Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 00:02 WIB
ORMAS BENTROK
Massa FBR Bentrok dengan Kembang Latar
| I Made Asdhiana | Sabtu, 31 Juli 2010 | 21:51 WIB
|
Share:

Inggried Dwi W
Ratusan massa aksi FBR melakukan aksi di depan Balai Kota, Jakarta, Kamis (15/4/2010). Mereka menuntut Satpol PP dibubarkan.

TERKAIT:

TANGERANG, KOMPAS.com - Jalan Rempoa, Bintaro macet total. Konvoi Forum Betawi Rempug (FBR) berujung bentrok dengan komunitas betawi Kembang Latar. Massa FBR saling berhadapan dengan massa Kembang Latar. Informasi yang beredar kedua kubu akan mendatangkan massa lebih banyak lagi.

Kendaraan dari arah Fatmawati, Tanah Kusir, Lebak Bulus, Pondok Indah, semuanya macet tidak bisa masuk ke Bintaro.
-- Arman

Akibat bentrok dua kelompok komunitas betawi itu, semua kendaraan dari berbagai arah menuju Bintaro mengalami kemacetan parah.

"Kendaraan dari arah Fatmawati, Tanah Kusir, Lebak Bulus, Pondok Indah, semuanya macet tidak bisa masuk ke Bintaro," kata Arman, penduduk di kawasan Bintaro kepada Tribunnews.com melalui telepon, Sabtu (31/7/2010).

Kata dia, konvoi FBR yang kemudian menjadi rusuh tersebut bermula dari adanya pencabutan bendera FBR di Jalan Rempoa, Bintaro yang diduga dilakukan oleh anggota Kembang Latar. Kubu FBR tersinggung dan kemudian melurug kelompok Kembang Latar.

Ada sejumlah petugas polisi yang kemudian mendatangi tempat tersebut. Hanya saja, peristiwa rusuh itu belum bisa dilerai. Petugas baru sekadar memberikan peringatan kepada pengendara yang hendak melintasi Jalan Bintaro untuk mencari jalan lain.

"Mestinya polisi membubarkan aksi itu, tapi saya lihat mereka hanya menutup sejumlah titik untuk tidak dilewati pengendara umum," tambah Arman.

Suasana menjadi bertambah mencekam karena di Jalan Pahlawan, tak jauh dari kawasan Bintaro, listrik dipadamkan.

Petugas TMC Polda Metro Jaya baru mendapatkan informasi terjadinya kemacetan di Jalan Bintaro yang disebabkan dari konvoi massa FBR. Selanjutnya ada pengerahan personel polisi ke lokasi tersebut.

Sumber :