Jumat, 1 Agustus 2014

News / Megapolitan

Angkot "Ngetem" Harus Ditindak

Senin, 30 Agustus 2010 | 19:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta M Sanusi mengatakan, Dinas Perhubungan DKI perlu bersikap tegas terhadap angkutan umum yang berhenti di sembarang tempat. Hambatan-hambatan ini terasa kecil, tetapi berdampak besar dalam menciptakan kemacetan karena terjadi di banyak tempat.

Pengamatan Kompas, angkutan umum yang berhenti lama dan menimbulkan kemacetan panjang berada di Slipi ke arah Pasar Palmerah, Pasar Kebayoran Lama, Pasar Minggu, dan hampir di semua kawasan yang dekat dengan pasar tradisional.

Asisten Sekretaris Daerah DKI Bidang Pembangunan M Tauchid mengatakan, Pemprov DKI sedang mempertimbangkan rencana untuk menggelar operasi bersama Polda Metro Jaya untuk mengatasi hambatan-hambatan lalu lintas itu. Penanganan angkutan umum yang berhenti di sembarang tempat merupakan salah satu prioritas.

Operasi gabungan polisi dan Dishub terbukti efektif untuk mensterilkan jalur bus transjakarta. Operasi gabungan dinilai bakal efektif untuk menjaga disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di jalan umum.

"Untuk mengubah kebiasaan para pengendara angkot dan bus, perlu ada tindakan tegas secara konsisten dalam waktu yang lama. Operasi ini harus dirancang dengan baik agar dapat berlangsung secara terus-menerus," kata Tauchid.


Editor : I Made Asdhiana