Petugas lalu memberi tanda becak-becak pada kapnya dengan menggunakan cat semprot. Rencananya, petugas akan mengambil becak tersebut pada Sabtu (24/10).

Menurut Mulyadi, operasi penertiban becak akan berlanjut terus sampai tidak ada becak tidak berizin berkeliaran di Kota Bogor. Becak tanpa izin tersebut akan dikandangkan seterusnya karena tidak akan ada penambahan izin operasional becak. Pemilik becak boleh mengambil kembali becak tersebut dengan syarat dia harus membawa ke luar becaknya dari Kota Bogor.

"Kalau ternyata becak itu kembali dioperasionalkan dan tertangkap kami lagi, becak akan langsung kami jadikan barang rongsokan. Sebab, tidak mungkin izin baru untuk becak dikeluarkan. Kondisi lalu lintas dalam Kota Bogor tidak memungkinkan menambah angkutan becak," katanya.

Sejumlah tukang becak berizin di persimpangan Paledang sangat mendukung operasi penertiban tersebut. Sebab, keberadaan becak bodong mengurangi pendapatan mereka. Para tukang becak itu membenarkan becak baru makin banyak. Kendaraan itu dibawa dari Jembatan Lima (Jakarta Barat) dan Jawa Tengah.

"Paling banyak datang menjelang bulan puasa lalu. Gampang kok, bawa becak dari sana, tinggal dimasukkan ke bagasi bus. Kan kerangka becak dari sana dipereteli, di sini dirakit kembali. Mereka tinggal beli atau buat jok, kap, dan rodanya di Bogor. Menjelang atau setelah Lebaran, becak ditinggal atau dijual. Mereka pulang kampung ke Jawa karena musim tanam di kampungnya," kata Anep (52), yang sudah lebih dari 20 tahun sebagai penarik becak.


Editor : made