Minggu, 21 Desember 2014

News / Megapolitan

Rusunami Kalibata City Harus Beri Kompensi Warga

Sabtu, 20 Februari 2010 | 11:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejak keberadaan proyek pembangunan Rumah Susun Hak Milik Kalibata City atau Rusunami Kalibata City, sejumlah warga RW 04, Kelurahan Rawa Jati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, mengaku tidak bisa tidur nyenyak lagi. Bahkan, mereka mengaku sering terkejut pada malam hari saat para pekerja melakukan pemasangan pasak bumi.

Pasalnya, pembangunan dilakukan tidak hanya pada siang hari, tetapi juga pada malam hari sehingga suara bising yang ditimbulkan mengganggu kenyamanan istirahat warga.

Terkait keluhan warga RT 08/ RW04 dan RT 01/RW 04, anggota Dewan Kota Jakarta Selatan Bidang Kesejahteraan Masyarakat, Saidah Yazid, berjanji akan membantu warga dalam memperoleh kompensasi tersebut secara adil dan transparan.

"Kami tidak menentang pembangunan tersebut. Namun, pembangunannya diharapkan tidak merugikan warga. Jika ada warga yang merasa dirugikan, maka harus diberi kompensasi yang sesuai," ujarnya.

Saidah mengatakan, pemerintah juga harus tegas dengan aturan-aturan yang telah dibuat. Ada baiknya pembangunan rusunami ditinjau ulang jika hal itu menyalahi aturan.

"Karena memang banyak warga yang mengeluhkan pembangunan tersebut," katanya.

Terkait kepemilikan analisa dampak lingkungan (amdal), Kepala Pengelola Lingkungan Hidup (KPLHD) Jakarta Selatan Supardiyo menuturkan bahwa pemberian amdal pada pembangunan Rusunami Kalibata City berjalan paralel dengan pembangunan rusunami tersebut. Walau demikian, dia mengaku bahwa amdal seharusnya diperoleh sebelum pembangunan berjalan.

"Ini adalah proyek pemerintah untuk mengatasi kepadatan penduduk, maka dari itu dikecualikan," ungkapnya.

Sopian Sembiring selaku HR dan GA Manager Rusunami Kalibata City yang hendak dimintai konfirmasi di kantornya hingga saat ini belum memberikan jawaban karena sedang tidak berada di tempat.

“Bapak sedang tidak ada di tempat. Kalau mau ketemu, silakan bikin janji terlebih dulu,” saran seorang resepsionis laki-laki di tempat tersebut.


Editor : hertanto
Sumber: