Kamis, 27 November 2014

News / Megapolitan

Kuliner

Inilah Nasi Bebek Bumbu Kretek Mak Isa

Jumat, 25 Juni 2010 | 14:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan warung nasi bebek Mak Isa di bilangan Klender, Jakarta Timur. Sebab, ukuran warung yang terletak di Jalan Bekasi Timur Km 17, Klender, itu terbilang kecil.

Namun, bagi pencinta kuliner, warung nasi Mak Isa bukanlah sesuatu yang asing. Selain harganya yang murah, yakni Rp 9.000 per porsi, rasanya juga khas dan membuat orang penasaran.

Ya, warung nasi bebek Mak Isa itu setiap harinya ramai dikunjungi konsumen. Tak hanya warga Jakarta yang menjadi pelanggan, tetapi orang dari luar Jakarta pun rela jauh-jauh datang untuk merasakan kelezatan nasi bebek olahan nenek berusia 50 tahun itu. Tak aneh jika dalam satu hari saja, warung ini bisa menghabiskan 500 ekor bebek.

Meski usianya tak muda lagi, ternyata Mak Isa masih mampu memberikan kelezatan pada masakannya. Wanita asli Kamal, Madura, ini mampu meramu bumbu nasi bebek sejak masih gadis.

Kelezatan nasi bebek Mak Isa ini memang lebih terasa dibanding rasa nasi bebek yang banyak dijual di pasaran. Rasa daging bebeknya itu begitu lembut dan empuk di mulut. Sebab, yang membedakan nasi bebek Mak Isa itu adalah pada bumbunya.

"Kalau nasi bebek tempat lain kebanyakan menggunakan serundeng atau parutan kelapa, tapi di sini tidak. Serundeng diganti dengan bumbu kering atau orang Madura menamakannya bumbu kretek," kata Mak Isa, Kamis (24/6/2010).

Satu porsi nasi bebek Mak Isa hanya dijual seharga Rp 9.000. Namun, jika ingin menambah es teh, konsumen cukup membayar Rp 12.000. Kini Mak Isa mengaku telah memiliki tiga warung nasi bebek, yakni di Jalan Bekasi Raya, Klender; kemudian di Jalan Cipinang Kebembem, tepatnya di depan pasar burung; dan di Jalan Bekasi Barat, Cipinang.

Mak Isa mengaku mulai membuka usaha nasi bebek pada tahun 1991. Saat pertama kali berjualan, langkahnya tak semulus sekarang. Ia selalu berpindah-pindah tempat karena harga sewa tanah mahal dan saat itu tidak terjangkau oleh Mak Isa.

Pertama kali berjualan, ia hanya mampu menjual satu ekor bebek. Namun ia tidak putus asa, tetapi terus berjuang.

"Dulu orang belum banyak yang kenal nasi bebek, jadi belum banyak yang datang ke warung. Jualan nasi bebek dengan modal satu ekor bebek, dalam sehari belum tentu habis," kenang Mak Isa.

Namun, lama kelamaan, warung nasi bebek yang terletak di Jalan Bekasi Timur, Km 17, Klender, Jakarta Timur, itu mulai ramai. Sehingga, lambat laun jumlah bebek yang laku terjual semakin bertambah. Cerita orang dari mulut ke mulut agaknya menghantarkan waung nasi bebek Mak Isa ini melambung tinggi dan langsung tenar.

Saking ramainya pengunjung, Mak Isa mencoba membuka cabang baru pada tahun 2000 di Jalan Cipinang Kebembem dan ternyata juga berhasil. Kemudian pada tahun 2002 usaha tersebut terus berkembang sehingga membuka cabangnya kembali di Jalan Bekasi Barat, Cipinang.

Dari penjualan di tiga warungnya itu, Mak Isa mengaku dalam sehari memiliki omzet Rp 500.000 hingga Rp 700.000. Kini ia berencana mengembangkan usahanya kembali dengan membuka beberapa cabang di tempat lain.


Editor : Hertanto Soebijoto
Sumber: